MERAJUT LANGKAH BERSAMA: Dekenat Adonara Mantapkan Desain Pastoral dan Tata Kelola Harta Benda Gereja

Dekenat Adonara, menggelar Lokakarya Desain Program Pastoral dan Tata Kelola Harta Benda Gereja pada Jumat, 18 September 2026. Kegiatan yang bertempat di Waiwerang ini diselenggarakan sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan pengelolaan karya pastoral di tingkat paroki.

by Komsos Keuskupan Larantuka

WAIWERANG, Komsos Larantuka — Dekenat Adonara, menggelar Lokakarya Desain Program Pastoral dan Tata Kelola Harta Benda Gereja pada Jumat, 18 September 2026. Kegiatan yang bertempat di Waiwerang ini diselenggarakan sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan pengelolaan karya pastoral di tingkat paroki.

Lokakarya ini dihadiri oleh jajaran pimpinan keuskupan dan dekenat, di antaranya Deken Adonara RD. Aloysius Dore, Ketua Sekpas Keuskupan Larantuka RD. Bernardus Belawa Wera, moderator RD. Fransiskus Saverius Adi Koten, serta pemateri utama RD. Rosarius Yansen Raring. Turut hadir pula para imam se-Dekenat Adonara, Diakon TOP, Frater TOP, serta para agen pastoral dari masing-masing paroki, khususnya para pengurus Dewan Pastoral Paroki (DPP).

Dekenat Adonara, menggelar Lokakarya Desain Program Pastoral dan Tata Kelola Harta Benda Gereja pada Jumat, 18 September 2026

Memperdalam Hasil Sinode untuk Diterapkan dalam Karya Pastoral

Dalam sambutannya, Ketua Sekpas Keuskupan Larantuka, RD. Bernardus Belawa Wera, mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh. Ia menegaskan bahwa tidak semua hasil pembahasan dalam Sinode dapat secara otomatis diterapkan secara tuntas tanpa adanya penerjemahan ke dalam program konkret.

“Tidak semua hal yang kita katakan di dalam sinode akhirnya mendarat secara tuntas dalam karya pastoral. Maka kesempatan ini menjadi bagi saya secara pribadi supaya bisa bawa pulang ke sekretariat untuk laporan dan bisa mencanangkan ini untuk karya besar yang lain di tingkat Sekpas,” ungkap RD. Bernardus.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya seluruh karya pelayanan Gereja berjalan dalam semangat yang sama, berpedoman pada moto Bapak Uskup Larantuka: “Unum Corpus, Unus Spiritus, Una Spes” — satu tubuh, satu roh, satu harapan.

Senada dengan hal tersebut, Deken Adonara RD. Aloysius Dore mengajak para peserta untuk memanfaatkan lokakarya ini sebagai ruang berbagi pengalaman demi memperkaya wawasan pelayanan. Ia berharap para agen pastoral dapat membawa pulang hasil lokakarya untuk diterapkan di paroki masing-masing.

RD. Aloysius juga mengaitkan kegiatan ini dengan arah program Gereja Lokal Keuskupan Larantuka tahun ini, yakni Tahun Pemberdayaan Ekonomi Umat, agar perencanaan pastoral mampu menghasilkan perubahan nyata dalam kehidupan umat. RD. Aloysius Dore kemudian membuka kegiatan tersebut secara resmi.

Materi Utama: Tata Kelola Program dan Harta Benda Gereja

Materi komprehensif mengenai tata kelola program pastoral dan harta benda Gereja dibawakan oleh RD. Rosarius Yansen Raring. Ia memaparkan dasar-dasar perubahan paradigma pelayanan Gereja, di mana Gereja Partikular hadir sebagai perwujudan Gereja Universal yang mandiri secara spiritual, personal, dan finansial.

Beberapa poin penting dari pemaparan materi meliputi:

Refleksi Wajah Gereja: Peserta diajak mengenali berbagai wajah Gereja—mulai dari Gereja Kultis, Kelompok Tugas, Tertutup, Pastor Sentris, hingga Gereja Persekutuan—agar pelayanan semakin partisipatif.

Peran Strategis DPP: Dewan Pastoral Paroki (DPP) diposisikan bukan sekadar pelaksana teknis, melainkan bagian aktif dalam discernment, perencanaan, koordinasi, pelaksanaan, dan evaluasi bersama umat.

Tiga Sumber Utama Perencanaan Pastoral: (1) Kitab Suci, Tradisi Suci, dan Magisterium Gereja. (2) Dokumen-dokumen resmi Gereja (Konsili Vatikan, Katekismus, ensiklik, nota pastoral, surat gembala, dan amanat sinode). (3) Realitas pastoral kekinian (kebutuhan konkret umat dan masyarakat).

Orientasi Pelayanan: Karya pastoral diarahkan untuk mencapai kemuliaan Allah (Ad Maiorem Gloriam Dei), keselamatan jiwa (Cura Animarum), serta kesejahteraan hidup manusia (Cura Corporum).

Dekenat Adonara, menggelar Lokakarya Desain Program Pastoral dan Tata Kelola Harta Benda Gereja pada Jumat, 18 September 2026

Perencanaan Strategis dengan Pendekatan Appreciative Inquiry (4D)

Dalam sesi teknis perancangan program, peserta diperkenalkan dengan metode perencanaan strategis Appreciative Inquiry yang mencakup empat tahapan:

Dream (Kondisi Ideal): Menggambarkan keadaan masa depan yang ingin dicapai komunitas.

Discovery (Kondisi Riil): Mengidentifikasi kekuatan, potensi, pengalaman, serta tantangan nyata yang dimiliki.

Design (Rencana Program): Menyusun rancangan program berdasarkan kondisi nyata dan tujuan ideal.

Delivery (Harapan Hasil): Mengimplementasikan program serta mengevaluasi dampak positif bagi umat.

Melalui lokakarya ini, Dekenat Adonara berharap sinergi antara para imam dan agen pastoral semakin kuat, melahirkan tata kelola Gereja yang transparan, bertanggung jawab, partisipatif, serta berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan dan iman umat di Keuskupan Larantuka. (Patrisius)

 

 

You may also like