LEWORAHANG, Komsos Larantuka – “Saya belum siap pindah tugas, tetapi sebagai imam saya harus taat.” Ungkapan penuh haru itu disampaikan RD. Thobias Tube Kerans (Romo Tisto) saat menyampaikan sambutan perpisahannya dalam Perayaan Ekaristi Serah Terima dan Pelantikan Pastor Paroki Santo Antonius Padua Leworahang, Jumat (19/6/2026). Kalimat sederhana tersebut menggambarkan pergulatan batin sekaligus semangat ketaatan seorang imam yang siap diutus ke mana pun Gereja membutuhkannya. Setelah kurang lebih tiga tahun melayani umat Paroki Santo Antonius Padua Leworahang, Romo Tisto secara resmi menyerahkan tugas dan tanggung jawab pastoral kepada RD. Leonardus Lewokrore (Romo Leo) yang dilantik sebagai Pastor Paroki Leworahang yang baru.

Romo Lukas, Romo Tisto, Romo Leo, dan Diakon Epo pada Misa Serah Terima dan Pelantikan Pastor Paroki Leworahang
Perayaan Ekaristi yang berlangsung di Gereja Santo Antonius Padua Leworahang itu dipimpin oleh Romo Tisto dan dihadiri Deken Larantuka RD. Lukas Laba Erap (Romo Lukas), RD. Anselmus Liwun, Diakon Epo Riberu, para Frater, para Suster, para pengurus Dewan Pastoral Paroki, Dewan Pastoral Stasi, tokoh umat, serta umat beriman yang memadati gereja.
Homili yang disampaikan oleh Deken Larantuka, Romo Lukas dalam perayaan tersebut, menegaskan bahwa pergantian pastor paroki merupakan momen penting dan bersejarah dalam perjalanan iman umat di suatu paroki.
“Hari ini kita berkumpul untuk merefleksikan perjalanan iman di paroki ini. Kita tidak hanya melihat hal-hal yang bersifat materi, program, atau angka-angka, tetapi juga upaya penyelamatan jiwa-jiwa yang menjadi tujuan utama pelayanan Gereja,” katanya.
Menurut Romo Lukas, setiap imam yang diutus ke suatu paroki hadir bukan sekadar sebagai pemimpin umat, melainkan sebagai gembala yang menjaga kawanan domba, umat Allah dan menghadirkan kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari umat beriman.
Ia menjelaskan bahwa tugas seorang imam tidak hanya berkaitan dengan pembangunan sarana fisik atau pelaksanaan program pastoral, tetapi terutama membawa umat semakin dekat dengan Allah dan mengalami keselamatan yang dianugerahkan-Nya.
Mengacu pada bacaan Injil hari itu, Romo Lukas mengingatkan bahwa Yesus tidak pernah mengatakan harta benda tidak penting. Namun Yesus mengajarkan agar manusia memiliki cara pandang yang benar terhadap harta sehingga tidak diperbudak oleh nilai-nilai duniawi.
“Yesus tidak mengatakan harta itu tidak penting. Tetapi Ia mengarahkan cara pandang kita terhadap harta supaya kita tidak tersesat. Bagi para pastor, harta yang paling berharga bukanlah jabatan atau kedudukan, melainkan umat yang mengalami kasih Allah dan tetap tinggal dalam hati umat. Harta yang tidak dimakan ngengat adalah ketulusan dalam pelayanan,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh umat untuk melihat kehidupan dengan mata rohani yang terang dan menjadikan pergantian pastor paroki sebagai momentum penyegaran bagi seluruh komunitas umat beriman.
“Kepada Romo Tisto, terima kasih atas dedikasi dan pengorbanan selama melayani umat Paroki Leworahang. Kepada Romo Leo, selamat datang dan selamat melayani. Semoga kehadiran Romo menjadi berkat bagi umat dan semakin menumbuhkan benih-benih kasih di paroki ini,” katanya.

Serah Terima dan Pelantikan Pastor Paroki Leworahang (19/06/2026)
Suasana haru cukup terasa ketika Romo Tisto menyampaikan sambutan perpisahannya. Dengan suara yang sesekali bergetar, ia mengenang perjalanan pelayanan yang telah dijalaninya bersama umat Paroki Leworahang selama kurang lebih tiga tahun terakhir.
“Hari ini kurang lebih tiga tahun kita ada bersama. Ada cinta, ada persaudaraan, ada ikatan batin antara umat dan gembala. Leworahang dengan seluruh dinamika hidup umatnya telah menyadarkan saya akan pentingnya pengorbanan, kesetiaan, dan ketekunan dalam pelayanan,” tuturnya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh umat, Dewan Pastoral Paroki, Dewan Pastoral Stasi, para ketua Komunitas Basis Gerejawi, tokoh masyarakat, dan semua pihak yang telah mendukung karya pelayanannya selama bertugas di Paroki Leworahang.
Dengan jujur ia mengakui bahwa perpindahan tugas tersebut bukanlah hal yang mudah baginya.
“Terus terang saya belum siap pindah tugas. Saya baru mulai mengenal umat, mulai akrab dan mencintai umat. Tetapi sebagai imam saya harus taat. Saya percaya ini adalah kehendak Tuhan yang mungkin belum sepenuhnya saya mengerti saat ini,” ungkapnya.
Romo Tisto juga menyampaikan permohonan maaf atas segala keterbatasan dan kekurangan selama menjalankan tugas sebagai pastor paroki. Ia berharap kebersamaan yang telah dibangun selama ini tetap terjaga dan terus berkembang di masa mendatang.
Menutup sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat datang kepada Romo Leo dan mendoakan agar pelayanan pastoral di Leworahang semakin berkembang.
Sementara itu, Romo Leo mengawali sambutannya dengan gaya yang hangat dan penuh humor. Ia mengaitkan tugas pastoral dengan suasana kompetisi sepak bola yang akrab dengan kehidupan umat.
“Sambutan saya berhubungan dengan Piala Dunia yang sedang berlangsung. Romo Tisto pendukung Portugal, sedangkan saya pendukung Argentina. Kalau tim yang kita dukung menang, tentu menyenangkan. Tetapi kalau dukungannya berlebihan, bisa juga menyedihkan,” katanya disambut senyuman dan tertawa kecil dari umat.
Dengan analogi sepak bola tersebut, ia mengajak seluruh umat untuk bekerja sama membangun kehidupan menggereja yang terus hidup dan berkembang.
“Seperti permainan bola kaki, kami tetap berupaya menghasilkan “gol” sebanyak-banyaknya. Mari kita bersama-sama membangun paroki ini. Terima kasih atas penerimaan dan suasana sukacita yang saya alami. Terima kasih juga kepada semua pihak yang selama ini mendukung karya pelayanan Gereja di Paroki Leworahang,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Deken Larantuka Romo Lukas kembali menyampaikan apresiasi kepada kedua imam tersebut. Ia mengajak umat untuk bersyukur karena Tuhan terus mengutus para imam untuk melayani umat-Nya.
“Kita bersyukur kepada Tuhan karena mengirim imam-imam terbaik untuk melayani umat-Nya. Dalam usia Paroki Leworahang yang kini memasuki 14 tahun, kita melihat bagaimana paroki ini terus bertumbuh dan bergerak maju,” katanya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Romo Tisto atas dedikasi dan pengorbanannya selama melayani umat Paroki Leworahang serta kepada Romo Leo yang telah menerima tugas baru sebagai pastor paroki di Leworahang.
Mengakhiri sambutannya, Romo Lukas mengingatkan umat agar senantiasa mendukung pelayanan para imam dan tidak membanding-bandingkan pelayanan satu imam dengan imam lainnya.
“Umat sekalian diminta untuk mendukung karya pelayanan para imam. Jangan membanding-bandingkan pelayanan para imam. Pelayanan kami kapan dan di mana pun pada dasarnya sama, yakni demi penyelamatan jiwa-jiwa. Karena itu mari kita berjalan bersama dan saling mendukung dalam membangun Gereja,” tutupnya.

Serah Terima dan Pelantikan Pastor Paroki Leworahang (19/06/2026)
Perayaan Ekaristi serah terima dan pelantikan pastor paroki berlangsung dalam suasana penuh syukur, haru, dan sukacita. Pergantian gembala ini menjadi tanda keberlanjutan pelayanan Gereja sekaligus membuka lembaran baru perjalanan pastoral Paroki Santo Antonius Padua Leworahang dalam mewartakan Injil dan menghadirkan kasih Allah di tengah umat. (@sly)
