76 TAHUN SESADO: Erupsi Tak Padamkan Api Panggilan, Terus Menyiapkan Pelayan Gereja Masa Depan

Uskup Larantuka juga mendorong Seminari San Dominggo untuk terus membangun kerja sama dengan lembaga pendidikan tingkat SMP guna menemukan dan mendampingi calon-calon imam masa depan. Selain itu, Uskup menegaskan pentingnya membangun proses formasi yang baik meskipun masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana.

by Komsos Keuskupan Larantuka

SESADO, Komsos Larantuka — Seminari San Dominggo (Sesado) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 dengan penuh sukacita dan semangat persaudaraan. Mengusung tema “Sesado Bercahaya dalam Harapan, Bertumbuh dalam Persaudaraan,” perayaan ini menjadi momentum syukur atas perjalanan panjang lembaga pendidikan calon imam sekaligus peneguhan komitmen untuk terus membentuk generasi muda yang siap melayani Gereja dan masyarakat.

Perayaan Ekaristi 76 Tahun SESADO

Seluruh rangkaian kegiatan menyongsong HUT ke-76 Sesado dipersiapkan oleh panitia yang berasal dari siswa kelas XII dengan pendampingan Fr. Hendra. Kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter, kreativitas, tanggung jawab, dan kebersamaan bagi seluruh keluarga besar Seminari San Dominggo.
Berbagai perlombaan digelar dengan melibatkan para siswa, guru, serta karyawan-karyawati Sesado. Kegiatan perlombaan dibagi dalam dua kelompok, yakni perlombaan luar dan perlombaan dalam. Perlombaan luar menghadirkan pertandingan futsal yang mempertemukan semangat sportivitas dan kerja sama antarpeserta.
Sementara itu, perlombaan dalam menampilkan beragam bakat dan kreativitas para peserta, antara lain vokal solo, band bisu, mazmur dan baca Kitab Suci, dance, serta catur. Melalui kegiatan tersebut, para siswa diberi ruang untuk mengembangkan kemampuan diri, membangun rasa percaya diri, serta mempererat hubungan persaudaraan di antara seluruh warga Seminari.
Selain perlombaan, panitia juga mengadakan kegiatan bazar pada Minggu, 9 Agustus 2026. Kegiatan ini melibatkan kelompok UMKM di sekitar Seminari serta beberapa mitra dan kenalan lainnya. Bazar menjadi kesempatan untuk membangun relasi dengan masyarakat sekitar sekaligus memperlihatkan keterbukaan Seminari dalam menjalin kerja sama dan kebersamaan dengan lingkungan sosialnya.
Puncak perayaan HUT ke-76 Sesado dilaksanakan pada 15 Agustus 2026 melalui Perayaan Ekaristi bersama yang dipimpin oleh Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro. Perayaan tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Keuskupan Larantuka, RD. Fransiskus Kewaelaga, serta Vikaris Jenderal Keuskupan Larantuka, RD. Adeodatus Hendrikus Leni.
Dalam homilinya, Uskup Larantuka mengajak keluarga besar Sesado untuk terus menghidupi makna tema perayaan, yakni menjadi pribadi yang bercahaya dalam harapan dan bertumbuh dalam persaudaraan. Uskup menegaskan bahwa proses pendidikan calon imam harus selalu berpegang pada empat pilar utama pembinaan, yaitu humaniora (kepribadian), spiritualitas, intelektual, dan pastoral.
Menurut Uskup, keempat pilar tersebut harus menjadi dasar dalam membentuk pribadi calon imam yang matang dan siap diutus. Seorang calon imam tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus memiliki kedalaman iman, kematangan pribadi, serta semangat pelayanan kepada umat Allah.

Perayaan Ekaristi 76 Tahun SESADO

Dalam sambutan setelah Perayaan Ekaristi, Rektor Seminari San Dominggo, RD. Martin Kapitan menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah bekerja keras menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-76 Sesado. Ia juga mengapresiasi pesan Uskup Larantuka yang menjadi arah penting bagi perjalanan pembinaan di Seminari.
Uskup Larantuka juga mendorong Seminari San Dominggo untuk terus membangun kerja sama dengan lembaga pendidikan tingkat SMP guna menemukan dan mendampingi calon-calon imam masa depan. Selain itu, Uskup menegaskan pentingnya membangun proses formasi yang baik meskipun masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana.
Saat ini Seminari San Dominggo telah memasuki tahun kedua berada di Kota Larantuka, tepatnya di Rumah Bina Saron Keuskupan Larantuka, setelah sebelumnya berada di Lembah Hokeng, Kecamatan Wulanggitang. Perpindahan lokasi ini terjadi setelah erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki yang tidak dapat dicegah.
Namun, tantangan tersebut tidak menyurutkan semangat Seminari untuk terus menjalankan tugas pembinaan calon imam. Dengan semangat harapan dan persaudaraan, Sesado terus berusaha menghadirkan pendidikan yang berkualitas demi mempersiapkan para pelayan Gereja di masa depan. (Ino Koten, Pr)

You may also like