KALIKASA, Komsos Larantuka – Sukacita dan semangat syukur menyelimuti umat Paroki Kalikasa dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 paroki yang dirangkaikan dengan penerimaan Sakramen Krisma bagi 226 anak dan remaja. Umat dari sembilan stasi yang tersebar di wilayah paroki memadati Gereja Paroki St. Antonius Kalikasa untuk mengikuti perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro.
Perayaan yang bertepatan dengan Pesta Pelindung Santo Antonius dari Padua itu menjadi momentum istimewa bagi seluruh umat untuk mengenang perjalanan panjang iman Paroki Kalikasa sejak berdiri hingga memasuki usia tujuh dekade.
Jumlah umat Paroki Kalikasa saat ini adalah 4.573 jiwa yang tergabung dalam 1.374 kepala keluarga (KK), tersebar dalam 103 Komunitas Basis Gerejawi (KBG), 35 lingkungan, dan 9 stasi. Kehadiran umat dari seluruh stasi menjadi gambaran nyata persatuan dan kebersamaan dalam membangun Gereja di tengah berbagai dinamika zaman.

Gereja St. Antonius Padua Kalikasa
Dalam homilinya, Uskup Larantuka mengangkat keteladanan Santo Antonius dari Padua. Menurutnya, Santo Antonius mula-mula merupakan seorang biarawan Ordo Santo Agustinus sebelum kemudian bergabung dengan Ordo Fransiskan dan berkarya di Padua, Italia. Uskup menghubungkan teladan Santo Antonius dengan makna Sakramen Krisma yang diterima oleh 226 anak dan remaja pada hari itu.
“Kita menerima Roh Kudus saat dibaptis. Dalam Sakramen Krisma, Roh Kudus itu memperkuat dan memperjelas tindakan iman kita. Krisma memampukan seseorang untuk memberikan kesaksian iman dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa melalui pengurapan Krisma, umat dipanggil untuk semakin menyerupai Kristus.
“Kita diurapi agar menyerupai Kristus. Kristus diurapi, maka kita pun diurapi. Karena itu, kita mesti menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Kita memiliki kehidupan rohani yang kuat untuk melawan kekuatan jahat dan menjadi saksi Kristus di tengah dunia,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) yang bertindak sebagai Ketua Panitia HUT ke-70 Paroki Kalikasa, Yoakim Make Making, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran uskup di tengah umat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Uskup yang telah mengunjungi kami di Paroki Kalikasa. Kehadiran Bapak Uskup bukan sekadar kunjungan kanonis, tetapi sungguh membawa berkat bagi umat yang merayakan 70 tahun lahirnya paroki ini,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh umat untuk mengenang jasa para imam dan tokoh umat yang telah meletakkan dasar-dasar pertumbuhan iman di Paroki Kalikasa.
“Kita patut berterima kasih kepada para pendahulu, para pastor yang pernah berkarya di paroki ini. Mari kita bersama-sama membangun paroki yang telah berusia 70 tahun ini agar semakin berkembang,” katanya.
Yoakim juga menyampaikan ucapan selamat kepada para penerima Sakramen Krisma.
“Proficiat kepada 226 anak yang menerima Sakramen Krisma. Jadilah saksi Kristus mulai dari dalam rumah masing-masing. Kami juga berharap Romo Eman dan Romo Asno dapat lebih lama melayani umat di Kalikasa,” tuturnya.

Penerimaan Sakramen Krisma Paroki Kalikasa (13 Juni 2026)
Sementara itu, Camat Atadei, Adrianus Demor, mengapresiasi kehadiran Uskup Larantuka di wilayah Kecamatan Atadei. Ia juga mengajak umat untuk menghargai pelayanan para imam yang berkarya di Paroki Kalikasa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Uskup yang hadir di Kecamatan Atadei. Kami tahu bahwa umat senang dengan kehadiran Romo Eman di Kalikasa, dan umat masih membutuhkan pelayanan beliau,” katanya.
Menurut Adrianus, perjalanan 70 tahun Paroki Kalikasa merupakan sejarah iman yang dibangun melalui kerja keras dan pengorbanan banyak pihak.
“Momentum ini mengajak kita mengenang perjalanan iman yang penuh dinamika, kerja keras, dan pengorbanan. Sebagai pemerintah, kami menyadari bahwa Gereja memiliki peran penting dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu, mari kita bergandeng tangan membangun Kecamatan Atadei,” ujarnya.
Ia pun menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat dan para penerima Sakramen Krisma.
“Proficiat dan selamat kepada umat Paroki Kalikasa yang merayakan HUT ke-70, dan selamat kepada 226 adik-adik yang menerima Sakramen Krisma,” tambahnya.
Pastor Paroki Kalikasa, RD. Emanuel Temaluru, mengungkapkan rasa bangga atas perjalanan panjang paroki yang kini memasuki usia 70 tahun.
“Sebuah kebanggaan bagi kami karena pada usia ke-70 paroki ini, Bapak Uskup hadir bersama kami. Kami juga menyambut Deken Lembata yang baru,” katanya.
Menurut Romo Eman, pertumbuhan iman umat di Paroki Kalikasa menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
“Pertumbuhan iman umat cukup baik dengan adanya berbagai kelompok kategorial. Kami tinggal di kampung yang mulai bernuansa kota. Baru-baru ini kami juga menyelenggarakan PESPARANI tingkat Paroki Kalikasa,” jelasnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada para Suster Putri Reinha Rosari (PRR) yang setia mendampingi umat.
“Kami dibantu oleh para Suster PRR yang selalu setia bersama kami dalam pelayanan. Kepada 226 anak yang menerima Sakramen Krisma, proficiat dan selamat. Jadilah saksi Kristus dalam hidupmu,” pesannya.
Dalam sambutannya, Uskup Larantuka mengaku memiliki kesan mendalam terhadap kehidupan menggereja di Kalikasa.
“Saya merasa Paroki Kalikasa bersama Romo Eman dan Romo Asno seperti berada di atas langit,” ungkapnya, disambut tepuk tangan umat.
Uskup juga mengungkapkan bahwa perayaan tersebut menjadi momen bersejarah dalam pelayanan episkopalnya.
“Hari ini, sebagai uskup baru, untuk pertama kalinya saya menerimakan Sakramen Krisma. Kita telah dibaptis dan Krisma menguatkan apa yang sudah kita terima. Salah satunya adalah nama baptis yang melekat pada diri kita sejak dibaptis,” katanya.
Di akhir sambutannya, uskup mengajak umat untuk membaca tanda-tanda zaman dengan bijaksana. Sebagai ibu kota Kecamatan Atadei, Kalikasa dinilainya sedang mengalami perubahan sosial yang membawa peluang sekaligus tantangan.
“Kalikasa sebagai ibu kota kecamatan mulai memiliki warna kota. Ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi kehidupan umat,” ujarnya.
Uskup mengingatkan pentingnya pemberdayaan ekonomi keluarga serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup.
“Kita sedang berada dalam Tahun Pemberdayaan Ekonomi. Mari menggunakan apa yang kita miliki untuk meningkatkan kesejahteraan bersama. Pada saat yang sama, mari memelihara lingkungan hidup. Geotermal dapat menjadi ancaman jika tidak disikapi secara bijaksana. Semoga bumi dan alam kita tetap dijaga,” pesannya.

Pemeriksaan Dokumen Paroki Kalikasa
Perayaan HUT ke-70 Paroki Kalikasa pun menjadi ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang perjalanan sejarah paroki. Dengan semangat Santo Antonius dari Padua dan kekuatan Roh Kudus yang diterima dalam Sakramen Krisma, umat Paroki Kalikasa diajak untuk terus bertumbuh dalam iman, memperkuat persaudaraan, serta menjadi saksi Kristus yang membawa harapan bagi Gereja dan masyarakat. (@sly)
