SAROTARI, Komsos Larantuka – Setelah melalui proses diskusi panjang dan mendalam, yang dipandu oleh moderator RD. Barnabas Huba Koban dan Ketua Komisi PSE Keuskupan Larantuka, RD. Fransiskus Wio Hurint, peserta Pertemuan Pastoral (PERPAS I) 2026 Keuskupan Larantuka akhirnya merumuskan Tema Umum Aksi Puasa Pembangunan (APP) tahun 2027 beserta tujuan umumnya. Tema Umum yang disepakati adalah “Membangun Persatuan di Tengah Dunia yang Terluka” dengan Tujuan Umum: “Supaya Umat Menyadari Pentingnya Membangun Persatuan di Tengah Dunia yang Terluka”.
Keputusan ini diambil dalam sesi brainstorming PERPAS I 2026 Keuskupan Larantuka pada hari kedua, 16 April 2026, yang berlangsung dinamis dan diwarnai beragam usulan dari para peserta yang terdiri dari para Pastor dan Frater yang berkarya di Keuskupan Larantuka. Rumusan tema umum ini diharapkan menjadi fondasi bagi seluruh rangkaian Aksi Puasa Pembangunan tahun 2027 mendatang di seluruh wilayah Keuskupan Larantuka.
Proses perumusan tema ini tidak terlepas dari visi dan misi Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro yang menjadi gagasan utama lahirnya tema APP 2027. Dari visi dan misi tersebut, tampak jelas bahwa Mgr. Yohanes Hans Monteiro berpihak kepada mereka yang lemah dan menderita. Gereja dipanggil untuk menjadi wadah yang terus bertumbuh dalam membangun Tubuh Mistik Kristus, termasuk memberikan perhatian pada mereka yang sedang sakit, lemah dan terpinggirkan. Gereja harus mengambil posisi sebagai pribadi yang berbelas kasih seperti Kristus, menjadi tanda keselamatan atau tanda kehadiran Allah yang meneguhkan dan menyembuhkan. Lebih dari itu, Gereja dipanggil untuk menjadi tanda yang membebaskan orang dari perpolitikan yang tidak sehat, sekaligus menjadi pembebas yang menyelamatkan umat dari budaya konsumerisme dan mental instan. Gereja mesti menyuarakan seruan profetis untuk menguatkan kelompok rentan, yakni mereka yang miskin, tersingkir, dan tertindas.
Dalam sesi diskusi yang berlangsung hangat, muncul beragam usulan dari para peserta. Sejumlah peserta mengingatkan bahwa dalam rumusan tema APP tahun 2027, yang perlu dikedepankan adalah soal persatuan untuk menanggapi realita perang dan perkelahian yang marak terjadi di Keuskupan Larantuka belakangan ini. Ada pula usulan agar tema APP mesti bermuara pada iman, harapan, dan kasih sebagai dasar kekuatan Gereja. Beberapa peserta mengaitkan tema APP dengan liturgi sebagai penggerak perubahan, sementara yang lain mengingatkan pentingnya Dokumen Gereja seperti Sacrosanctum Concilium, Lumen Gentium, Dei Verbum, dan Gaudium et Spes sebagai dasar dalam menentukan tema APP. Sebagian peserta menekankan bahwa tema APP harus disusun berdasarkan situasi atau realitas yang sedang terjadi, dan persatuan menjadi hal mendesak yang mesti dibicarakan. Ada pula yang mengusulkan semangat satu roh untuk membangun Tubuh Kristus yang misioner, serta rumusan tentang mewujudkan persatuan dalam satu pengharapan di tengah keberagaman umat.
Setelah melalui proses penyaringan dan diskusi yang alot, moderator menyimpulkan bahwa arah kerucut gagasan APP 2027 adalah persatuan dan solidaritas. Peserta PERPAS I 2026 akhirnya menyepakati Tema Umum APP 2027 yakni “Membangun Persatuan di Tengah Dunia yang Terluka”. Kata “terluka” pada rumusan tema ini dipahami dalam kerangka iman, bahwa Allah menciptakan semua baik adanya dan situasi keterlukaan hanya disebabkan oleh dosa yang dibuat oleh manusia. Dengan tema ini umat Keuskupan Larantuka diharapkan mampu menghidupi semangat persatuan ini di tengah berbagai tantangan dunia yang terluka, mewujudkan Gereja yang menjadi tanda keselamatan dan pengharapan bagi semua. (@sly)
MEMBANGUN PERSATUAN DI TENGAH DUNIA YANG TERLUKA: Tema Aksi Puasa Pembangunan 2027

