142 Posts
152 Posts
8 Posts

Iman Menuju Pelayanan: Calon Anggota THS/THM dan Pengurus Diteguhkan

Dalam semangat iman, persaudaraan, kedisiplinan, dan pelayanan, Organisasi Pencak Silat Pendidikan Tunggal Hati Seminari–Tunggal Hati Maria (THS-THM) melaksanakan kegiatan pelantikan calon anggota serta peneguhan calon pengurus Koordinator Ranting St. Antonius Waibreno dan Koordinator Ranting Sta. Perawan Maria La Salette Botung (Minggu, 18 Oktober 2026).

by Komsos Keuskupan Larantuka

LAMAWOLO, Komsos Larantuka) — Dalam semangat iman, persaudaraan, kedisiplinan, dan pelayanan, Organisasi Pencak Silat Pendidikan Tunggal Hati Seminari–Tunggal Hati Maria (THS-THM) melaksanakan kegiatan pelantikan calon anggota serta peneguhan calon pengurus Koordinator Ranting St. Antonius Waibreno dan Koordinator Ranting Sta. Perawan Maria La Salette Botung (Minggu, 18 Oktober 2026). Kegiatan ini berlangsung di Stasi Lamawolo, Paroki Santo Antonius Waibreno, dan dihadiri oleh Pastor Paroki RD. Erik Liwun, para pengurus dan anggota THS-THM, calon anggota, serta umat yang mengikuti Perayaan Ekaristi bersama.

Kegiatan ini bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum pembinaan iman dan karakter bagi generasi muda Katolik. Melalui THS-THM, para calon anggota dan calon pengurus diajak untuk mengembangkan kemampuan bela diri yang berlandaskan iman, membangun kedisiplinan, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat pengabdian kepada Gereja dan masyarakat.

Perayaan Ekaristi: Meneguhkan Iman dan Panggilan Pelayanan

Rangkaian kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pastor Paroki Santo Antonius Waibreno, RD. Erik Liwun. Perayaan Ekaristi menjadi pusat kegiatan sekaligus pengingat bahwa setiap bentuk pembinaan dan pelayanan hendaknya berakar pada iman kepada Yesus Kristus.

Dalam homilinya, RD. Erik Liwun mengajak seluruh anggota THS-THM untuk merenungkan pesan Injil tentang kewajiban memberikan kepada Kaisar apa yang menjadi hak Kaisar dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah. Pesan ini mengingatkan setiap orang beriman agar mampu menjalankan tanggung jawab secara benar, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam relasi dengan Tuhan.

Menurut semangat pembinaan THS-THM, menjadi seorang anggota tidak hanya berarti menguasai teknik bela diri atau memiliki kekuatan fisik. Lebih dari itu, setiap anggota dipanggil untuk membentuk hati yang bersih, bersikap rendah hati, disiplin, mampu mengendalikan diri, dan bersedia melayani sesama.

Nilai-nilai tersebut perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap hormat kepada orang tua dan pendidik, ketaatan terhadap aturan, kepedulian terhadap sesama, serta komitmen untuk menjauhi kekerasan dan membangun perdamaian.

Dalam semangat Minggu Misi Sedunia, para anggota juga diajak untuk memahami bahwa setiap orang beriman memiliki panggilan untuk bermisi. Misi tidak hanya diwujudkan melalui pewartaan dengan kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata yang menghadirkan kasih Kristus di tengah keluarga, lingkungan Gereja, dan masyarakat.

Dengan demikian, setiap anggota THS-THM diharapkan menjadi pembawa damai, teladan dalam kedisiplinan, serta saksi iman melalui perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Injil.

Pengucapan Janji Setia: Komitmen Menjadi Anggota yang Bertanggung Jawab

Setelah Perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan pengucapan janji setia oleh para calon anggota THS-THM. Momen ini menjadi bagian penting dalam proses penerimaan anggota baru sekaligus peneguhan kesediaan untuk menjalankan nilai-nilai dan ketentuan organisasi.

Melalui janji setia tersebut, para calon anggota diajak untuk memahami bahwa menjadi bagian dari keluarga besar THS-THM membawa tanggung jawab moral untuk menjaga nama baik organisasi, menghormati sesama anggota, memelihara persatuan, dan menaati aturan yang berlaku.

Keberanian sejati tidak hanya diukur dari kemampuan menghadapi lawan, tetapi juga dari kesanggupan menguasai diri, menghargai orang lain, mengampuni, dan memperjuangkan kebaikan bersama.

Para calon anggota diharapkan terus bertumbuh menjadi pribadi yang matang secara iman, kuat dalam karakter, dan siap mengambil bagian dalam pelayanan Gereja serta masyarakat.

Pembacaan Surat Keputusan dan Penandatanganan Berita Acara

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan dan Berita Acara Pelantikan calon anggota serta kepengurusan Koordinator Ranting Sta. Perawan Maria La Salette Botung untuk masa bakti 2026–2028.

Pembacaan dokumen tersebut menjadi bagian penting dalam pengukuhan organisasi, sekaligus menegaskan tanggung jawab para pengurus untuk menjalankan tugas dengan penuh kesetiaan, kedisiplinan, dan semangat pelayanan.

Penandatanganan Berita Acara Pelantikan dilaksanakan oleh pihak yang melantik, para saksi, dan Pastor Paroki yang mengesahkan pelantikan. Adapun pihak-pihak yang tercantum dalam berita acara tersebut adalah:

1. Edmundus Hendrikus Masan Beda, Pelaksana Tugas (Plt.) Koordinator Distrik Tunggal Hati Seminari–Tunggal Hati Maria Keuskupan Larantuka, selaku pihak yang melantik.
2. Cristian Bala Leba, Tim Pelayanan Pendadaran, selaku saksi.
3. Gregorius Hali Making, Koordinator Wilayah Adonara, selaku saksi.
4. RD. Erik Liwun, Pastor Paroki Santo Antonius Waibreno, selaku pihak yang mengesahkan pelantikan.

Melalui proses ini, para pengurus diharapkan mampu membangun koordinasi yang baik, menjaga persatuan, serta merancang program pembinaan yang mendukung pertumbuhan iman, karakter, kedisiplinan, dan kemampuan anggota.

Sementara itu, bagi calon pengurus Koordinator Ranting St. Antonius Waibreno dan Koordinator Ranting Sta. Perawan Maria La Salette Botung, momentum ini menjadi kesempatan untuk meneguhkan komitmen kepemimpinan yang berorientasi pada pengabdian, keteladanan, dan pelayanan.

Pembasuhan Kaki: Belajar Rendah Hati dan Saling Melayani

Salah satu bagian yang bermakna dalam rangkaian kegiatan adalah prosesi pembasuhan kaki. Dalam kesempatan tersebut, Pastor Paroki RD. Erik Liwun membasuh kaki anggota THS-THM, kemudian dilanjutkan dengan pembasuhan kaki oleh anggota lama kepada anggota baru.

Prosesi ini menjadi simbol kerendahan hati dan semangat pelayanan, sekaligus mengingatkan seluruh anggota akan teladan Yesus Kristus yang membasuh kaki para murid-Nya.

Yesus mengajarkan bahwa kebesaran seseorang tidak ditentukan oleh jabatan, kedudukan, atau kekuatan yang dimiliki, melainkan oleh kesediaannya untuk merendahkan diri dan melayani orang lain.

Dalam kehidupan organisasi THS-THM, pembasuhan kaki mengandung pesan bahwa setiap anggota memiliki martabat yang sama sebagai saudara dalam iman. Tidak boleh ada kesombongan karena senioritas, kemampuan fisik, ataupun jabatan dalam organisasi.

Sebaliknya, anggota lama dipanggil untuk menjadi teladan dan membimbing anggota baru, sedangkan anggota baru diajak untuk belajar dengan rendah hati, menghargai proses pembinaan, dan bertumbuh dalam semangat persaudaraan.

Melalui simbol ini, THS-THM diharapkan semakin berkembang sebagai wadah pembentukan pribadi yang tidak hanya terampil dalam bela diri, tetapi juga beriman, berkarakter, rendah hati, dan siap melayani.

Pemberian Atribut dan Pakaian THS-THM

Setelah prosesi pembasuhan kaki, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian atribut dan pakaian THS-THM kepada para calon anggota yang dilantik.

Pemberian atribut tersebut menjadi tanda penerimaan mereka dalam keluarga besar THS-THM sekaligus simbol tanggung jawab untuk menjaga identitas, kehormatan, dan nilai-nilai organisasi.

Atribut dan pakaian yang dikenakan bukan sekadar identitas lahiriah, melainkan pengingat akan janji dan komitmen yang telah diucapkan. Setiap anggota diharapkan menunjukkan perilaku yang santun, disiplin, jujur, bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi persaudaraan dan perdamaian.

Identitas sebagai anggota THS-THM hendaknya tercermin dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, lingkungan Gereja, maupun masyarakat.

Sambutan Ketua Ranting dan Pastor Paroki

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Ranting THS-THM Sta. Perawan Maria La Salette Botung. Dalam suasana kebersamaan, para anggota dan pengurus diajak untuk terus menjaga kekompakan, meningkatkan kedisiplinan dalam latihan, serta menjadikan organisasi sebagai ruang pembinaan iman dan pengembangan karakter generasi muda.

Selanjutnya, Pastor Paroki RD. Erik Liwun menyampaikan sambutan sekaligus ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.

Dukungan para pengurus, anggota, calon anggota, dan umat merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan organisasi yang berlandaskan iman, persaudaraan, dan semangat pelayanan.

Pastor Paroki berharap agar THS-THM terus menjadi sarana pembinaan yang membantu para anggotanya bertumbuh sebagai pribadi yang kuat secara fisik, matang secara rohani, mampu mengendalikan diri, menghormati martabat sesama, serta bersedia terlibat dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.

Atraksi Bela Diri dan Peneguhan Persaudaraan

Berdasarkan data kegiatan, sekitar 55 peserta mengikuti rangkaian pelantikan. Kehadiran para anggota dan umat menunjukkan dukungan terhadap proses pembinaan serta pengembangan organisasi THS-THM di wilayah Stasi Lamawolo, Paroki Santo Antonius Waibreno.

Setelah seluruh rangkaian Perayaan Ekaristi dan prosesi pelantikan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan atraksi oleh anggota THS-THM, baik anggota baru maupun anggota lama.

Atraksi tersebut menjadi kesempatan untuk memperlihatkan hasil latihan, kedisiplinan, keterampilan, dan kekompakan yang dibangun melalui proses pembinaan organisasi.

Namun, kemampuan bela diri harus selalu disertai pengendalian diri dan tanggung jawab moral. Keterampilan yang dimiliki hendaknya digunakan untuk melindungi, menolong sesama, serta mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang aman dan damai.

Dari Iman Menuju Pelayanan

Kegiatan pelantikan calon anggota dan pengukuhan kepengurusan Koordinator Ranting THS-THM di wilayah Stasi Lamawolo diharapkan menjadi langkah penting dalam memperkuat peran organisasi sebagai wadah pembinaan iman, karakter, kedisiplinan, dan semangat pelayanan bagi generasi muda Katolik.

Melalui kegiatan ini, para calon anggota dan calon pengurus diajak untuk menghidupi pesan Injil, meneladani kerendahan hati Yesus Kristus, serta mewujudkan semangat misi melalui tindakan nyata.

Dengan berlandaskan iman, ketulusan hati, dan komitmen untuk melayani, THS-THM diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tangguh, rendah hati, cinta damai, dan setia mengambil bagian dalam kehidupan Gereja serta masyarakat. Dari Lamawolo, iman diteguhkan, persaudaraan dipererat, dan semangat pelayanan terus dilanjutkan.

Kontributor: Komsos (Patrisius)

You may also like