LITE, Komsos Larantuka — Bunyi gong menggema di tengah suasana penuh sukacita. Bukan sekadar tanda dimulainya sebuah perlombaan, gong itu menjadi penanda bahwa umat Paroki St. Yosep Lite kembali melangkah bersama dalam terang Sabda Tuhan.
Senin, 28 September 2026, Gereja dan Aula Paroki St. Yosep Lite dipenuhi umat dari berbagai usia. Anak-anak, orang dewasa, pengurus stasi, agen pastoral, pendamping, hingga para pendukung kegiatan hadir dalam pembukaan Lomba Kitab Suci dalam rangka Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026.
Pembukaan berlangsung dalam suasana meriah dan penuh nuansa iman. Pastor Paroki St. Yosep Lite, RD. Hendrikus Sam Dosinaen, bersama para peserta mengarak Kitab Suci sebelum menempatkannya secara khidmat sebagai pusat kegiatan. Tindakan tersebut menjadi simbol bahwa seluruh rangkaian perlombaan tidak pertama-tama diarahkan pada kompetisi, melainkan pada penghormatan dan kecintaan terhadap Sabda Allah.
Dalam sambutannya, RD. Hendrikus Sam Dosinaen mengajak umat mendalami tema BKSN 2026, “Yesus Guru yang Penuh Kuasa Menurut Injil Matius.” Tema tersebut mengajak umat untuk mengenal Yesus bukan sekadar sebagai seorang guru yang menyampaikan pengetahuan, tetapi sebagai Guru Sejati yang mengajar dengan kuasa ilahi. Sabda-Nya menyembuhkan, memulihkan, membebaskan, sekaligus menuntun manusia menuju kehidupan. Karena itu, menurut Romo Sam, Lomba Kitab Suci tidak boleh dipahami semata-mata sebagai arena untuk menentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi umat untuk berjumpa dengan Yesus Sang Guru melalui Sabda-Nya.
Dari Sabda, umat berjalan bersama. Pesan tersebut menjadi semakin bermakna karena kegiatan BKSN tahun ini ditempatkan dalam konteks perjalanan pastoral Paroki St. Yosep Lite menuju satu abad berdirinya paroki pada tahun 2029. Romo Sam menegaskan bahwa persiapan menuju satu abad bukan hanya berbicara tentang pembangunan fisik, gedung gereja, maupun pembenahan berbagai fasilitas. Jauh lebih penting adalah membangun umat yang hidup, bersatu, berpartisipasi, dan siap menjalankan perutusan Gereja. Semangat itu sejalan dengan panggilan sinodalitas yang menempatkan persekutuan, partisipasi, dan misi sebagai bagian penting dari perjalanan Gereja. Semuanya berawal dari Sabda. “Pada mulanya adalah Sabda.” Dari Sabda, umat dipersatukan. Dalam persatuan, umat belajar berpartisipasi. Dan melalui partisipasi, umat diutus untuk menjalankan misi. Dalam kerangka itulah Lomba Kitab Suci menjadi salah satu langkah awal yang berarti dalam perjalanan Paroki St. Yosep Lite menyongsong usia 100 tahun. Bahkan pada Oktober 2026 mendatang, paroki akan memulai sejumlah karya penting, antara lain peletakan batu pertama pembangunan menara gereja dan renovasi pastoran. Karya besar membutuhkan kebersamaan yang besar. Dan kebersamaan itu mulai terlihat dalam perayaan BKSN kali ini.
17 Stasi, Satu Semangat
Sebanyak 17 stasi di wilayah Paroki St. Yosep Lite serta SMA Negeri I Adonara Tengah turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Berbagai cabang perlombaan disiapkan, yakni Lomba Membaca Kitab Suci kategori anak dan dewasa, Lomba Mazmur kategori anak dan dewasa, serta Kuis Kitab Suci kategori dewasa. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung pada 28–30 September 2026, bertempat di Gereja dan Aula Paroki St. Yosep Lite. Yang menarik, semangat mengikuti kegiatan tidak dibatasi oleh usia. Anak-anak hadir dengan antusiasme mereka. Orang dewasa datang membawa pengalaman iman. Para orang tua dan pendamping memberikan dukungan. Pengurus stasi serta para agen pastoral mengambil bagian dalam menyukseskan kegiatan. Semua bertemu dalam satu keluarga besar: Keluarga Paroki St. Yosep Lite. Di tengah perlombaan, sekat-sekat usia dan kelompok seakan melebur. Yang tersisa adalah satu kerinduan bersama untuk semakin mengenal, mencintai, dan menghidupi Sabda Tuhan.
Ketika Sabda Mempertemukan Banyak Hati
Kegiatan BKSN ini sekaligus memperlihatkan bahwa karya Gereja tidak pernah berjalan sendirian. Apresiasi disampaikan kepada Tim Pastor dan Dewan Pastoral Paroki (DPP) St. Yosep Lite, Dewan Stasi Lite Kenotan, para sponsor dan donatur, dewan juri, serta semua pihak yang telah menyumbangkan tenaga, pikiran, waktu, perlengkapan, dan dukungan materi. Dukungan juga datang dari Kepala Sekolah SDK Lite, Kepala Sekolah SMA Negeri I Adonara Tengah, serta Pengurus DPS Lite Kenotan yang membantu menyediakan berbagai perlengkapan untuk menunjang kelancaran kegiatan. Keterlibatan banyak pihak tersebut menjadi tanda bahwa ketika hati digerakkan oleh kehendak baik, banyak tangan dapat bersatu untuk satu tujuan. BKSN akhirnya tidak hanya menjadi agenda tahunan Gereja. Ia menjadi ruang perjumpaan, ruang pembinaan iman, sekaligus ruang untuk membangun persaudaraan umat.
Gong Berbunyi, Perjalanan Dimulai
Puncak pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Pastor Paroki bersama Ketua DPP dan Penasehat DPP. Gong pun berbunyi. Perlombaan resmi dimulai. Namun sesungguhnya, yang dimulai bukan hanya sebuah perlombaan. Sebuah perjalanan iman sedang dimulai. Perjalanan untuk semakin mencintai Kitab Suci. Perjalanan untuk semakin mengenal Yesus. Perjalanan untuk semakin mempererat persaudaraan umat. Dan perjalanan untuk mempersiapkan Paroki St. Yosep Lite menuju 100 tahun perjalanan iman dan pelayanan.
Harapannya, dari kegiatan ini lahir bukan hanya para juara yang membawa pulang piala, tetapi terutama umat yang membawa pulang Sabda Tuhan dalam hati dan menghidupinya di dalam keluarga, komunitas, Gereja, dan masyarakat. Sebab kemenangan terbesar bukanlah ketika seseorang berhasil mengalahkan peserta lain. Kemenangan terbesar adalah ketika Sabda Tuhan semakin hidup dalam diri manusia dan menjelma menjadi tindakan kasih dalam kehidupan sehari-hari.
Gong telah dibunyikan. Sabda telah bergema. Perjalanan menuju satu abad Paroki St. Yosep Lite pun terus dimulai, dengan Sabda sebagai dasar, persaudaraan sebagai kekuatan, partisipasi sebagai gerak bersama, dan misi sebagai arah perjalanan. Selamat berlomba. Selamat berjalan bersama. Selamat menyongsong satu abad Paroki St. Yosep Lite. “Yesus Guru yang Penuh Kuasa Menurut Injil Matius.” Santo Yosep, doakanlah kami. (RD. Tisto Kerans)


