RITAWOLO, Komsos Larantuka — Malam 07 September 2026, di Desa Bukit Seburi, Kecamatan Adonara Barat, terasa berbeda. Di tengah suasana malam yang tenang, ribuan nyala lilin menerangi rerumputan tempat berkumpulnya Orang Muda. Cahaya-cahaya kecil itu menyatu menjadi satu terang besar, membawa pesan harapan dan solidaritas bagi masyarakat Flores yang sedang menghadapi bencana alam.
Suasana penuh permenungan tersebut hadir dalam kegiatan Aksi 1.000 Lilin bertajuk Pray for Flores yang digelar oleh Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Ritawolo. Kegiatan ini menjadi ungkapan keprihatinan sekaligus dukungan doa bagi saudara-saudari di berbagai wilayah di Flores yang terdampak bencana gempa bumi.
Ratusan OMK duduk bersama dalam suasana hening. Lilin dinyalakan satu per satu, sementara doa dan lagu-lagu rohani mengisi dan menghiasi malam. Dalam cahaya lilin yang berpendar, OMK diajak untuk tidak hanya mengenang mereka yang menjadi korban, tetapi juga mendoakan keluarga yang kehilangan tempat tinggal, mereka yang terluka, serta masyarakat yang masih berjuang untuk bangkit dan memulihkan kehidupan.
Aksi rohani tersebut dipimpin oleh Pastor Paroki HKY Ritawolo, RD. Mikhael Samuel Beraona, bersama Diakon Rikard Diku, SVD, dan Fr. Erik Witin. Kehadiran para pelayan pastoral menjadi tanda bahwa Gereja ingin terus hadir, mendampingi dan menguatkan umat, terutama ketika mereka menghadapi situasi sulit.
Aksi ini mendapat dukungan dari berbagai unsur masyarakat. Hadir pada kesemptan ini Kapolsek Waiwadan, Kepala Desa Bukit Seburi I dan II, serta seluruh umat Stasi Hati Kudus Yesus Ritawolo. Kebersamaan berbagai unsur ini memperlihatkan bahwa solidaritas kemanusiaan dapat menjadi kekuatan ketika masyarakat bergerak bersama.
Bagi OMK Ritawolo, lilin yang dinyalakan bukan sekadar simbol penerang malam. Setiap nyala lilin menjadi lambang iman, harapan, dan solidaritas. Cahaya kecil yang tampak sederhana menjadi berarti ketika dinyalakan bersama-sama.
“Dari Ritawolo, kami menyalakan cahaya doa untuk Flores. Semoga setiap nyala lilin menjadi tanda harapan, kekuatan, dan solidaritas bagi saudara-saudari kita yang sedang mengalami musibah,” demikian pesan yang disampaikan perwakilan OMK Ritawolo.
Melalui aksi Pray for Flores, OMK HKY Ritawolo juga mengingatkan bahwa solidaritas tidak boleh berhenti pada ungkapan keprihatinan. Kepedulian perlu diwujudkan dalam doa, perhatian, bantuan, dan tindakan nyata bagi mereka yang membutuhkan.
Aksi 1.000 Lilin ini sekaligus menunjukkan wajah OMK yang tidak hanya aktif dalam kegiatan Gereja, tetapi juga peka terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan. Semangat persaudaraan Fratelli Tutti menemukan wujudnya ketika kaum muda berani keluar dari kenyamanan diri dan hadir bersama mereka yang sedang menderita.
Dari Ritawolo, satu pesan sederhana terus menyala: di tengah gelapnya bencana, harapan tidak boleh padam. Satu doa, satu cahaya, dan satu solidaritas dapat menjadi tanda bahwa masyarakat Flores tidak berjalan sendirian. (Patrisius)
