BKSN POHON BAO: Sabda yang Menggerakkan

Kitab Suci tidak cukup hanya dibaca. Sabda Allah perlu didengarkan, dipahami, dihayati, dan diwujudkan dalam kehidupan. Semangat inilah yang tampak dalam perayaan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026 di Paroki St. Kornelius Pohon Bao.

by Komsos Keuskupan Larantuka

POHON BAO, Komsos Larantuka — Kitab Suci tidak cukup hanya dibaca. Sabda Allah perlu didengarkan, dipahami, dihayati, dan diwujudkan dalam kehidupan. Semangat inilah yang tampak dalam perayaan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026 di Paroki St. Kornelius Pohon Bao.
Mengusung tema “Yesus Guru yang Penuh Kuasa, Wajah Yesus dalam Injil Matius”, Paroki St. Kornelius Pohon Bao menggelar rangkaian perlombaan selama tiga hari, yakni 23, 24, dan 26 September 2026. Kegiatan ini menjadi ruang bagi umat untuk semakin mengenal Kitab Suci sekaligus mengembangkan kreativitas dan potensi yang dimiliki.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) St. Kornelius Pohon Bao, Gerardus Bacenty. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh lingkungan untuk terlibat aktif dalam rangkaian kegiatan BKSN.
“Saya mengharapkan agar semua lingkungan dapat berpartisipasi aktif dalam memeriahkan perlombaan BKSN 2026 ini. Semoga semakin hari, kita semua semakin mencintai Kitab Suci sebagai pedoman dan arah hidup kita dalam membangun Paroki St. Kornelius Pohon Bao,” ungkapnya.

BKSN POHON BAO: Sabda yang Menggerakkan

Ketua Panitia sekaligus Ketua Seksi Kerasulan Kitab Suci Paroki, Yosep Belen Keban, menjelaskan bahwa perlombaan tersebut dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan hiburan, tetapi sebagai bagian dari pembinaan iman umat.
Anak-anak, kaum muda, kelompok kategorial, dan umat lingkungan diberi ruang untuk mengekspresikan iman melalui berbagai bentuk kegiatan. Selain meningkatkan literasi Kitab Suci, kegiatan ini juga diarahkan untuk mengembangkan bakat dan kreativitas generasi muda, khususnya SEKAMI, SEKAR, dan OMK.
Rangkaian kegiatan dimulai pada 23 September melalui Lomba Baca Kitab Suci tingkat SEKAMI dan Lomba Menyanyikan Mazmur tingkat SEKAR. Anak-anak diajak berjumpa dengan Sabda Allah melalui suara, penghayatan, dan keberanian tampil di hadapan umat.
Pada 24 September, kegiatan dilanjutkan dengan Lomba Dramatisasi Kitab Suci. Melalui seni peran, peserta menggali pesan Kitab Suci dan menerjemahkannya ke dalam ekspresi kreatif yang komunikatif.
Sementara itu, pada 26 September, rangkaian kegiatan ditutup dengan Lomba Kuis Kitab Suci yang melibatkan OMK, kelompok kategorial, serta umat basis dan lingkungan. Pengetahuan Kitab Suci dipadukan dengan semangat kebersamaan dan kompetisi yang sehat.
Untuk menjaga kualitas penilaian, panitia menghadirkan tiga juri, yakni Hendrikus F. Fernandez, M.Fil., Suster Dr. Hermania Bhoki, S.Fil., M.Pd., dan Suster Skolastika Lelu, S.Ag. Iur., Can.
Bagi panitia, keberhasilan BKSN tidak terutama ditentukan oleh siapa yang menjadi juara. Piala dan penghargaan hanyalah bagian kecil dari keseluruhan proses. Yang lebih penting ialah sejauh mana kegiatan tersebut membantu umat untuk mendengarkan, memahami, menghayati, dan menghidupi Sabda Allah.
Karena itu, BKSN di Paroki St. Kornelius Pohon Bao diharapkan tidak berhenti ketika September berakhir. Sabda Allah harus terus hidup dalam keluarga, lingkungan, kelompok kategorial, dan seluruh komunitas umat.
Pada akhirnya, BKSN bukan hanya tentang siapa yang paling pandai membaca, menyanyi, berakting, atau menjawab pertanyaan. Lebih dari itu, BKSN menjadi kesempatan bagi umat untuk semakin mengenal Yesus, Sang Guru yang penuh kuasa, dan membiarkan Sabda-Nya membentuk kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, BKSN menjadi gerakan iman: dari perlombaan menuju penghayatan, dari panggung menuju kehidupan, dan dari Kitab Suci menuju kesaksian nyata umat. (Flory Herin)

You may also like