RITAWOLO, Komsos Larantuka — Semangat mencintai Kitab Suci kembali menggema di Paroki Hati Kudus Yesus Ritawolo. Dalam rangka memeriahkan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026, paroki tersebut menggelar Kuis Kitab Suci Tingkat Paroki pada Minggu, 27 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh antusias dan persaudaraan ini mengangkat tema BKSN 2026, “Yesus Guru yang Penuh Kuasa: Wajah Yesus dalam Injil Matius.” Kuis menjadi salah satu cara kreatif umat untuk mendalami Kitab Suci sekaligus semakin mengenal pribadi, ajaran, dan karya Yesus yang diwartakan dalam Injil Matius.
Sebanyak delapan stasi di wilayah Paroki Hati Kudus Yesus Ritawolo ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kedelapan stasi itu ialah Stasi Hati Kudus Yesus Ritawolo, Stasi St. Petrus Era, Stasi Fransiskus Xaverius Kebang Beludua, Stasi St. Agustinus Waodei, Stasi St. Arnoldus Jansen Riang Petung, Stasi St. Ignasius Loyola Ubek, Stasi St. Herman Yoseph Pehan Getung, dan Stasi St. Yohanes Maria Vianney Waoihelan.
Peserta datang dari tiga kelompok usia, yakni Sekami-Sekar, Orang Muda Katolik (OMK), dan umat dewasa. Kehadiran mereka membuat kegiatan tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan dan kebersamaan umat dari berbagai stasi.
Antusiasme umat semakin terasa dengan hadirnya para anggota Dewan Pastoral Paroki (DPP), para Dewan Stasi dari delapan stasi, serta umat yang memberikan dukungan kepada para peserta. Kebersamaan tersebut memperlihatkan bahwa pendalaman Kitab Suci merupakan tanggung jawab bersama seluruh umat, bukan hanya kelompok atau kalangan tertentu.
Sabda Allah Jangan Berhenti di Bulan Kitab Suci
Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Ritawolo, RD. Mikhael Samon Beraona, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh umat yang telah terlibat dalam kegiatan tersebut.
Ia mengajak umat untuk terus membangun kehidupan iman dengan semakin rajin membaca dan mendalami Kitab Suci.
“Terima kasih banyak atas keterlibatan umat dalam kegiatan ini. Mari kita membangun iman dengan sering membaca dan mendalami Kitab Suci.”
Bagi Pastor Paroki, kecintaan terhadap Kitab Suci tidak boleh berhenti ketika Bulan Kitab Suci Nasional berakhir. Sabda Allah justru perlu terus dibaca, direnungkan, dan dihidupi dalam kehidupan sehari-hari.
Ajakan tersebut menjadi penting karena BKSN bukan sekadar momentum tahunan dengan berbagai perlombaan dan kegiatan. Lebih dari itu, BKSN menjadi kesempatan untuk membawa umat semakin dekat dengan Sabda Allah dan menemukan wajah Yesus di tengah kehidupan mereka.
Bukan Sekadar Perlombaan
Kegiatan Kuis Kitab Suci secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua DPP Hati Kudus Yesus Ritawolo, Yohanes Kewa Ama, yang mewakili Ketua DPP.
Dalam sambutannya, Yohanes menyampaikan terima kasih kepada seluruh umat, para peserta, Dewan Stasi, serta semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia mengajak umat agar semangat mendalami Kitab Suci terus dikembangkan dalam kehidupan menggereja dan tidak hanya dilakukan ketika BKSN berlangsung.
“Terima kasih banyak atas keterlibatan semua umat dalam mengikuti kegiatan perlombaan ini. Mari kita tetap meningkatkan kegiatan-kegiatan pendalaman Kitab Suci di hari-hari selanjutnya. Jangan hanya menunggu Bulan Kitab Suci, tetapi hendaknya kita terus menjalankannya secara terus-menerus.”
Yohanes juga memberikan apresiasi kepada para Ketua Dewan Stasi dari delapan stasi yang telah mendorong keterlibatan umat masing-masing serta merespons undangan dari Seksi Kitab Suci Tingkat Paroki Hati Kudus Yesus Ritawolo.
Dengan demikian, kuis menjadi lebih dari sekadar kegiatan untuk menguji siapa yang paling banyak mengetahui isi Kitab Suci. Di balik pertanyaan dan jawaban yang diberikan, terdapat proses belajar bersama untuk mengenal Sabda Allah secara lebih dekat.
Dari Perlombaan Menuju Kehidupan
Pelaksanaan kegiatan ini didukung oleh tim panitia yang melibatkan Penyuluh Agama Katolik Patrisius Poa Pada, Yohanes Kopong Waton, dan Maria Ema Boli. Bersama berbagai unsur umat, mereka mempersiapkan kegiatan sehingga dapat berlangsung dengan baik.
Kuis Kitab Suci Tingkat Paroki Hati Kudus Yesus Ritawolo akhirnya menjadi momentum yang mempertemukan umat dari delapan stasi dalam semangat persaudaraan. Sekami-Sekar, OMK, dan umat dewasa duduk dalam satu ruang yang sama, membawa semangat yang sama: belajar mengenal Sabda Allah.
Tema “Yesus Guru yang Penuh Kuasa: Wajah Yesus dalam Injil Matius” pun tidak berhenti sebagai tema kegiatan. Ia menjadi undangan bagi umat untuk melihat kembali bagaimana Yesus hadir sebagai Guru yang mengajar dengan kuasa, tetapi sekaligus menghadirkan kasih, kebenaran, persaudaraan, dan keselamatan.
Karena itu, tantangan sesungguhnya bukan hanya mampu menjawab pertanyaan dalam kuis. Tantangan yang lebih besar adalah membawa Sabda yang telah dibaca dan dipelajari itu ke dalam kehidupan nyata.
Dari ruang perlombaan, Sabda Allah diharapkan bergerak menuju keluarga. Dari keluarga, menuju KBG dan stasi. Dan dari komunitas-komunitas umat, Sabda itu diharapkan semakin nyata dalam cara umat berbicara, bersikap, mengampuni, melayani, dan membangun persaudaraan.
Semangat BKSN 2026 di Paroki Hati Kudus Yesus Ritawolo pun diharapkan tidak berakhir bersama bulan September. Kitab Suci hendaknya terus menjadi sumber iman, pengharapan, dan pedoman hidup, sehingga wajah Yesus dalam Injil Matius semakin tampak dalam kehidupan umat sehari-hari. (Tim Komsos Keuskupan Larantuka – Patrisius)


