MENANTI SANG GEMBALA: Kesetiaan Umat Mengiringi Kunjungan Kanonis Perdana Uskup Larantuka di Kalikasa dan Lerek

by Komsos Keuskupan Larantuka

KALIKASA, Komsos Larantuka – Ada pemandangan yang berulang selama kunjungan kanonis perdana Uskup Larantuka ke Paroki Kalikasa dan Paroki Lerek pada 12–15 Juni 2026. Di tepi jalan, di bawah terik matahari maupun menjelang gelapnya petang, umat berdiri dengan penuh harap. Ada yang datang bersama anak-anak mereka, ada pula para lanjut usia yang bertahan menunggu dengan sabar. Mereka semua memiliki kerinduan yang sama: berjumpa dengan gembala mereka.
Di berbagai titik sepanjang perjalanan, kendaraan yang ditumpangi Uskup Larantuka dan rombongan terpaksa berhenti. Bukan karena hambatan di jalan, melainkan karena begitu banyak umat yang telah menanti sejak lama untuk menyapa, berjabat tangan, dan menerima berkat dari sang uskup.
Penantian itu bukan berlangsung selama beberapa menit. Ada umat yang telah berkumpul berjam-jam sebelumnya. Mereka tidak beranjak pulang meskipun waktu kedatangan rombongan mengalami perubahan. Sebaliknya, mereka tetap bertahan dengan penuh kesabaran.

Penyambuutan Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro di Paroki Lerek

Wajah-wajah penuh harap itu memperlihatkan betapa besar kasih umat kepada Gereja dan gembala yang diutus untuk melayani mereka. Anak-anak melambaikan tangan dengan riang. Para ibu berdiri sambil menggendong balita. Para bapak mengatur kerumunan agar rombongan dapat lewat dengan aman. Semua dilakukan dengan sukacita.
Di Stasi Karangora, seorang ibu yang enggan menyebutkan namanya mengungkapkan alasan mengapa ia rela menunggu begitu lama.
“Kemarin kami tidak sempat menyalami Bapa Uskup di Kalikasa. Jadi kami tunggu Bapa dari Lerek kembali ke Kalikasa. Kami sudah menunggu dari jam tiga sore. Bapa Uskup baru tiba sekitar jam setengah tujuh malam. Saya sangat senang bisa menyalami Bapa Uskup,” tuturnya dengan mata berbinar.
Ungkapan sederhana itu menjadi gambaran nyata tentang kesetiaan umat. Mereka tidak memperhitungkan waktu yang terbuang atau lelah karena menunggu. Bagi mereka, kesempatan bertemu dengan uskup merupakan berkat yang tidak ingin dilewatkan.
Kesetiaan umat inilah yang tampaknya menjadi sumber kekuatan bagi Uskup Larantuka dan rombongan. Perjalanan panjang dengan medan yang tidak selalu mudah, jadwal yang padat, serta keterbatasan waktu istirahat tidak menyurutkan semangat pelayanan. Setiap kali melihat umat yang menunggu dengan penuh sukacita, rasa lelah seakan terbayar.
Kehadiran seorang uskup di tengah umat ternyata memiliki makna yang begitu mendalam. Bukan semata-mata karena jabatan yang disandangnya, melainkan karena ia hadir sebagai gembala yang berjalan bersama umatnya. Sapaan singkat, jabat tangan, dan berkat yang diberikan menjadi pengalaman rohani yang membekas dalam hati banyak orang.
Kunjungan kanonis ini memperlihatkan bahwa Gereja sungguh hidup dalam relasi yang hangat antara gembala dan umat. Umat tidak hanya membutuhkan pelayanan sakramental, tetapi juga kedekatan, perhatian, dan perjumpaan yang menguatkan.
Di tengah dunia yang terus berubah, kesetiaan umat di Kalikasa dan Lerek menjadi kesaksian iman yang indah. Mereka mengajarkan bahwa mencintai Gereja kadang diwujudkan dalam tindakan-tindakan sederhana: meluangkan waktu, rela menunggu, dan tetap bertahan demi menyambut kehadiran sang gembala.
Barangkali, yang akan paling dikenang dari kunjungan ini bukanlah panjangnya perjalanan yang ditempuh atau padatnya agenda yang dijalani, melainkan wajah-wajah umat yang dengan sabar menanti di pinggir jalan, senyum yang merekah saat dapat berjabat tangan dengan uskup, serta sukacita yang lahir dari perjumpaan sederhana namun penuh makna.
Dalam kunjungan kanonis yang berlangsung selama empat hari tersebut, Uskup Larantuka didampingi oleh Sekretaris Uskup, RD. Fransiskus Kwaelaga; Deken Lembata, RD. Blasius Masang Kleden; Ketua Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Larantuka, RD. Anselmus Liwun; serta beberapa anggota THS-THM.
Rangkaian kegiatan diawali pada Jumat, 12 Juni 2026, dengan pemberkatan dan peresmian Gereja Stasi Santo Petrus Kolilerek, Paroki Kalikasa. Pada Sabtu, 13 Juni 2026, Uskup Larantuka menerimakan Sakramen Krisma kepada 236 anak dan remaja di Paroki Kalikasa. Selanjutnya, pada Minggu, 14 Juni 2026, sebanyak 139 anak dan remaja menerima Sakramen Krisma di Paroki Lerek.
Pada malam hari, rombongan kembali ke Kalikasa untuk mengadakan tatap muka dengan kelompok Ikatan Tenaga Dalam Murni (ITDM). Keesokan harinya, Senin, 15 Juni 2026, Uskup Larantuka memimpin pemberkatan dan peresmian Gereja Stasi Lewokukung, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Lewoleba untuk melanjutkan beberapa kegiatan lainnya di Lewoleba dan sekitarnya sebelum kembali ke Larantuka.
Selama kunjungan tersebut, tiga gereja/kapela diberkati dan diresmikan, serta 376 anak dan remaja menerima Sakramen Krisma. Namun, di atas semua itu, kunjungan ini meninggalkan pelajaran berharga tentang arti sebuah kesetiaan.
Kesetiaan umat untuk tetap menunggu, kesetiaan seorang gembala untuk terus hadir, dan kesetiaan Gereja untuk berjalan bersama umatnya. Sebab, sering kali iman tidak hanya tampak dalam doa-doa yang diucapkan, tetapi juga dalam kesediaan untuk tetap bertahan menanti dengan penuh harapan.(@sly)

You may also like