BERANI UCAP “YA” UNTUK SEUMUR HIDUP: 19 Suster PRR Resmi Mengikrarkan Kaul Kekal

Di hadapan altar Tuhan, di tengah suasana sukacita bercampur haru keluarga dan doa syukur umat, 19 perempuan mengucapkan satu kata sederhana yang mengubah seluruh perjalanan hidup mereka: "ya." Sebuah "Ya" yang bukan hanya untuk hari itu, tetapi untuk sepanjang hidup. Dengan penuh iman mereka menyerahkan diri sepenuhnya kepada Kristus melalui kaul kemiskinan, kemurnian, dan ketaatan dalam Kongregasi Putri Reinha Rosari (PRR). Pada saat yang sama, 23 suster PRR lainnya merayakan yubileum hidup membiara sebagai bukti bahwa kesetiaan kepada Tuhan dapat terus bertahan selama 25, 40, 50, bahkan 60 tahun.

LEBAO TENGAH, Komsos Larantuka – Di hadapan altar Tuhan, di tengah suasana sukacita bercampur haru keluarga dan doa syukur umat, 19 perempuan mengucapkan satu kata sederhana yang mengubah seluruh perjalanan hidup mereka: “ya.” Sebuah “Ya” yang bukan hanya untuk hari itu, tetapi untuk sepanjang hidup. Dengan penuh iman mereka menyerahkan diri sepenuhnya kepada Kristus melalui kaul kemiskinan, kemurnian, dan ketaatan dalam Kongregasi Putri Reinha Rosari (PRR). Pada saat yang sama, 23 suster PRR lainnya merayakan yubileum hidup membiara sebagai bukti bahwa kesetiaan kepada Tuhan dapat terus bertahan selama 25, 40, 50, bahkan 60 tahun.

Perayaan Ekaristi Kaul Kekal dan Yubileum Hidup Membiara Kongregasi Putri Reinha Rosari di Gereja Paroki San Juan Lebao Tengah, Keuskupan Larantuka pada Selasa (30/6/2026).

Peristiwa iman yang sarat makna itu berlangsung dalam Perayaan Ekaristi Kaul Kekal dan Yubileum Hidup Membiara Kongregasi Putri Reinha Rosari di Gereja Paroki San Juan Lebao Tengah, Keuskupan Larantuka pada Selasa (30/6/2026). Mengusung tema “Tuhan adalah Setia,” perayaan ini menjadi ungkapan syukur atas penyelenggaraan Allah yang terus membimbing perjalanan panggilan para suster dalam pengabdian kepada Gereja dan sesama.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, didampingi para imam konselebran. Hadir pula Uskup Emeritus Keuskupan Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Pemimpin Umum Kongregasi PRR, para suster dari berbagai komunitas, keluarga para calon kaul kekal dan para yubilaris, umat dari berbagai paroki, para religius, tokoh masyarakat, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Flores Timur. Gereja dipenuhi umat yang ingin menyaksikan secara langsung salah satu momen paling penting dalam kehidupan religius, ketika seseorang menyerahkan hidupnya sepenuhnya kepada Allah.

Sebanyak 19 suster secara resmi mengikrarkan Kaul Kekal sebagai tanda penyerahan diri seumur hidup kepada Kristus dalam Kongregasi Putri Reinha Rosari. Mereka adalah Sr. Maria Caritas, PRR; Sr. Maria Remigia, PRR; Sr. Maria Getrude, PRR; Sr. Maria Epifani, PRR; Sr. Maria Alfonsin, PRR; Sr. Maria Aurelia, PRR; Sr. Maria Dominic, PRR; Sr. Maria Karin, PRR; Sr. Maria Rosa Mistika, PRR; Sr. Maria Floriana, PRR; Sr. Maria Fidelin, PRR; Sr. Maria Winfrida, PRR; Sr. Maria Cornelia, PRR; Sr. Maria Teresiani, PRR; Sr. Maria Jeanny D’Arc, PRR; Sr. Maria Gerarda, PRR; Sr. Maria Graziela, PRR; Sr. Maria Evangelina, PRR; dan Sr. Maria Gefrina, PRR.

Dalam suasana yang penuh kekhidmatan, satu per satu para suster mengucapkan ikrar kaul abadi. Mereka menyatakan kesediaan untuk hidup dalam kemiskinan, kemurnian, dan ketaatan sampai akhir hayat sebagai wujud penyerahan diri sepenuhnya kepada Kristus. Bagi Gereja, kaul kekal merupakan puncak dari proses pembinaan panjang yang dijalani seorang religius sebelum akhirnya berkomitmen menghayati panggilannya seumur hidup.

Perayaan Ekaristi Kaul Kekal dan Yubileum Hidup Membiara Kongregasi Putri Reinha Rosari di Gereja Paroki San Juan Lebao Tengah, Keuskupan Larantuka pada Selasa (30/6/2026).

Pada kesempatan yang sama, 23 suster PRR merayakan Yubileum Hidup Membiara, mulai dari 25 tahun (Perak), 40 tahun, 50 tahun (Emas), hingga 60 tahun (Intan) hidup bakti. Kehadiran para yubilaris menjadi kesaksian hidup bahwa panggilan religius bukan sekadar janji sesaat, tetapi sebuah perjalanan panjang yang dipenuhi kesetiaan, pengorbanan, dan penyelenggaraan Allah.

Dalam homilinya, Mgr. Yohanes Hans Monteiro menegaskan bahwa inti perayaan hari itu bukanlah kehebatan manusia, melainkan kesetiaan Allah yang terus menyertai umat-Nya.

“Hari ini kita bersyukur bukan karena kehebatan manusia, tetapi karena kesetiaan Tuhan. Kesetiaan itu tampak nyata dalam diri para suster yang hari ini mengikrarkan kaul kekal maupun mereka yang merayakan pesta 25 tahun, 40 tahun, 50 tahun bahkan 60 tahun hidup membiara. Semua ini adalah buah dari kesetiaan Allah yang terus bekerja dalam hidup manusia,” ungkap Uskup.

Menurutnya, sejak awal sejarah keselamatan, Allah selalu menunjukkan diri sebagai Allah yang setia. Meskipun manusia berulang kali jatuh dalam ketidaksetiaan, Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya.

“Sejak awal Allah tetap setia. Walaupun manusia berkali-kali tidak setia, Allah tidak pernah menarik kasih-Nya. Kesetiaan-Nya menjadi dasar harapan bagi setiap orang yang mengikuti Dia.”

Mengaitkan bacaan Injil tentang talenta, Uskup mengingatkan bahwa setiap orang menerima anugerah yang harus dikembangkan demi kemuliaan Allah. Talenta bukanlah milik pribadi yang disimpan, melainkan anugerah yang harus dipersembahkan bagi pelayanan.

“Semua orang diberi talenta oleh Tuhan. Talenta itu bukan untuk disimpan, tetapi untuk dikembangkan. Dalam hidup membiara, para suster mempersembahkan seluruh talenta mereka kepada Allah. Itulah investasi yang paling mulia karena dipersembahkan demi Kerajaan Allah.”

Kepada para suster yang baru mengikrarkan kaul kekal, Uskup berpesan agar terus mengembangkan kemampuan yang dimiliki dan menjadikannya sebagai persembahan bagi Gereja.

“Serahkanlah seluruh talenta kalian kepada Kongregasi dan Gereja. Jadikan hidup kalian sebagai investasi yang menghasilkan buah bagi Kerajaan Allah. Kesetiaan yang dijalani setiap hari akan menjadi kesaksian yang menguatkan banyak orang.”

Suasana haru semakin terasa ketika keluarga para suster menyaksikan putri-putri mereka mengucapkan janji seumur hidup di hadapan Tuhan. Ada tangis yang mengalir bukanlah tangis kehilangan, melainkan tangis syukur karena Tuhan berkenan memanggil anggota keluarga mereka menjadi pelayan-Nya.

Mewakili para yubilaris, Sr. Maria Constansa, PRR, mengungkapkan bahwa seluruh perjalanan hidup membiara yang mereka jalani merupakan bukti nyata cinta Tuhan yang tidak pernah berkesudahan.

“Hari ini adalah lembaran baru bagi kami. Kami tidak pernah ragu akan cinta Tuhan. Kami bertahan hingga saat ini bukan karena kekuatan kami sendiri, tetapi karena kasih Tuhan yang selalu menopang perjalanan kami.”

Ia menegaskan bahwa Kongregasi Putri Reinha Rosari terus bertumbuh karena Roh Kudus senantiasa berkarya di dalamnya.

“Peristiwa hari ini semakin meneguhkan keyakinan kami bahwa Tuhan sungguh setia dan akan terus menyertai perjalanan panggilan kami.”

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Uskup Larantuka, para imam konselebran, Pemimpin Umum Kongregasi PRR, para petugas liturgi, keluarga, serta semua pihak yang selama ini mendukung perjalanan panggilan para suster. Di akhir sambutannya, ia memohon maaf apabila selama perjalanan hidup membiara terdapat sikap atau perkataan yang mungkin melukai sesama.

Perayaan Ekaristi Kaul Kekal dan Yubileum Hidup Membiara Kongregasi Putri Reinha Rosari di Gereja Paroki San Juan Lebao Tengah, Keuskupan Larantuka pada Selasa (30/6/2026).

Mewakili keluarga para suster, Anton Muda mengungkapkan bahwa hari itu menjadi momen yang tak terlupakan bagi keluarga.

“Kami mempunyai banyak rencana bagi anak-anak kami. Namun Tuhan juga memiliki rencana yang jauh lebih indah. Kami menjaga dan membesarkan mereka, tetapi Tuhanlah yang memanggil dan menuntun mereka sampai hari ini.”

Ia mengakui bahwa keluarga tentu merasakan kehilangan karena harus merelakan putri-putri mereka mengabdikan seluruh hidup kepada Tuhan. Namun di balik rasa haru itu tersimpan kebanggaan dan sukacita karena mereka dipilih untuk melayani Gereja.

“Mulai hari ini mereka sungguh menjadi milik Tuhan. Kami titipkan mereka kepada Kongregasi. Doa kami akan selalu menyertai mereka agar tetap setia menghayati kemiskinan, kemurnian, dan ketaatan.”

Sementara itu, mewakili Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Ben Herin menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh suster yang berpesta.

Menurutnya, kesetiaan para suster menjadi teladan bagi masyarakat, khususnya generasi muda, bahwa pengabdian kepada Tuhan selalu menghadirkan sukacita dan harapan.

Pemimpin Umum Kongregasi PRR, Sr. Maria Lusiani, PRR, mengungkapkan rasa syukur atas anugerah panggilan yang terus berkembang dalam kongregasi.

Ia menyampaikan apresiasi kepada keluarga yang telah mempersembahkan putri-putri terbaik mereka bagi Gereja serta memberikan penghormatan kepada para yubilaris yang telah membuktikan kesetiaan mereka selama puluhan tahun. Pada kesempatan itu pula, ia membacakan surat penugasan atau benuming bagi para suster yang menerima perutusan baru di berbagai komunitas pelayanan Kongregasi Putri Reinha Rosari.

Menutup rangkaian perayaan, Mgr. Yohanes Hans Monteiro mengajak seluruh anggota Kongregasi PRR untuk terus menjadi Imago Dei, wajah Allah yang menghadirkan kasih, harapan, dan sukacita di tengah dunia.

Ia mengenang pendiri Kongregasi PRR, Mgr. Gabriel Manek, yang memulai karya besar ini dari iman umat yang sederhana.

“Mgr. Gabriel Manek mendirikan Kongregasi PRR karena melihat iman umat yang kecil dan sederhana. Dari iman yang sederhana itu lahirlah komunitas dan pelayanan yang kini berkembang menjadi karya yang besar.”

Uskup menegaskan bahwa kesetiaan para suster bukan hanya menjadi kebanggaan Kongregasi PRR, tetapi juga menjadi harapan bagi Gereja. Di tengah dunia yang semakin mudah berubah dan sering menghindari komitmen, hidup para suster menjadi kesaksian bahwa kasih kepada Kristus layak diperjuangkan seumur hidup.

Perayaan Ekaristi Kaul Kekal dan Yubileum Hidup Membiara Kongregasi Putri Reinha Rosari di Gereja Paroki San Juan Lebao Tengah, Keuskupan Larantuka pada Selasa (30/6/2026).

Perayaan diakhiri dengan ucapan selamat kepada para suster yang mengikrarkan Kaul Kekal dan para yubilaris, dilanjutkan dengan ramah tamah bersama keluarga, umat, para imam, dan para tamu undangan. Sukacita yang memenuhi Gereja Paroki San Juan Lebao Tengah hari itu menjadi tanda bahwa Tuhan yang setia terus memanggil, menguatkan, dan mengutus para pekerja-Nya untuk menghadirkan kasih-Nya di tengah Gereja dan dunia. (@sly)

 

You may also like