KUNJUNG UMAT DI BUKIT INDAH, TANAH PUTIH: Uskup Dengarkan Harapan Warga Relokasi

by Komsos Keuskupan Larantuka

LEWOLEBA, Komsos Larantuka – Umat di Hunian Tetap (HUNTAP) Bukit Indah, Tanah Putih, Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata mendapat kunjungan Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro pada Selasa (16/6/2026). Kunjungan pastoral ini menjadi momen istimewa bagi warga yang selama beberapa tahun terakhir membangun kembali kehidupan mereka setelah meninggalkan kampung halaman akibat bencana erupsi Gunung Ile Lewotolok.

Kunjungan Uskup di HUNTAP Bukit Indah, Tanah Putih – Ile Ape – Lembata

Kehadiran uskup disambut hangat oleh umat. Selain menjadi kesempatan untuk berdoa bersama, kunjungan tersebut juga membuka ruang dialog antara gembala umat dengan masyarakat yang tinggal di lokasi relokasi. Berbagai harapan dan kebutuhan warga disampaikan secara langsung kepada uskup.
Salah satu warga yang menyampaikan harapannya adalah Petrus Purek (63), warga asal Desa Atawatung. Ia menuturkan bahwa dirinya bersama sejumlah warga lainnya telah tinggal di Bukit Indah Tanah Putih sejak tahun 2022. Mereka menempati hunian tetap yang dibangun oleh Caritas Keuskupan Larantuka sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak erupsi.
Menurut Petrus, sebanyak 126 unit rumah dibangun di kawasan tersebut, termasuk satu unit rumah contoh. Namun, hingga kini tidak semua rumah ditempati. Dari total rumah yang tersedia, baru 53 unit yang dihuni oleh warga. Sementara itu, sebagian rumah lainnya masih kosong karena ada warga yang memilih kembali ke Desa Atawatung.
“Atawatung berjarak sekitar 24 kilometer dari Bukit Indah. Ada warga yang pergi pulang karena berbagai pertimbangan,” ujarnya.
Meski demikian, Petrus mengaku bersyukur dapat tinggal di tempat yang lebih aman. Pengalaman menghadapi ancaman erupsi membuat warga menyadari pentingnya memiliki tempat tinggal yang jauh dari kawasan rawan bencana.
“Kami meninggalkan Atawatung karena bencana erupsi Ile Lewotolok. Sekarang kami senang tinggal di sini karena aman dan jauh dari bencana,” katanya.
Di balik rasa syukur itu, warga masih menghadapi sejumlah keterbatasan. Salah satu kebutuhan yang paling dirasakan adalah pelayanan gereja yang lebih intensif. Petrus menyebutkan bahwa sekitar 53 keluarga asal Atawatung yang berada di kawasan tersebut merindukan kehadiran gereja dalam hidup mereka.
“Kami rindu dilayani pastor. Kami ingin punya gereja, tempat ibadat sehingga umat di sini dapat berkumpul untuk berdoa dan mengikuti perayaan setiap pada Minggu,” ungkapnya.
Selain tempat ibadat, masyarakat juga berharap adanya pembangunan fasilitas pendidikan. Hingga saat ini, belum tersedia sekolah di kawasan Bukit Indah, Tanah Putih. Kondisi tersebut mengharuskan anak-anak menempuh perjalanan ke Desa Atawatung untuk mengikuti kegiatan belajar.
“Kami ingin ada bangunan sekolah untuk anak-anak kami agar mereka bisa memperoleh pendidikan dengan lebih mudah,” kata Petrus.
Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, warga tetap berupaya menjalani kehidupan dengan penuh harapan. Bantuan pemerintah melalui program Bantuan Langsung Tunai (BLT) turut membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Kunjungan Uskup di HUNTAP Bukit Indah, Tanah Putih – Ile Ape – Lembata

Bagi umat di Bukit Indah, Tanah Putih, kunjungan Uskup Larantuka bukan sekadar agenda pastoral biasa. Kehadiran uskup dipandang sebagai bentuk perhatian dan kedekatan gereja dengan umat yang sedang berjuang membangun kehidupan baru setelah dilanda bencana. Dalam kunjungan itu, uskup mendengarkan berbagai aspirasi masyarakat, memberikan penguatan iman, serta mendoakan seluruh warga. Sebelum mengakhiri pertemuan, uskup juga memberkati umat yang hadir.
Kunjungan tersebut meninggalkan harapan baru bagi masyarakat Bukit Indah, Tanah Putih. Mereka berharap perhatian dari gereja dan berbagai pihak dapat terus berlanjut, terutama dalam memenuhi kebutuhan pelayanan rohani, pendidikan, dan fasilitas penunjang lainnya. Dengan demikian, hunian tetap yang kini menjadi tempat tinggal mereka tidak hanya menjadi tempat yang aman dari bencana, tetapi juga lingkungan yang mampu mendukung pertumbuhan iman dan masa depan generasi penerus. (@sly)

You may also like