LITE, Komsos Larantuka — Sabda Tuhan tidak hanya dibaca dari lembaran Kitab Suci. Di Paroki St. Yoseph Lite, Sabda Allah hadir melalui layar digital dalam suasana yang kompetitif, edukatif, dan penuh persaudaraan.
Hal itu tampak dalam puncak rangkaian Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026 di Paroki St. Yoseph Lite, Rabu, 30 September 2026. Kegiatan diisi dengan Kuis Kitab Suci berbasis Smart Kuis yang mempertemukan umat dari berbagai stasi dalam semangat belajar dan mendalami Sabda Allah secara kreatif.
Kuis tersebut diikuti oleh tiga peserta dewasa dari setiap stasi se-Paroki St. Yoseph Lite. Mereka hadir membawa semangat komunitas masing-masing sekaligus menunjukkan antusiasme untuk menguji pengetahuan dan pemahaman terhadap Kitab Suci.
Berbeda dari kuis konvensional, pertanyaan disajikan menggunakan teknologi digital. Peserta menjawab secara langsung melalui perangkat yang tersedia. Jari-jari bergerak memilih jawaban, sementara perhatian tertuju pada layar. Setiap jawaban benar disambut tepuk tangan dan sorak kegembiraan, sementara persaingan berlangsung dalam suasana yang tetap akrab.
Pemanfaatan Smart Kuis menjadi salah satu daya tarik kegiatan tersebut. Bagi sebagian umat yang tidak terbiasa menggunakan teknologi digital, pengalaman ini menghadirkan suasana belajar yang baru. Teknologi yang selama ini banyak digunakan untuk komunikasi dan hiburan ternyata dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran dan pewartaan iman.
Kegiatan ini terlaksana melalui kerja sama antara Paroki St. Yoseph Lite, SMAN 1 Adonara Tengah, dan SDK Lite. Kolaborasi tersebut menunjukkan adanya ruang kerja sama antara Gereja dan lembaga pendidikan dalam mengembangkan cara-cara kreatif untuk mendukung pendalaman iman umat.
Namun, Kuis Kitab Suci bukan sekadar perlombaan untuk menentukan siapa yang paling unggul. Di balik setiap pertanyaan terdapat tujuan pastoral, yakni membantu umat semakin mengenal, memahami, dan mencintai Kitab Suci.
Peserta diajak kembali mengingat tokoh-tokoh Kitab Suci, berbagai peristiwa iman, pesan Yesus, serta nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kompetisi menjadi sarana untuk belajar bersama dan saling memotivasi.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan secara positif dalam kehidupan Gereja. Gereja dapat menggunakan sarana digital untuk menyampaikan pesan iman dengan cara yang lebih komunikatif dan dekat dengan kehidupan umat.
Meski demikian, teknologi tetaplah sarana. Tujuan akhirnya adalah agar Sabda Tuhan tidak berhenti pada layar dan jawaban kuis, tetapi masuk ke dalam hati dan diwujudkan dalam kehidupan.
Karena itu, semangat BKSN diharapkan terus berlanjut setelah kegiatan berakhir. Sabda yang telah dipelajari dapat dibawa pulang ke dalam keluarga, direnungkan bersama dalam komunitas, dan diwujudkan melalui tindakan kasih.
Puncak BKSN 2026 di Paroki St. Yoseph Lite akhirnya menjadi perayaan iman yang mempertemukan Sabda Tuhan, teknologi, pembelajaran, dan persaudaraan. Dari Sabda lahir iman, dari iman tumbuh persaudaraan, dan dari persaudaraan lahirlah kesaksian hidup umat Kristiani.**

