KOLI SAGU, Komsos Larantuka – Semangat Sabda Allah terus berkobar dalam hati Orang Muda Katolik (OMK) pada puncak pelaksanaan SVD Youth Day V Distrik Larantuka–Lembata yang berlangsung di Paroki St. Petrus Koli Sagu, Minggu (28/6/2026). Setelah lima hari mengikuti rangkaian kegiatan pembinaan iman, persaudaraan, dan pengembangan diri, ribuan peserta menutup perhelatan ini dengan Perayaan Ekaristi Kudus di pelataran Lapangan Sepak Bola Desa Kolilanang, pusat Paroki St. Petrus Koli Sagu.

Semangat Sabda Allah terus berkobar dalam hati Orang Muda Katolik (OMK) pada puncak pelaksanaan SVD Youth Day V Distrik Larantuka–Lembata yang berlangsung di Paroki St. Petrus Koli Sagu, Minggu (28/6/2026). Setelah lima hari mengikuti rangkaian kegiatan pembinaan iman, persaudaraan, dan pengembangan diri, ribuan peserta menutup perhelatan ini dengan Perayaan Ekaristi Kudus di pelataran Lapangan Sepak Bola Desa Kolilanang, pusat Paroki St. Petrus Koli Sagu.
Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Rektor Distrik Larantuka–Lembata, P. Daniel Nara Gere, SVD, didampingi Pastor Paroki St. Petrus Koli Sagu, P. Severinus Binsasi, SVD. Turut hadir RD. Ade Tolok selaku Moderator OMK Dekenat Adonara bersama para imam moderator OMK dari enam paroki SVD di Keuskupan Larantuka, yakni Paroki Kristus Raja Semesta Alam Watubuku, Paroki St. Maria Ratu Semesta Alam Hokeng, Paroki St. Ignatius Waibalun, Paroki St. Yohanes Pembaptis Ritaebang, Paroki St. Arnoldus Janssen Waikomo, dan Paroki St. Petrus Koli Sagu.
Liturgi penutupan dikemas dalam nuansa inkulturatif budaya Lamaholot. Kekayaan budaya lokal berpadu harmonis dengan liturgi Gereja sebagai ungkapan bahwa iman Kristiani bertumbuh subur di tengah budaya yang hidup. Semangat “Satu Hati Aneka Wajah” yang menjadi tema besar SVD Youth Day V kembali ditegaskan sebagai ajakan bagi kaum muda untuk membangun persaudaraan dalam keberagaman.
Bertolak dari Sabda Tuhan pada Minggu Biasa XIII, “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikuti Aku, ia tidak layak bagi-Ku,” para Orang Muda Katolik diajak menyadari bahwa menjadi murid Kristus berarti berani memikul salib kehidupan sehari-hari. Salib itu diwujudkan dalam komitmen untuk menjauhi pergaulan bebas, narkotika, perjudian, minuman keras, serta berbagai bentuk pesta pora yang merusak masa depan generasi muda.
Lebih dari itu, OMK dipanggil menjadi pelayan yang aktif mengambil bagian dalam kehidupan Gereja, budaya, dan masyarakat. Sebagai mitra karya misi Serikat Sabda Allah (SVD), mereka diajak meneladani spiritualitas Santo Yosef Freinademetz, misionaris pertama SVD yang terkenal dengan ungkapannya, “Salib adalah rezeki makanan sehari-hari seorang misionaris.” Semangat pengorbanan, kesetiaan, dan pelayanan itulah yang diharapkan terus menghidupi kaum muda Katolik.
Perayaan syukur kemudian dilanjutkan dengan resepsi persaudaraan dan malam pentas seni. Keenam kontingen peserta menampilkan berbagai atraksi budaya, tarian, musik, dan kreativitas yang memperlihatkan talenta sekaligus semangat kebersamaan kaum muda. Suasana penuh sukacita dan persaudaraan mewarnai malam penutupan perhelatan tersebut.
Pada kesempatan itu juga diumumkan bahwa Paroki St. Maria Ratu Semesta Alam Hokeng dipercaya menjadi tuan rumah SVD Youth Day VI Tahun 2027. Pengumuman tersebut disambut antusias oleh seluruh peserta sebagai tanda estafet pelayanan dan persaudaraan yang terus berlanjut.

Puncak SVD Youth Day V Distrik Larantuka–Lembata – di Paroki St. Petrus Koli Sagu, Minggu (28/6/2026)
Seluruh rangkaian perayaan dihadiri umat Paroki St. Petrus Koli Sagu, para tamu undangan, serta keluarga besar OMK dari enam paroki peserta. Keesokan harinya, Senin (29/6/2026), para peserta secara resmi dilepas oleh P. Severinus Binsasi, SVD untuk kembali ke paroki masing-masing dengan membawa semangat baru sebagai kaum muda yang diobarkan oleh Sabda Allah.
SVD Youth Day V tidak sekadar menjadi ajang pertemuan kaum muda, tetapi menjadi ruang pembentukan iman yang meneguhkan panggilan mereka untuk bangkit, bertumbuh, dan berbuah dalam Gereja serta masyarakat. Dengan hati yang berkobar oleh Sabda Allah, Orang Muda Katolik diharapkan menjadi generasi yang mencintai Kristus, mengakar dalam budaya, serta berani menjadi saksi Injil di tengah dunia. (Bentara Soverdi)
