BANGKIT DAN BERSAKSI: Temu Akbar OMK Waipukang Teguhkan Semangat Perutusan Kaum Muda

Temu Akbar Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santa Maria Bintang Laut Waipukang yang berlangsung pada 17–19 Juli 2026 di Stasi Santo Wilhelmus Riangbao menjadi momentum penting dalam perjalanan pembinaan iman dan pelayanan kaum muda di wilayah paroki tersebut.

by Komsos Keuskupan Larantuka

WAIPUKANG, Komsos Larantuka – Temu Akbar Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santa Maria Bintang Laut Waipukang yang berlangsung pada 17–19 Juli 2026 di Stasi Santo Wilhelmus Riangbao menjadi momentum penting dalam perjalanan pembinaan iman dan pelayanan kaum muda di wilayah paroki tersebut.
Mengusung tema “Bangkit dan Bersaksi”, kegiatan ini menghadirkan ratusan Orang Muda Katolik dari seluruh stasi dalam sebuah perjumpaan iman yang penuh makna. Temu Akbar ini tidak sekadar menjadi ajang berkumpul, tetapi menjadi ruang untuk memperbarui semangat iman, mempererat persaudaraan, serta meneguhkan komitmen OMK sebagai bagian penting dari kehidupan Gereja dan masyarakat.

Temu Akbar OMK Paroki Waipukang, 17–19 Juli 2026 di Stasi Riangbao

Selama tiga hari, para peserta menjalani pengalaman live in bersama umat di Stasi Santo Wilhelmus Riangbao. Mereka berbagi kehidupan sehari-hari, berdoa bersama, berdialog, melakukan aksi sosial, belajar, dan melayani. Pengalaman sederhana tersebut menjadi pengingat bahwa Gereja bertumbuh bukan hanya melalui program besar, tetapi melalui perjumpaan yang tulus, relasi persaudaraan, dan kehadiran yang saling menguatkan.
Di tengah perkembangan zaman yang semakin individualistis dan berbagai tantangan kehidupan kaum muda, perjumpaan menjadi sebuah kebutuhan yang semakin penting. Pesan Paus Leo XIV pada Hari Orang Muda Sedunia mengingatkan kaum muda agar pencarian akan Tuhan tidak berhenti pada dunia digital, tetapi diwujudkan melalui keberanian keluar dari diri sendiri untuk berjumpa dengan sesama.
Orang muda dipanggil bukan hanya menjadi pencari makna bagi dirinya sendiri, tetapi juga menjadi saksi dan teman seperjalanan bagi kaum muda lainnya. Temu Akbar OMK Waipukang menunjukkan bahwa kaum muda masih memiliki kerinduan besar untuk berkumpul, berbagi pengalaman iman, mendengarkan satu sama lain, serta membangun harapan bersama.
Kebangkitan OMK tidak pertama-tama diukur dari jumlah peserta yang hadir, melainkan dari tumbuhnya kembali rasa memiliki terhadap Gereja sebagai rumah bersama.
Berbagai kegiatan yang dilaksanakan selama Temu Akbar, seperti rekoleksi, adorasi, penerimaan Sakramen Tobat, seminar kesehatan mental, pembinaan OMK kreatif dan kontekstual di era digital, pemberdayaan kaum muda, aksi sosial, olahraga, hingga pentas seni, menjadi sarana pembentukan karakter orang muda yang beriman, berintegritas, kreatif, dan inovatif.
Namun, lebih dari seluruh rangkaian kegiatan tersebut, Temu Akbar ini membawa sebuah kesadaran penting bahwa Gereja membutuhkan orang muda yang tidak hanya hadir ketika ada kegiatan, tetapi juga berani mengambil bagian secara aktif dalam karya pelayanan pastoral Gereja.

Temu Akbar OMK Paroki Waipukang, 17–19 Juli 2026 di Stasi Riangbao

Puncak kegiatan ditandai dengan Misa Pengutusan yang disertai penyerahan salib perutusan kepada para peserta. Salib tersebut menjadi simbol panggilan bahwa perjalanan Orang Muda Katolik tidak berhenti pada sebuah kegiatan, tetapi berlanjut dalam kehidupan nyata di tengah keluarga, lingkungan, stasi, dan masyarakat.
Salib perutusan menjadi tanda bahwa setiap orang muda dipanggil untuk kembali ke tempat asalnya dengan semangat baru: melayani, menjadi penggerak, serta menghadirkan wajah Gereja yang hidup, terbuka, dan penuh harapan.
Sebagai bentuk tanggung jawab atas seluruh proses yang telah dijalani, panitia pelaksana kemudian mengadakan Pertemuan Evaluasi Kepanitiaan pada Senin, 27 Juli 2026, bertempat di Pelataran Gua Maria Paroki Santa Maria Bintang Laut Waipukang.
Pertemuan evaluasi tersebut tidak hanya membahas aspek teknis penyelenggaraan kegiatan, tetapi menjadi ruang refleksi bersama untuk mensyukuri seluruh proses, menghargai pengorbanan setiap pihak, serta merancang langkah pembinaan OMK yang lebih berkelanjutan.
Setiap masukan yang diberikan dipandang sebagai bentuk kasih terhadap pelayanan dan komitmen bersama untuk terus bertumbuh dalam semangat kebersamaan.
Keberhasilan Temu Akbar OMK Waipukang merupakan buah dari kerja sama banyak pihak: tim pastor, Dewan Pastoral Paroki, para pendamping OMK, umat Stasi Santo Wilhelmus Riangbao sebagai tuan rumah, para donatur, panitia pelaksana, serta seluruh peserta.
Perjalanan ini menjadi bukti bahwa ketika Gereja berjalan bersama, keterbatasan tidak menjadi penghalang untuk menghadirkan karya yang bermakna.
Semangat sinodalitas kembali ditegaskan sebagai jalan Gereja masa kini: Gereja yang mendengarkan, berjalan bersama, dan membangun jembatan persaudaraan agar setiap orang, khususnya kaum muda, menemukan tempatnya dalam perutusan Allah. (RD. Eman Kumanireng)

You may also like