WAIWERANG, Komsos Larantuka – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Kecamatan Adonara Timur menyelenggarakan Misa Kenegaraan pada Minggu, 16 Agustus 2026, pukul 08.00 WITA, bertempat di Gereja Paroki Kristus Raja Waiwerang.
Perayaan Ekaristi ini berlangsung bertepatan dengan Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga. Misa dihadiri oleh Camat Adonara Timur, Bapak Ismail Daton Ban, S.T., bersama Forkompimcam Adonara Timur serta umat Paroki Kristus Raja Waiwerang.
Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Deken Wilayah Adonara, RD. Aloysius Dore, dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.
Bunda Maria, Inspirasi Mengisi Kemerdekaan
Dalam homilinya, RD. Aloysius Dore menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperbarui komitmen dalam membangun bangsa dan Lewotana. Bertepatan dengan Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, umat diajak belajar dari nilai-nilai kehidupan yang dihayati Bunda Maria sebagai inspirasi dalam mengisi kemerdekaan.
Pertama, Bunda Maria hidup menurut kehendak Allah. Ia menyerahkan seluruh dirinya kepada Allah. Ia tidak mencari kekuasaan dan kepentingan pribadi. Ia membuka hati kepada Allah demi terlaksananya karya besar Allah di dunia. Sikap ini menjadi teladan bahwa tugas, jabatan dan kekuasaan hendaknya dipakai untuk melayani dan menghadirkan kebaikan bersama.
Kedua, Bunda Maria peduli dan berbelarasa dengan mereka yang menderita. Ia selalu tergerak hati untuk menolong sesama yang mengalami kesulitan hidup. Ia rela berkorban untuk kebahagiaan orang lain, mengunjungi dan menyapa sesamanya yang menderita. Nilai kepedulian dan solidaritas ini menjadi bagian penting dalam mengisi kemerdekaan.
Ketiga, Bunda Maria mengajarkan pembaruan dalam hidup dan menghadirkan tokoh pembaru. Ia seorang wanita sederhana, tetapi melalui keterbukaan dan kesediaannya kepada Allah, ia membawa pembaruan besar bagi kehidupan manusia. Bahkan melalui dirinya, ia menghadirkan tokoh pembaru sejati, yaitu Tuhan kita Yesus Kristus.
Membangun Indonesia dan Lewotana
Teladan Bunda Maria tersebut menjadi inspirasi bagi seluruh umat dalam mengisi kemerdekaan. Indonesia dan Lewotana yang berdaulat, adil dan makmur merupakan tanggung jawab bersama.
“Allah berkarya dalam diri kita untuk membangun bangsa ini sesuai tugas dan jabatan kita masing-masing,” demikian penegasan dalam homili. Ketika Allah berkarya dalam diri kita, kita dipanggil untuk semakin peduli dan berbelarasa dengan sesama serta siap membaharui diri, pola pikir dan pola sikap dalam membangun Indonesia dan Lewotana.
Semangat kemerdekaan karena itu tidak hanya diwujudkan dalam perayaan seremonial, tetapi melalui kehidupan sehari-hari: melayani, menjaga persatuan, peduli kepada sesama, menghargai perbedaan dan bekerja bersama demi kesejahteraan masyarakat.
Camat Adonara Timur: Kita Ini Bersaudara
Dalam sambutannya, Camat Adonara Timur, Ismail Daton Ban, S.T., mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan, persatuan dan perdamaian di wilayah Kecamatan Adonara Timur.
“Kita ini bersaudara. Kita jaga persatuan dan perdamaian di wilayah kecamatan ini,” tegasnya.
Camat menyampaikan terima kasih kepada Ketua Panitia, Muhamad Ilham, S.E., bersama Ibu Leny Ruing, yang telah mengoordinasikan kegiatan ini bersama Tim Pastor dan Dewan Pastoral Paroki (DPP) Kristus Raja Waiwerang.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga toleransi, kerukunan dan kedamaian agar masyarakat sungguh-sungguh hidup sebagai manusia yang merdeka.

Kebersamaan pemerintah, aparat keamanan dan unsur Gereja dalam suasana minum bersama di Rumah Misi Dekenat Adonara.
Minum Bersama: Tanda Kasih dan Persaudaraan
Setelah Perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan minum bersama di Rumah Misi Dekenat Adonara. Kebersamaan tersebut menjadi tanda kasih, persaudaraan dan kerja sama antara pemerintah, Gereja dan masyarakat.
Kegiatan sederhana ini menjadi simbol bahwa pembangunan Indonesia dan Lewotana membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, Gereja dan seluruh masyarakat dipanggil untuk berjalan bersama, saling mendukung dan membangun kehidupan yang semakin damai, adil dan sejahtera.
Misa Kenegaraan HUT RI ke-81 Kecamatan Adonara Timur menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat persaudaraan. Teladan Bunda Maria mengajak setiap orang untuk hidup dalam kehendak Allah, peduli dan berbelarasa kepada sesama, serta berani membaharui diri demi kebaikan bersama.
Dengan semangat tersebut, cita-cita “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” diharapkan tidak berhenti sebagai tema perayaan, tetapi sungguh diwujudkan dalam kehidupan masyarakat Kecamatan Adonara Timur dan seluruh Lewotana. (A12,Pr)
