SAROTARI, Komsos Larantuka – Suasana kekeluargaan mewarnai Pertemuan Para Imam Projo atau Unio Keuskupan Larantuka (Unio KL) yang berlangsung di Gedung OMK Keuskupan Larantuka (17/04/2026). Pada hari sebelumnya, di sela-sela PERPAS I 2026 Keuskupan Larantuka, telah dilangsungkan pemilihan kepengurusan baru Unio KL periode 2026–2028. Unio sendiri merupakan wadah persaudaraan bagi para imam diosesan dalam suatu keuskupan. Ketua terpilih adalah RD. Barnabas Huba Koban, yang juga baru menerima Surat Keputusan sebagai Pastor Paroki Katedral Larantuka. Ia didampingi oleh RD. Leonardus Lewokrore sebagai wakil ketua, sementara posisi sekretaris sekaligus bendahara dirangkap oleh RD. Petrus Ece Muda. Struktur kepengurusan yang ramping ini dinilai efektif untuk mengakomodasi berbagai program kerja, termasuk pengelolaan aset strategis keuskupan, yakni Rumah Susun Unio KL.
Rumah susun ini diharapkan menjadi pusat hunian serta tempat pertemuan dan pembinaan. Keberadaannya juga ditargetkan memperkuat solidaritas internal serta memberi kontribusi finansial bagi keuskupan. Unio KL selama ini menjadi pilar penting dalam mendukung pelayanan pastoral di Keuskupan Larantuka, mengingat luasnya wilayah pelayanan yang mencakup Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata. Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah anggota Unio KL saat ini mencapai 115 orang. Komposisi keanggotaan terdiri dari Uskup Keuskupan Larantuka sebanyak satu orang, Uskup Emeritus satu orang, imam yang berkarya langsung di wilayah keuskupan sebanyak 92 orang, staf pembina seminari dua orang, imam yang tengah menjalankan tugas studi lanjut lima orang, serta seorang imam fidei donum. Imam fidei donum adalah mereka yang dikirim melayani ke keuskupan lain di dalam maupun di luar negeri.
Sebelum pembacaan hasil pemilihan kepengurusan Unio KL yang baru, RD. Wilhelmus Ola Lanan selaku ketua Unio periode 2022-2026 menyampaikan laporan pertanggungjawaban. Selanjutnya dalam sambutannya, ia mengucapkan limpah terima kasih atas kepercayaan yang diberikan selama empat tahun terakhir. Dengan nada haru, ia menyatakan bahwa banyak hal telah dialami bersama, dan mengajak seluruh anggota untuk melanjutkan perjalanan bersama ketua Unio yang baru guna membangun kebersamaan menuju Unio KL yang semakin mandiri. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bapa Uskup yang telah mendampingi selama masa kepengurusannya.
Ketua Unio KL terpilih, RD. Barnabas Huba Koban, dalam sambutannya, menyampaikan rasa syukur dan harapan. Menjadi ketua untuk Unio didampingi dua senior adalah sebuah kepercayaan baginya. Unio, katanya, adalah wadah untuk saling meneguhkan dan menguatkan, dan hal itu menjadi kekuatan baginya menerima tanggung jawab ini. Ia mengakui tanggung jawab itu berat, terutama memperhatikan dan membangun kolegialitas 115 anggota Unio yang adalah imam projo Keuskupan Larantuka. Mereka tersebar di berbagai medan karya, namun dengan sinodalitas dan dukungan semua anggota, ia optimis bisa menjalankannya. Program Unio KL akan disusun dan disampaikan pada saatnya. Unio KL juga senantiasa membuka diri terhadap undangan dari Unio Regional dan Unio Nasional. Untuk itu, ia memohon dukungan dari Bapa Uskup, para pengurus sebelumnya, dan semua anggota Unio KL. Ia mengajak semua anggota untuk berjalan bersama dalam semangat sinodalitas dan kolegialitas.
Momen istimewa terjadi ketika Uskup Keuskupan Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, tampil memberikan sambutan. Dengan penuh sukacita ia mengawali bahwa dirinya adalah imam projo Keuskupan Larantuka. Hari ini adalah momen indah peralihan pengurus Unio KL. Uskup mengakui bahwa setelah sekian lama meninggalkan Unio KL karena tugas di tempat lain, ia bersyukur bisa datang dan bergabung kembali. Uskup Hans mengajak seluruh anggota untuk membangun kebersamaan Unio KL dalam semangat ketaatan serta memaknai spiritualitas imamat yang semakin dewasa, yang didasarkan pada pengenalan akan Yesus Kristus. Ia berterima kasih kepada pengurus lama yang telah menuntun dan membimbing anggota Unio KL dalam semangat ketaatan.
Lebih lanjut, Uskup menitipkan pesan pastoral bahwa jika ada yang belum bergabung, tugas pengurus baru adalah mengajak mereka ke dalam persaudaraan. Terkait aset, ia menegaskan bahwa tata kelola Rumah Susun Unio KL adalah kontribusi tidak hanya untuk Unio tetapi juga untuk Keuskupan. Soal kesehatan, Uskup mengingatkan bahwa kesehatan fisik para imam perlu diperhatikan. Rumah masa depan akan diusahakan untuk imam senior yang butuh rumah istirahat. Ia mengajak setiap imam secara berkala mengontrol kesehatan serta menggunakan uang sebaik-baiknya termasuk untuk kebutuhan kesehatan. Doa bersama dalam komunitas pastoran juga perlu diperhatikan, dan ia mengajak semua menjaga kesatuan serta ketaatan dengan tugas utama mendoakan keutuhan Gereja Allah.
PERPAS Keuskupan Larantuka selalu menyiapkan waktu khusus bagi pertemuan Unio KL, menjadi ajang diskusi, berbagi pengalaman pastoral, dan kesepakatan strategis. Dengan terbentuknya kepengurusan baru, diharapkan hadir kesegaran dan harapan baru bagi seluruh anggota Unio KL. (@sly)

