PER MARIAM AD JESUM: Legioner Komisium Reinha Rosari Larantuka Berziarah Riangbunga, Paroki Lewotobi

Sebanyak 21 kuria Legioner Komisium Reinha Rosari Dekenat Larantuka melaksanakan ziarah rohani ke Gua Maria Rosa Mistika di Stasi Riangbunga dan Relikwi Santo Petrus di Stasi Lewouran, Jumat, 23 Oktober 2026. Ziarah ini menjadi bagian dari upaya memperteguh iman, mempererat persaudaraan, serta memperbarui semangat pelayanan para Legioner dengan berpegang pada tema “Berjalan Bersama Maria Menuju Kristus Sang Damai.”

by Komsos Keuskupan Larantuka

Lewotobi, Komsos Larantuka – Sebanyak 21 kuria Legioner Komisium Reinha Rosari Dekenat Larantuka melaksanakan ziarah rohani ke Gua Maria Rosa Mistika di Stasi Riangbunga dan Relikwi Santo Petrus di Stasi Lewouran, Jumat, 23 Oktober 2026. Ziarah ini menjadi bagian dari upaya memperteguh iman, mempererat persaudaraan, serta memperbarui semangat pelayanan para Legioner dengan berpegang pada tema “Berjalan Bersama Maria Menuju Kristus Sang Damai.”

Kegiatan ziarah diawali dengan perayaan Ekaristi bersama yang dipimpin oleh RD. Moses Watan Boro, didampingi para imam konselebran, yakni Romo Leonardus Lewokrore, Romo Krisna, dan Pater Bora. Perayaan berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan kekhusyukan, yang semakin semarak dengan iringan koor dari Stasi Lewotobi.

Dalam homilinya, RD. Moses Watan Boro mengajak para Legioner untuk menyadari kembali makna kehadiran mereka dalam ziarah. Menurutnya, setiap orang datang membawa pengalaman hidup yang berbeda. Ada yang datang dengan hati penuh sukacita, tetapi ada pula yang membawa kesedihan, pergumulan pribadi, maupun persoalan dalam keluarga.

“Apa pun yang kita alami, kita semua datang ke tempat ini dengan tujuan masing-masing, yakni datang kepada Bunda Maria agar semakin dekat dengan Yesus Kristus,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa ziarah bukan sekadar perjalanan menuju tempat suci atau kesempatan untuk menyampaikan berbagai permohonan kepada Tuhan. Lebih dari itu, ziarah merupakan perjalanan hati untuk semakin mengenal Tuhan, memperdalam iman, dan memperbarui hidup.

Doa Rosario Harus Menghasilkan Buah dalam Kehidupan

Mengacu pada bacaan pertama, RD. Moses mengingatkan bahwa setiap orang yang dipanggil menjadi pengikut Kristus hendaknya hidup dalam kerendahan hati, kelemahlembutan, kesabaran, serta saling membantu dalam kasih.

Pesan ini, lanjutnya, sangat relevan bagi para anggota Legio Maria yang tekun berdoa Rosario, mengikuti pertemuan, dan menjalankan tugas pelayanan. Namun, semua kegiatan rohani tersebut perlu menghasilkan perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengajak para Legioner untuk bertanya kepada diri sendiri: apakah ketekunan berdoa telah membuat mereka semakin rendah hati dan sabar? Apakah pelayanan yang dijalankan telah membantu mereka mengendalikan amarah, menghindari gosip, serta membangun hubungan yang baik dengan sesama?

Menurutnya, seseorang bisa saja rajin berdoa, tetapi masih mudah marah, membicarakan keburukan orang lain, atau menyimpan dendam. Karena itu, kesalehan tidak cukup hanya tampak dalam doa dan kegiatan gerejawi, tetapi harus diwujudkan melalui sikap dan tindakan yang mencerminkan kasih Kristus.

“Bunda Maria tidak pernah membawa kita menjauh dari Yesus. Damai dimulai dari rumah kita sendiri, dari seorang ibu atau bapak yang berbicara dengan lembut, dari kesediaan untuk meminta maaf, serta kemauan untuk mengampuni sesama,” tegasnya.

Pesan ini mengingatkan bahwa keluarga merupakan tempat pertama untuk menumbuhkan perdamaian. Sikap saling menghargai, kesediaan mendengarkan, dan keberanian untuk berdamai menjadi langkah sederhana yang dapat membawa perubahan besar dalam kehidupan bersama.

Legioner Komisium Reinha Rosari Larantuka Berziarah Riangbunga, Paroki Lewotobi

Mengakhiri Dendam, Memulai Perdamaian

Merenungkan bacaan Injil, Rd. Moses juga mengajak para peserta untuk tidak mudah melihat kekurangan orang lain, sementara kekurangan diri sendiri sering kali diabaikan. Bunda Maria hendaknya menjadi teladan iman yang menuntun setiap orang untuk berani melihat kebenaran dalam dirinya, melakukan introspeksi, dan memperbaiki sikap hidup.

Ia menegaskan bahwa perdamaian tidak boleh terus-menerus ditunda. Setiap orang dipanggil untuk mengambil langkah nyata, baik dengan meminta maaf, memberikan pengampunan, maupun membuka kembali hubungan yang sempat renggang.

Bagi para Legioner, berjalan bersama Maria menuju Kristus Sang Damai berarti bersedia menjadi pembawa damai di tengah keluarga, lingkungan masyarakat, dan komunitas Gereja.

“Semua orang yang berjalan bersama Maria menuju Yesus harus membawa damai,” pesannya.

Ia juga mengajak para peserta untuk menjadikan ziarah sebagai kesempatan belajar dari kesetiaan Bunda Maria, meneladani kerendahan hatinya, serta membangun persaudaraan yang semakin kuat. Dengan demikian, pengalaman rohani yang diperoleh selama ziarah tidak berhenti di tempat suci, tetapi terus hidup dalam karya dan tugas perutusan di paroki masing-masing.

Pada kesempatan itu, Rd. Moses turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh umat yang telah mempersiapkan kegiatan ziarah, termasuk para pekerja, petugas liturgi, dan kelompok koor dari Stasi Lewotobi. Ia juga mengapresiasi tersedianya tempat-tempat ziarah yang menjadi kekayaan rohani bagi umat di wilayah tersebut.

Legioner Komisium Reinha Rosari Larantuka Berziarah Riangbunga, Paroki Lewotobi

Ketua Komisium: Ziarah Meneguhkan Iman dan Mempererat Persaudaraan

Ketua Komisium Reinha Rosari Larantuka, Theresia Palang Keda, mengungkapkan rasa syukur atas penyertaan Tuhan yang memungkinkan para Legioner mengikuti kegiatan ziarah dalam keadaan sehat dan dengan hati terbuka untuk menjawab panggilan Bunda Maria.

Ia menjelaskan bahwa ziarah merupakan salah satu program tahunan Legio Maria. Pada bulan Mei, ziarah dilaksanakan di tingkat kuria, sedangkan pada bulan Oktober, yang dikenal sebagai bulan Rosario, ziarah dilaksanakan di tingkat Komisium.

Dalam ungkapannya, Theresia menyampaikan terima kasih kepada Romo Hironimus Kaja Kwure yang telah menyediakan Gua Maria Rosa Mistika di Riangbunga sebagai tempat umat berdoa dan mendekatkan diri kepada Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria.

Ia berharap kehadiran para Legioner dalam ziarah ini menjadi kesempatan untuk membawa segala luka batin, pergumulan, dan pengalaman hidup kepada Tuhan, sehingga mereka memperoleh kekuatan untuk bangkit dan melanjutkan perjalanan iman.

“Semoga melalui ziarah ini, iman kita semakin diteguhkan, harapan diperkokoh, dan kesetiaan kita sebagai Legioner terus bertumbuh sampai nuan tutu musim Labor,” ungkapnya.

Theresia juga menekankan bahwa ziarah bukan hanya memperdalam hubungan pribadi dengan Tuhan, melainkan juga memupuk persaudaraan dan kekompakan di antara para anggota Legio Maria. Sapaan khas “saudara dan saudari” hendaknya menjadi ungkapan persaudaraan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Ia berharap para Legioner pulang dari ziarah dengan semangat baru, bukan sebagai pribadi yang sama seperti sebelumnya, melainkan sebagai pribadi yang terus diperbarui, semakin baik dalam sikap, semakin kuat dalam pelayanan, dan semakin dekat dengan Yesus melalui perantaraan Bunda Maria.

Legioner Komisium Reinha Rosari Larantuka Berziarah Riangbunga, Paroki Lewotobi

Ziarah Dilanjutkan ke Relikwi Santo Petrus di Lewouran

Usai berziarah di Gua Maria Rosa Mistika, Riangbunga, para Legioner melanjutkan perjalanan menuju Stasi Lewouran untuk mengikuti ziarah rohani di tempat penyimpanan Relikwi Santo Petrus.

Di tempat ini, para peserta diajak memasuki suasana hening, kudus, dan penuh permenungan. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari perjalanan iman yang mengundang setiap Legioner untuk semakin menghayati kesetiaan dalam mengikuti Kristus dan keberanian dalam menjalankan tugas perutusan Gereja.

Kehadiran Gua Maria Rosa Mistika di Riangbunga dan Relikwi Santo Petrus di Lewouran menjadi kekayaan rohani yang dapat membantu umat memperdalam iman. Melalui kedua tempat ziarah ini, para Legioner diharapkan semakin menyadari bahwa perjalanan mengikuti Kristus membutuhkan doa, ketekunan, pengorbanan, dan kesetiaan dalam pelayanan.

Kegiatan ini turut dihadiri para suster, frater, Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Paroki Lewotobi, Ketua Dewan Pastoral Paroki Stasi (DPPS) Stasi Riangbunga, serta umat setempat yang mendukung pelaksanaan ziarah.

Legioner Komisium Reinha Rosari Larantuka Berziarah Riangbunga, Paroki Lewotobi

Pulang Membawa Damai, Menjadi Saksi Kasih Kristus

Ziarah rohani 21 kuria Legioner Komisium Reinha Rosari Dekenat Larantuka menjadi momentum untuk memperbarui komitmen iman dan pelayanan. Melalui doa, perayaan Ekaristi, permenungan, serta kunjungan ke tempat-tempat suci, para Legioner diajak untuk semakin memahami bahwa devosi kepada Bunda Maria harus selalu mengantar mereka kepada Yesus Kristus.

Pesan utama dari ziarah ini adalah bahwa iman sejati harus menghasilkan perubahan hidup. Doa Rosario hendaknya menumbuhkan kesabaran, kerendahan hati, dan kasih. Pelayanan hendaknya mempererat persaudaraan, bukan menimbulkan perselisihan. Sementara itu, kedekatan dengan Tuhan harus mendorong setiap orang untuk berani meminta maaf, mengampuni, dan mengakhiri dendam.

Dengan semangat “Berjalan Bersama Maria Menuju Kristus Sang Damai,” para Legioner diharapkan kembali ke paroki masing-masing sebagai pembawa damai dan saksi kasih Kristus. Damai itu dimulai dari hal-hal sederhana: tutur kata yang lembut, hati yang terbuka, tangan yang siap melayani, serta kesediaan untuk menerima dan mengampuni sesama.

Sebab, perjalanan ziarah yang sejati tidak berakhir ketika seseorang meninggalkan tempat suci. Ziarah terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari, ketika setiap orang memilih untuk hidup dalam kasih, menjaga persaudaraan, dan menghadirkan damai di mana pun ia berada.

Bersama Bunda Maria, para Legioner dipanggil untuk terus melangkah menuju Kristus, Sang Sumber Damai, dan menjadi pembawa damai bagi keluarga, Gereja, serta dunia. (Sonn Kolin)

You may also like