LITURGI SARANA PEMBENTUKAN IMAN UMAT: Komisi Liturgi Dekenat Adonara Menggelar Kegiatan Penyegaran TPE 2020

by Komsos Keuskupan Larantuka

WAIWERANG, Komsos Larantuka – Komisi Liturgi Dekenat Adonara menggelar kegiatan Penyegaran Tata Perayaan Ekaristi (TPE) 2020 pada 19–20 Juni 2026 di Aula Dekenat Adonara. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti oleh 26 peserta utusan dari 14 paroki yang tersebar di wilayah Dekenat Adonara.
Kegiatan ini menghadirkan Ketua Komisi Liturgi Keuskupan Larantuka, RD. Paulus Lewoema, sebagai narasumber utama. Hadir pula RD. Silvester Siku yang mewakili Deken Adonara dan RD. Erich Liwun selaku Moderator Komisi Liturgi Dekenat Adonara.
Dalam sambutan pembukaan, RD. Silvester Siku menegaskan pentingnya kegiatan penyegaran Tata Perayaan Ekaristi 2020 sebagai sarana membangun kesamaan pemahaman dan pelaksanaan liturgi di seluruh paroki. Menurut Pastor Paroki Waiwerang itu, kesatuan liturgi menjadi salah satu wujud nyata persekutuan Gereja yang perlu terus dipelihara dan dikembangkan.
Ia mengatakan bahwa liturgi yang dirayakan secara benar dan seragam sesuai pedoman Gereja akan membantu umat menghayati misteri iman secara lebih mendalam. Karena itu, para petugas liturgi perlu terus memperbarui pemahaman mereka terhadap ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam Buku Tata Perayaan Ekaristi 2020.
“Kesatuan dalam tata liturgi dan musik liturgi perlu terus diusahakan agar umat dapat merayakan Ekaristi dengan lebih baik. Selain itu, setiap paroki diharapkan semakin mampu memilih lagu-lagu liturgi yang sesuai dengan tema Sabda Allah yang diwartakan dalam bacaan pada hari yang bersangkutan,” ujarnya.

KOMLIT Selenggarakan Kegiatan Penyegaran TPE 2020 di Dekenat Adonara

Sementara itu, RD. Erich Liwun mengingatkan kembali pesan Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, bahwa liturgi merupakan bagian penting dari proses formasi iman umat. Oleh sebab itu, setiap pelayan liturgi memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa perayaan-perayaan yang dilaksanakan di paroki berjalan sesuai dengan tata gerak, simbol, dan ketentuan yang telah ditetapkan Gereja.
“Liturgi bukan sekadar tata cara peribadatan, tetapi merupakan sarana pembentukan iman umat. Karena itu, kita harus memastikan bahwa pembinaan iman yang berlangsung melalui liturgi sungguh sesuai dengan semangat dan ketentuan Gereja,” tegasnya.
Pada hari pertama, para peserta mendapatkan materi mengenai struktur Tata Perayaan Ekaristi 2020 dan musik liturgi yang disampaikan oleh RD. Paulus Lewoema. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan makna teologis dari setiap bagian Ekaristi, mulai dari ritus pembuka hingga ritus penutup. Para peserta juga diajak memahami prinsip-prinsip dasar dalam memilih lagu liturgi yang sesuai dengan masa liturgi dan bacaan Kitab Suci.
Memasuki hari kedua, materi difokuskan pada gestikulasi atau tata gerak liturgi menurut Tata Perayaan Ekaristi 2020. Selain penjelasan teoritis, para peserta mengikuti simulasi pelaksanaan Ekaristi yang disertai evaluasi dan koreksi terhadap berbagai kekeliruan yang masih sering ditemukan dalam praktik liturgi di sejumlah paroki.
Dalam penutupan kegiatan, RD. Paulus Lewoema berharap agar Tata Perayaan Ekaristi 2020 sungguh menjadi pedoman bersama yang memperkuat kualitas perayaan liturgi di seluruh paroki. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadi agen pembaruan liturgi di komunitas masing-masing sehingga umat semakin mampu merayakan Ekaristi dengan penuh kesadaran, sukacita, dan iman.
Kegiatan penyegaran ini diharapkan semakin memperkuat kesatuan liturgi di wilayah Dekenat Adonara. Melalui perayaan Ekaristi yang baik, benar, dan sesuai pedoman Gereja, umat diharapkan semakin bertumbuh dalam iman serta mengalami Ekaristi sebagai sumber dan puncak kehidupan Gereja yang mempersatukan seluruh umat Allah. (RD. Eric Liwun)

You may also like