WITIHAMA BANGKIT BERSAMA GEMBALA BARU: Membangun Gereja, Menguatkan Persaudaraan

RD. Markus Kapitan Deornay: Keluarga menjadi tempat pertama pertumbuhan iman, sementara Ekaristi menjadi sumber kekuatan bagi umat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

by Komsos Keuskupan Larantuka

WITIHAMA, Komsos Larantuka — “Di atas batu karang ini akan Kudirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” Sabda Yesus dalam Injil Matius 16:18 menjadi pesan iman yang menguatkan perjalanan Gereja, termasuk dalam peristiwa pergantian gembala di Paroki St. Maria Pembantu Abadi Witihama.

Pada Minggu, 23 Agustus 2026, bertempat di Gereja Paroki St. Maria Pembantu Abadi Witihama, berlangsung acara pelantikan dan serah terima jabatan Pastor Paroki. Peristiwa penuh rahmat ini dihadiri oleh ribuan umat yang datang dengan penuh sukacita untuk menyaksikan pergantian tanggung jawab pelayanan pastoral dari gembala lama kepada gembala baru.

Perayaan Ekaristi yang menjadi pusat acara dimulai pukul 07.15 WITA dan dipimpin oleh Deken Adonara, RD. Aloysius Dore. Dalam suasana penuh hikmat dan kekeluargaan, umat bersama-sama merayakan peristiwa penting bagi perjalanan iman Paroki Witihama.

Usai homili, dilaksanakan upacara pelantikan Pastor Paroki baru yang diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Pengangkatan Pastor Paroki oleh Ketua II Dewan Pastoral Paroki (DPP) Witihama. Selanjutnya, RD. Markus Kapitan Deornay mengucapkan janji kesediaan untuk menjalankan tugas pelayanan yang dipercayakan oleh Uskup.

Sebagai tanda penerimaan tugas pelayanan pastoral, Deken Adonara menyerahkan simbol-simbol pelayanan Gereja berupa stola, Kitab Suci, kunci gereja, dan lilin bernyala kepada pastor paroki yang baru. Momen serah terima semakin bermakna ketika Pastor Paroki lama, RD. Mikhael Samon Beraona, menyerahkan tanggung jawab pelayanan kepada penggantinya.

Pelantikan dan serah terima jabatan Pastor Paroki St. Maria Pembantu Abadi Witihama (Minggu, 23 Agustus 2026)

Pelantikan dan serah terima jabatan Pastor Paroki St. Maria Pembantu Abadi Witihama (Minggu, 23 Agustus 2026)

Menutup Satu Babak, Membuka Perjalanan Baru

Pergantian pastor paroki ini sekaligus mengakhiri masa pelayanan RD. Mikhael Samon Beraona sebagai Pastor Paroki Witihama selama empat tahun. Jika dihitung bersama masa pelayanan sebagai pastor rekan, beliau telah mengabdikan diri selama sebelas tahun di tengah umat Witihama.

Dalam perjalanan pelayanannya, berbagai karya pastoral telah dilakukan, mulai dari peningkatan partisipasi umat dalam kehidupan menggereja, membangun persaudaraan umat, hingga menjaga hubungan baik antarumat beragama. Salah satu perkembangan yang tampak adalah meningkatnya kesadaran umat dalam mendukung kehidupan paroki melalui persembahan dan kolekte.

Dalam sambutannya, RD. Mikhael menyampaikan rasa syukur atas perjalanan pelayanan bersama umat Witihama. Ia mengakui bahwa menjadi seorang pastor paroki bukanlah tugas yang mudah, terlebih menghadapi berbagai karakter dan dinamika umat. Namun dengan ketekunan dan cinta pelayanan, semua tantangan dapat dilalui.

Ia juga berpesan agar kasih dan dukungan yang selama ini diberikan umat kepadanya dapat diteruskan kepada pastor paroki yang baru.

“Cinta tulus yang kamu berikan kepada saya, berikan juga sepenuhnya kepada RD. Kustan, jangan hanya setengah-setengah,” ungkapnya.

Ketua DPP Paroki Witihama, Marsel Maing, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pastor paroki lama atas pengabdian dan pelayanan yang telah diberikan. Ia juga menyambut kehadiran pastor paroki baru serta berharap seluruh program pastoral yang telah dirancang dapat dilanjutkan dan dikembangkan.

Ia mengajak umat agar tidak membandingkan kepemimpinan pastor paroki yang lama dan yang baru, melainkan bersama-sama membangun paroki dengan semangat persaudaraan dan kerja sama.

Pelantikan dan serah terima jabatan Pastor Paroki St. Maria Pembantu Abadi Witihama (Minggu, 23 Agustus 2026)

Pelantikan dan serah terima jabatan Pastor Paroki St. Maria Pembantu Abadi Witihama (Minggu, 23 Agustus 2026)

Pelayanan Pastoral Adalah Perjalanan Bersama

Dalam sambutan perdana sebagai Pastor Paroki Witihama, RD. Markus Kapitan Deornay menegaskan bahwa pelayanan pastoral bukanlah perjalanan imam seorang diri, melainkan sebuah perjalanan bersama seluruh umat.

Ia menyadari bahwa Paroki Witihama memiliki karakteristik yang berbeda dengan tempat pelayanan sebelumnya. Dengan jumlah umat yang besar serta wilayah pastoral yang meliputi lembah dan perbukitan, dibutuhkan kerja sama dan keterlibatan semua pihak.

Pastor paroki baru berkomitmen untuk melanjutkan program pastoral yang sudah berjalan, sekaligus memberi perhatian pada penguatan iman keluarga. Menurutnya, keluarga menjadi tempat pertama pertumbuhan iman, sementara Ekaristi menjadi sumber kekuatan bagi umat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Iman Berpusat pada Kristus, Bukan pada Pastor

Dalam homilinya, Deken Adonara, RD. Aloysius Dore, mengingatkan bahwa tugas pelayanan seorang pastor merupakan perutusan yang berasal dari Tuhan.

Mengambil inspirasi dari tokoh Elyakim dan Petrus dalam Kitab Suci, Deken menegaskan bahwa Tuhan mengenal setiap orang yang dipanggil untuk melayani, termasuk RD. Markus Kapitan dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Karena itu, umat diajak menerima pastor paroki baru dengan hati terbuka serta memberikan dukungan dalam perjalanan pelayanannya.

Deken juga menegaskan bahwa pusat iman umat bukanlah pribadi seorang pastor, melainkan Kristus sendiri. Apabila iman umat berakar kuat dalam Kristus, maka setiap pergantian pastor paroki tidak akan menghentikan semangat pelayanan Gereja.

Ia mengajak umat untuk senantiasa mendoakan para imam, bekerja sama dengan para pelayan Gereja, dan membangun komunikasi yang baik antara pastor dan umat.

Pelantikan dan serah terima jabatan Pastor Paroki St. Maria Pembantu Abadi Witihama (Minggu, 23 Agustus 2026)

Pelantikan dan serah terima jabatan Pastor Paroki St. Maria Pembantu Abadi Witihama (Minggu, 23 Agustus 2026)

Menatap Masa Depan Paroki Witihama

Pergantian gembala di Paroki St. Maria Pembantu Abadi Witihama menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan iman umat sekaligus menghadapi tantangan pastoral ke depan.

Sebagai salah satu paroki dengan jumlah umat yang besar, sekitar sembilan ribu jiwa, Paroki Witihama memiliki tantangan dalam meningkatkan kehidupan iman umat. Kehadiran umat dalam perayaan Ekaristi masih menjadi perhatian bersama, demikian juga penguatan kehidupan keluarga, pendampingan anak-anak, serta persoalan sosial akibat tingginya arus perantauan.

Namun, tantangan tersebut bukan menjadi alasan untuk berhenti berharap. Dengan semangat kebersamaan, doa, dan keterlibatan seluruh umat, perjalanan pastoral Witihama diyakini akan terus berkembang.

Gembala boleh berganti, tetapi misi pelayanan Gereja tetap berlanjut. Dari tangan gembala lama kepada gembala baru, estafet pelayanan kembali diteruskan: menghadirkan Kristus, membangun persaudaraan, dan berjalan bersama umat menuju harapan. (Feris Koten, Pr)

You may also like