RD. LUKAS LABA ERAP PIMPIN DEWAN IMAM KEUSKUPAN LARANTUKA: Teguhkan Semangat Kolegialitas dan Sinodalitas Imamat

Dewan Imam bukan sekadar struktur administratif, melainkan sebuah wadah pelayanan dan persekutuan para imam untuk membantu Uskup dalam menjalankan tugas kegembalaan. Semangat kolegialitas menjadi landasan penting agar keputusan dan kebijakan pastoral sungguh-sungguh lahir dari komunikasi, dialog, dan kerja sama. Acara Pelantikan ini kemudian ditutup dengan doa dan berkat. Dalam doa berkat, Uskup memohon agar Allah Tritunggal Mahakudus mendampingi para anggota Dewan Imam dalam menjalankan tugas mereka selama tiga tahun ke depan.

by Komsos Keuskupan Larantuka

LARANTUKA, Komsos Larantuka — Dewan Imam Keuskupan Larantuka menggelar sidang pada Kamis, 13 Agustus 2026, bertempat di Rusun Patris Corde. Sidang ini menjadi momentum penting dalam awal masa kegembalaan Mgr. Yohanes Hans Monteiro sebagai Uskup Larantuka, sekaligus menandai terbentuknya Dewan Imam periode tiga tahun ke depan.

Sidang Dewan Imam Keuskupan Larantuka (13/08/2026) di Rusun Patris Corde.

Dewan Imam yang dilantik beranggotakan 19 orang, termasuk Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro. Keberadaan Dewan Imam menjadi salah satu ruang penting bagi Uskup untuk membangun komunikasi, kerja sama, dan semangat kolegialitas bersama para imam dalam menjalankan tugas pelayanan pastoral di Keuskupan Larantuka.

Uskup Mgr. Yohanes Hans Monteiro membuka secara resmi sidang pertama Dewan Imam dalam masa kegembalaannya. Agenda awal sidang adalah pemilihan pengurus Dewan Imam. Dalam proses tersebut, RD. Lukas Laba Erap, Deken Larantuka terpilih sebagai Ketua Dewan Imam Keuskupan Larantuka, sedangkan RD. Aloysius Dore, Deken Adonara dipercaya sebagai Sekretaris.

Sidang Dewan Imam Keuskupan Larantuka (13/08/2026) di Rusun Patris Corde.

Setelah pemilihan pengurus, kegiatan dilanjutkan dengan pelantikan Dewan Imam oleh Uskup Larantuka. Para anggota Dewan Imam yang namanya dibacakan diminta berdiri dan menyatakan kehadiran mereka dengan jawaban, “Ya, saya hadir.” Pernyataan ini menjadi tanda kesiapsediaan para imam untuk menerima tugas pelayanan yang dipercayakan kepada mereka.
Ke-19 anggota Dewan Imam Keuskupan Laratuka terdiri dari unsur ex-officio dan utusan dari berbagai lembaga serta perwakilan para imam. Mereka adalah RD. Adeodatus Hendrikus Leni sebagai Vikjen, RD. Fransiskus Homenara sebagai Vikjud, RD. Fransiskus Kwaelaga sebagai Sekretaris Keuskupan, RD. Wilhelmus Ola Lanan sebagai Ekonom, RD. Bernardus Belawa Wara sebagai Ketua Sekretaris Pastoral Keuskupan Larantuka, RD. Lukas Laba Erap sebagai Deken Larantuka, RD. Aloysius Dore sebagai Deken Adonara, dan RD. Blasius M. Kleden sebagai Deken Lembata. Selain itu, terdapat RD. Martinus Kapitan Sogen sebagai utusan Seminari Hokeng, RD. Paulus Pati Lewar utusan Seminari Tinggi Ritapiret, RD. Barnabas Huba Koban sebagai utusan Unio Keuskupan Larantuka, RP. Antonius Janga, CP sebagai utusan religius, serta RD. Leonardus Lewokrore, RD. Pius Laba Buri, RD. Georgius Harian Lolan, RD. Gabriel Unto da Silva, RD. Emanuel Temaluru, RP. Daniel Nara Gere, SVD, dan RD. Frederik Tutoama Saban.

Pada Acara Pelantikan, Uskup menanyakan kesediaan para anggota untuk menerima dan melaksanakan tugas suci tersebut dengan ikhlas dan penuh kesungguhan hati. Para anggota Dewan Imam menjawab bersama, “Ya, kami bersedia.” Selanjutnya, para anggota mengucapkan janji di hadapan Allah dan Injil Suci. Dalam janji tersebut, mereka menyatakan kesediaan untuk memelihara kemurnian iman Gereja Katolik, melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai anggota Dewan Imam, mendukung Uskup dalam pelayanan pastoral, membangun kerja sama antara Uskup dan para imam, serta menjaga rahasia jabatan sesuai dengan ketentuan hukum dan Statuta Dewan Imam Keuskupan Larantuka.

Sidang Dewan Imam Keuskupan Larantuka (13/08/2026) di Rusun Patris Corde.

Janji tersebut menegaskan bahwa Dewan Imam bukan sekadar struktur administratif, melainkan sebuah wadah pelayanan dan persekutuan para imam untuk membantu Uskup dalam menjalankan tugas kegembalaan. Semangat kolegialitas menjadi landasan penting agar keputusan dan kebijakan pastoral sungguh-sungguh lahir dari komunikasi, dialog, dan kerja sama. Acara Pelantikan ini kemudian ditutup dengan doa dan berkat. Dalam doa berkat, Uskup memohon agar Allah Tritunggal Mahakudus mendampingi para anggota Dewan Imam dalam menjalankan tugas mereka selama tiga tahun ke depan.

Melalui Dewan Imam yang baru ini, Keuskupan Larantuka diharapkan semakin mampu membangun kerja sama yang erat antara Uskup dan seluruh imam. Kesatuan dalam semangat kolegialitas imamat diharapkan menjadi kekuatan untuk menghadirkan pelayanan pastoral yang semakin baik serta membawa manfaat bagi kesejahteraan seluruh Umat Allah di Keuskupan Larantuka. (@sly)

You may also like