Sun. Apr 19th, 2026

PELAYANAN PASTORAL YANG MENYEMBUHKAN DAN MEMBEBASKAN:  Suara Gembala Keuskupan Larantuka

Mgr. Yohanes Hans Monteiro - Uskup Larantuka

SAROTARI, Komsos Larantuka, – Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro menyampaikan sejumlah poin strategis yang menjadi arah dan dinamika reksa pastoral di wilayah Keuskupan Larantuka dalam Pertemuan Pastoral (PERPAS) I tahun 2026 (14-18 April 2026). Penyampaian tersebut berlangsung dalam sesi “Suara Bapa Uskup” yang menjadi penutup seluruh rangkaian kegiatan, sekaligus menjadi momen reflektif dan peneguhan bagi para imam serta pelayan pastoral yang hadir.

Dalam pengantar refleksinya, Uskup mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam PERPAS sebagai gembala baru menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Ia menyaksikan secara langsung semangat persaudaraan dan kerja sama yang hidup di antara para imam. Semangat ini, menurutnya, bukan sekadar kebersamaan biasa, melainkan sebuah gerakan iman yang terarah pada satu tujuan utama, yakni membawa umat semakin mengenal Yesus Kristus dan memiliki iman yang kokoh di tengah tantangan zaman. Ia menekankan bahwa di tengah berbagai gangguan, cobaan, dan realitas hidup yang tidak mudah, keterbukaan terhadap bimbingan Roh Kudus menjadi kunci utama keberhasilan seluruh karya pastoral.

Lebih jauh, Uskup menegaskan bahwa wajah pastoral Gereja harus semakin menghadirkan pengalaman penyembuhan dan pembebasan bagi umat. Pelayanan tidak boleh terjebak dalam rutinitas administratif semata, melainkan harus sungguh menyentuh kehidupan konkret umat. Kehadiran imam, baik di pastoran maupun dalam perjumpaan pastoral sehari-hari, diharapkan menjadi tanda nyata kasih Allah yang menguatkan, memulihkan, dan membebaskan. Dengan demikian, umat tidak hanya dilayani secara struktural, tetapi mengalami secara langsung rahmat Tuhan dalam hidup mereka.

Dalam menjalankan pelayanan, kesetiaan pada ajaran Gereja tetap menjadi fondasi utama yang tidak dapat digantikan. Namun, Uskup juga mengingatkan pentingnya sikap terbuka terhadap perkembangan zaman. Gereja dituntut untuk mampu membaca tanda-tanda zaman dan memahami situasi umat secara kontekstual. Para imam diharapkan mampu menemukan pendekatan-pendekatan baru yang kreatif dan relevan tanpa kehilangan jati diri Gereja. Sikap ini penting agar Gereja tetap hidup, dinamis, dan mampu menjawab kebutuhan umat di tengah perubahan sosial yang cepat.

Dimensi kebersamaan juga mendapat perhatian khusus. Uskup menekankan pentingnya membangun relasi persaudaraan atau “companion” di antara para imam. Ia menggarisbawahi bahwa kebersamaan sederhana, seperti makan bersama di pastoran, memiliki makna besar dalam membangun persatuan dan saling dukung dalam pelayanan. Relasi yang sehat dan hangat diyakini menjadi fondasi penting bagi pelayanan yang penuh sukacita dan daya tahan dalam menghadapi tantangan.

Sejalan dengan itu, seluruh karya pastoral diingatkan agar tetap selaras dengan program keuskupan. Program yang telah dirancang tidak boleh berhenti di tengah jalan, tetapi harus dikawal secara konsisten dan berkelanjutan. Untuk mendukung hal ini, Uskup menekankan pentingnya pembenahan tata kelola keuskupan, termasuk optimalisasi peran berbagai dewan seperti Dewan Kuria, Dewan Imam, Dewan Konsultores, Dewan Keuangan, dan Dewan Pastoral Keuskupan.

Menghadapi keterbatasan tenaga dan sumber daya, keuskupan juga merencanakan langkah strategis berupa perampingan struktur sekretariat pastoral melalui pembentukan rumpun komisi. Selain itu, kerja sama dengan pemerintah, khususnya melalui Kementerian Agama, tengah dijajaki guna membuka peluang dukungan tenaga pastoral yang dapat membantu pelayanan Gereja secara lebih luas.

Kerja sama antara pastor paroki dan Dewan Pastoral Paroki (DPP) juga menjadi sorotan penting. Uskup menegaskan bahwa semangat berjalan bersama antara imam dan umat awam harus terus dikembangkan. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat kehidupan Gereja di tingkat akar rumput, sekaligus menjadikan umat sebagai subjek aktif dalam kehidupan dan pelayanan Gereja.

Dalam bidang administrasi, Uskup mengingatkan pentingnya ketertiban dan tanggung jawab. Pencatatan sakramen, pengelolaan keuangan, serta penataan aset Gereja harus dilakukan secara profesional dan transparan. Ia juga mengingatkan adanya potensi ancaman terhadap aset Gereja, sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan agar seluruh kekayaan Gereja tetap terjaga sesuai dengan peruntukannya.

Perhatian terhadap dunia pendidikan juga mendapat penekanan. Sekolah-sekolah Katolik di wilayah paroki diharapkan mendapatkan pendampingan serius dari para imam, baik pastor paroki maupun pastor rekan. Mereka dipandang sebagai perpanjangan tangan Uskup dalam memastikan mutu pendidikan Katolik tetap terjaga dan berkembang.

Dalam aspek keuangan, Dewan Keuangan diminta untuk bekerja secara profesional dan transparan. Setiap program pastoral harus dirancang dengan perencanaan anggaran yang jelas, termasuk proyeksi pemasukan dan pengeluaran, agar pelayanan dapat berjalan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Uskup juga menyampaikan apresiasi atas kekayaan rohani keuskupan yang ditandai dengan kehadiran berbagai biara dan kongregasi religius. Ia berterima kasih kepada para imam dari berbagai kongregasi yang telah bekerja sama dengan imam diosesan dalam membangun Gereja lokal. Ke depan, kerja sama ini diharapkan semakin diperkuat melalui komunikasi yang baik dan kesepakatan yang terarah.

Selain itu, Uskup menegaskan kembali pentingnya disiplin dalam intensi Misa Kudus. Ia mengingatkan bahwa Gereja bukanlah tempat transaksi, melainkan rumah Bapa yang terbuka bagi semua orang. Persembahan umat harus dipahami sebagai ungkapan kasih, bukan sebagai harga pelayanan, dan karenanya perlu dikelola secara bijaksana dan adil.

Sebagai penutup, Uskup secara resmi mengumumkan Surat Keputusan terkait pembebasan dan pengangkatan tugas serta jabatan para imam di seluruh wilayah keuskupan. Keputusan ini menjadi bagian dari dinamika hidup Gereja Katolik yang terus bertumbuh dan berbenah, demi menghadirkan pelayanan yang semakin berkualitas, menyentuh, dan membawa keselamatan bagi umat Allah. (@sly)

Related Post