RIANGPUHO, Komsos Larantuka — Sebanyak 30 anggota Confreria Cabang Paroki St. Darius Riangpuho resmi dilantik dalam sebuah perayaan yang berlangsung di Gereja Paroki St. Darius Riangpuho, Minggu, 20 September 2026. Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi umat untuk semakin menghidupkan semangat persaudaraan, pelayanan, dan keterlibatan dalam kehidupan menggereja.
Perayaan pelantikan berlangsung dalam suasana khidmat namun penuh sukacita. Tiga puluh anggota baru menyatakan kesediaan untuk menerima tugas dan tanggung jawab sebagai bagian dari Confreria. Komitmen tersebut bukan hanya menyangkut keanggotaan, tetapi juga kesiapsediaan untuk mengambil bagian dalam pelayanan dan membangun kehidupan iman bersama.
Pelantikan dipimpin oleh Romo Deken Larantuka, RD. Lukas Laba Erap. Dalam pesan yang disampaikan, Deken Larantuka mengingatkan bahwa menjadi anggota Confreria tidak boleh berhenti pada sebuah identitas atau sekadar keikutsertaan dalam suatu kelompok. Keanggotaan tersebut harus menjadi jalan untuk semakin dekat dengan Tuhan dan semakin peka terhadap kebutuhan sesama.
“Confreria bukan sekadar nama, tetapi panggilan untuk hadir dan melayani,” demikian penegasan yang menjadi pesan penting dalam momentum tersebut.
Semangat pelayanan, menurutnya, perlu diwujudkan dalam kehidupan konkret. Iman tidak cukup hanya dirayakan di dalam Gereja, tetapi harus tampak melalui cara umat memperlakukan orang lain, membangun persaudaraan, dan menghadirkan kepedulian di tengah kehidupan bersama.
Karena itu, para anggota Confreria diajak untuk menjadikan keluarga, komunitas basis, lingkungan, dan masyarakat sebagai ruang untuk menghadirkan semangat persaudaraan. Di tengah kehidupan yang sering kali diwarnai berbagai persoalan, kehadiran umat yang mampu mendengarkan, membantu, dan menguatkan menjadi bagian penting dari kesaksian iman.
Pelantikan 30 anggota baru juga menjadi tanda bahwa kehidupan menggereja membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Gereja tidak hanya hidup melalui pelayanan para imam, tetapi juga melalui kesediaan umat untuk mengambil bagian sesuai dengan panggilan dan kemampuannya masing-masing.
Dalam konteks tersebut, Confreria Cabang Paroki St. Darius Riangpuho diharapkan dapat menjadi komunitas yang bertumbuh dalam iman sekaligus bergerak dalam pelayanan. Persaudaraan yang dibangun tidak hanya berhenti pada pertemuan dan kegiatan internal, tetapi berkembang menjadi kepedulian nyata terhadap sesama, terutama mereka yang membutuhkan perhatian.
Dengan dilantiknya 30 anggota baru, sebuah tanggung jawab baru pun dimulai. Mereka tidak hanya menerima tanda keanggotaan, tetapi juga menerima kepercayaan untuk menjadi bagian dari perjalanan pelayanan Gereja di Paroki St. Darius Riangpuho.
Pelantikan tersebut akhirnya menjadi sebuah ajakan: ketika iman telah diterima, pelayanan harus menjadi jawabannya; ketika persaudaraan telah dibangun, kepedulian harus menjadi buahnya.
Dari Riangpuho, semangat itu diharapkan terus bertumbuh, membangun Confreria yang semakin dewasa dalam iman, kuat dalam persaudaraan, dan nyata dalam pelayanan. (Bojan)
80
