SAROTARI, Komsos Larantuka — Pertemuan Pastoral (PERPAS I) Keuskupan Larantuka tahun 2026 berlangsung dalam suasana penuh sukacita, persaudaraan, dan semangat pembaruan. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung OMK Keuskupan Larantuka, Sarotari, pada 14–18 April 2026, dan menjadi momen istimewa karena merupakan pertemuan pastoral perdana bersama Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, sejak ditahbiskan pada 11 Februari 2026.
Nuansa kebersamaan semakin terasa karena pembukaan kegiatan ini bertepatan dengan hari ulang tahun ke-55 sang gembala pada 15 April. Kehadiran beliau sebagai uskup baru memberikan energi segar bagi arah pelayanan Gereja lokal, sekaligus menjadi tanda harapan akan dinamika pastoral yang semakin hidup dan kontekstual.
Sebanyak 139 peserta ambil bagian dalam PERPAS I ini, terdiri dari 123 imam, 15 frater, dan 1 suster. Kehadiran para peserta dari berbagai wilayah pelayanan menunjukkan komitmen bersama dalam membangun Gereja yang sinodal, partisipatif, dan responsif terhadap kebutuhan umat.
Salah satu agenda penting dalam pertemuan ini adalah pemilihan anggota Dewan Imam Keuskupan Larantuka untuk periode 2026–2028. Proses pemilihan berlangsung dalam suasana keterbukaan, kebersamaan, dan rasa tanggung jawab bersama, mencerminkan semangat kolegialitas di antara para imam.
Dewan Imam yang terbentuk berjumlah 19 orang, terdiri dari 12 anggota ex officio dan 7 anggota terpilih. Dewan ini akan menjadi mitra strategis uskup dalam merumuskan arah kebijakan pastoral serta mendampingi pengambilan keputusan penting bagi kehidupan Gereja keuskupan. Dari Dewan Imam ini pula nantinya akan dipilih Dewan Konsultores yang memiliki peran khusus membantu uskup dalam mengambil keputusan-keputusan strategis.
Adapun anggota Dewan Imam ex officio terdiri dari para pejabat struktural dan perwakilan penting dalam keuskupan, yakni RD. Adeodatus Hendrikus Leni sebagai Vikaris Jenderal, RD. Fransiskus Kwaelaga sebagai Kanselarius dan Sekretaris Keuskupan Larantuka, RD. Fransiskus Homenara sebagai Vikaris Yudisial, RD. Wilhelmus Ola Lanan sebagai Ekonom, RD. Lukas Laba Erap sebagai Deken Larantuka, RD. Aloysius Dore sebagai Deken Adonara, RD. Blasius Masang Kleden sebagai Deken Lembata, RD. Martinus Kapitan Sogen sebagai Praeses Seminari, RD. Barnabas Huba Koban sebagai utusan UNIO, RD. Bernardus Belawa Wara sebagai Ketua Sekpas, Seorang Imam utusan Seminari Tinggi, serta RP. Antonius Janga, CP sebagai wakil imam religius.
Sementara itu, tujuh anggota Dewan Imam yang terpilih melalui proses pemungutan suara adalah RD. Leonardus Lewokrore, RD. Pius Laba Buri, RD. Georgius Harian Lolan, RD. Gabriel Unto da Silva, RD. Emanuel Temaluru, RP. Daniel Nara Gere, SVD, dan RD. Fredirikus Tuto Ama Saban. Kehadiran mereka diharapkan mampu merepresentasikan keragaman situasi pastoral di berbagai wilayah serta memperkaya dinamika diskusi dan pengambilan keputusan.
Dengan komposisi ini, Dewan Imam diharapkan dapat bekerja secara sinergis dalam mendukung pelayanan uskup, sekaligus menjadi jembatan antara kebutuhan umat dan kebijakan pastoral keuskupan. Keterlibatan berbagai unsur, baik dari imam diosesan maupun religius, menunjukkan semangat inklusivitas dan kebersamaan dalam membangun Gereja.
Seluruh rangkaian PERPAS I berlangsung dalam terang bimbingan Roh Kudus, dengan suasana yang tidak hanya penuh kekhidmatan, tetapi juga keterbukaan dan dialog yang konstruktif. Pertemuan ini menjadi ruang evaluasi atas karya pelayanan yang telah dijalankan, sekaligus wadah untuk merumuskan langkah-langkah strategis ke depan.
Momentum ini menjadi titik tolak penting bagi Keuskupan Larantuka dalam menapaki arah baru di bawah kepemimpinan gembala yang baru. Diharapkan, seluruh peserta mampu menerjemahkan hasil-hasil pertemuan ini dalam tindakan nyata di tengah umat, sehingga Gereja semakin hadir sebagai tanda harapan, persatuan, dan pelayanan kasih di tengah dunia. (@sly)

