LAMALERA, Komsos Larantuka – Sebanyak 805 Ina-Ina (Ibu-Ibu) anggota Serikat Santa Anna dari 19 paroki se-Dekenat Lembata berkumpul di Lamalera, Paroki Santo Petrus dan Paulus Lamalera, untuk merayakan satu abad perjalanan iman dan pelayanan Serikat Santa Anna di Lembata, yang dipadukan dengan Perayaan Hari kakek-nenek dan Lansia se-Dunia VI. Perayaan akbar yang berlangsung selama empat hari, 23–26 Juli 2026, menjadi momentum syukur atas karya Tuhan yang telah menyertai perjalanan panjang kelompok kategorial perempuan Katolik tersebut. Kamis, 23 Juli 2026, sore hari, ina-ina Sta. Anna dijemput di gerbang masuk desa Lamalera B, selanjutnya diarak menuju halaman Gereja St. Petrus dan Paulus Lamalera untuk seremoni pembuka dan pembagian penginapan di rumah-rumah umat. Pada hari kedua, 24 Juli 2026, ina-ina Sta. Anna kembali hadir di halamn Gereja St. Petrus Lamalera untuk melanjutkan kegiatan jumpa rohani. Peserta jumpa rohani ini dibagi dalam 8 kelompok besar untuk mendalami tema-tema rohani, didampingi oleh 8 imam modeartor Sta. Anna Dekenat Lembata.
Kehadiran Vikaris Jenderal Keuskupan Larantuka, RD. Adeodatus Hendrikus Leni, menjadi salah satu momen istimewa dalam perayaan 1 Abad Serikat Santa Anna Dekenat Lembata. Vikjen bersama Deken Lembata dan rombongan diterima secara adat oleh masyarakat Lamalera dengan penuh penghormatan.
Prosesi penyambutan berlangsung khas budaya Lamalera. Vikjen, Deken, dan rombongan memasuki pantai Lamalera dengan mengendarai pledang, perahu tradisional masyarakat Lamalera, dan disambut oleh ratusan mama-mama Santa Anna yang telah menanti di pesisir pantai.
Penyambutan adat tersebut menjadi simbol perjumpaan antara iman, budaya, dan sejarah panjang pelayanan Serikat Santa Anna yang telah berakar di Lembata selama 100 tahun.
Pastor Paroki Santo Petrus dan Paulus Lamalera, RD. Fransiskus Xaverius Hewen (Romo Irfan), mengungkapkan bahwa perayaan satu abad ini merupakan peristiwa bersejarah bagi seluruh anggota Serikat Santa Anna.
“Sebanyak 805 ina-ina (ibu-ibu) Santa Anna dari 19 paroki Dekenat Lembata berkumpul di Lamalera untuk merayakan 100 tahun kehadiran Serikat Santa Anna di Lembata yang bermula dari Lamalera,” ungkapnya.
Menurut Romo Irfan, perayaan satu abad bukan hanya menjadi kesempatan untuk mengenang sejarah masa lalu, tetapi juga menjadi panggilan untuk memperkuat semangat pelayanan, persaudaraan, dan kesetiaan dalam iman.

Seminar Hari Lansia oleh RD. Ben Belawa – Ketua Komisi Keluarga KL
“Aku tidak akan pernah melupakan engkau” (Yes 49;15)
‘Inilah tema Hari Kakek-Nenek dan Lansia se-Dunia VI yang dirayakan secara meriah pada hari ketiga jumpa Sta. Anna se-Dekenat Lembata. Rm. Ben Belawa, Ketua Komisi Keluarga Keuskupan Larantuka hadir secara khusus memberikan penguatan rohani bagi para kakek-nenek dan lansia yang ikut hadir dalam perjumopaan ini. Mengutip Surat Paus Leo XIV, para Kakek, Nenek dan Lansia diajak untuk senantiasa bersyukur atas hari-hari hidup yang telah terlewati hingga saat ini. Meski jalan tertatih-tatih, meski sakit sering menyerang, meski sepi datang membayang, Lansia mesti terus hadir sebagai ungkapan cinta Tuhan yang terus menyejarah bagi anak-cucu di masa kini dan nanti.

Ekaristi Perayaan 1 Abad Serikat Sta. Anna di Dekenat Lembata
Napak Tilas 100 Tahun Karya Iman
Moderator Serikat Santa Anna Dekenat Lembata, Pater Raymon Segu, CSsR, menjelaskan bahwa rangkaian perayaan 1 Abad Serikat Santa Anna Dekenat Lembata dikemas dalam berbagai kegiatan rohani, pembinaan, refleksi, aksi sosial, serta kegiatan kebersamaan.
Kegiatan diawali pada Kamis, 23 Juli 2026 dengan Triduum Hari I sebagai persiapan rohani menuju puncak perayaan. Para peserta diajak melihat kembali sejarah perjalanan iman dan pelayanan Serikat Santa Anna selama satu abad.
Pada Jumat, 24 Juli 2026, peserta mengikuti pembinaan rohani melalui tiga sesi materi yang disiapkan panitia dan Sie Rohani. Kegiatan tersebut menjadi ruang pendalaman iman sekaligus mempererat persaudaraan antaranggota Serikat Santa Anna dari berbagai paroki.
Malam hari dilanjutkan dengan Triduum Hari II, kemudian kegiatan napak tilas dan malam hiburan yang berlangsung di tenda panitia serta halaman gereja. Suasana penuh sukacita menjadi ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan Serikat Santa Anna.

Ekaristi Perayaan 1 Abad Serikat Sta. Anna di Dekenat Lembata
Cahaya Seribu Lilin di Lamalera
Pada Sabtu, 25 Juli 2026, rangkaian kegiatan semakin bermakna dengan perayaan Hari Lansia di Gereja Paroki Santo Petrus dan Paulus Lamalera. Kegiatan ini menjadi bentuk perhatian Gereja terhadap para lanjut usia yang telah mengambil bagian dalam perjalanan iman umat.
Selain itu, para peserta juga melaksanakan aksi sosial karitatif sebagai wujud nyata semangat kasih dan kepedulian terhadap sesama. Triduum Hari III dilaksanakan di Kapela Santo Petrus Pinggir Pantai Lamalera.
Pada hari yang sama, umat Lamalera menyambut kedatangan Vikjen Keuskupan Larantuka melalui prosesi penjemputan mulai dari wilayah Krokovolor, Gudi Namang, hingga depan gereja paroki.
Puncak kegiatan hari itu ditandai dengan Perarakan 1.000 Lilin yang dimulai dari Pemandian Pertama menuju halaman depan gereja. Ribuan cahaya lilin yang menerangi perjalanan menjadi simbol iman yang tetap menyala dan harapan yang terus hidup setelah 100 tahun perjalanan Serikat Santa Anna di Lembata.

Ekaristi Perayaan 1 Abad Serikat Sta. Anna di Dekenat Lembata
Ekaristi Syukur Puncak Satu Abad
Puncak perayaan satu abad Serikat Santa Anna Dekenat Lembata berlangsung pada Minggu, 26 Juli 2026 melalui Perayaan Ekaristi Syukur di Gereja Paroki Santo Petrus dan Paulus Lamalera.
Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Larantuka, RD. Adeodatus Hendrikus Leni, didampingi Deken Lembata RD. Blasius Masang Kleden bersama para imam konselebran. Dalam suasana penuh syukur, umat bersama seluruh anggota Serikat Santa Anna mengenangkan perjalanan panjang karya Tuhan yang telah membimbing komunitas tersebut selama satu abad.
Dalam homilinya, Vikjen Keuskupan Larantuka mengajak umat untuk memaknai perayaan satu abad Serikat Santa Anna sebagai momentum memperbarui komitmen dalam menjaga dan mewariskan iman yang telah ditanamkan para misionaris di Tanah Lembata. Menurutnya, Kerajaan Allah adalah mutiara yang sangat berharga, sebuah warisan rohani yang harus dipelihara, dikembangkan, dan diteruskan kepada generasi berikutnya di tengah berbagai godaan dunia yang menawarkan kenyamanan sesaat.
Vikjen juga menyampaikan apresiasi kepada Ina-Ina Santa Anna yang selama seratus tahun telah menjadi penjaga iman dalam keluarga dan Gereja. Ia mengungkapkan rasa syukur karena banyak imam lahir dari keluarga-keluarga Santa Anna, seraya memohon agar mereka terus mendoakan para imam, biarawan, biarawati, serta tumbuhnya panggilan hidup imamat dan hidup bakti di Keuskupan Larantuka.
Bertepatan dengan peringatan Hari Kakek dan Nenek Sedunia, Vikjen menegaskan bahwa usia lanjut bukanlah alasan untuk berhenti berkarya. Para lansia tetap memiliki peran penting sebagai saksi iman, pendoa, dan teladan bagi anak cucu. “Selama Tuhan masih memberikan kita kehidupan, berarti Tuhan masih membutuhkan kita untuk terus berkarya,” tegasnya, sembari mengajak seluruh umat menjaga warisan iman agar terus menjadi terang bagi Gereja dan masyarakat di Tanah Lembata.
Usai Perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan resepsi syukur di tenda panitia. Seluruh peserta, umat Lamalera, panitia, dan para pihak yang mendukung kegiatan tersebut merayakan momen bersejarah itu dalam suasana persaudaraan.
Perayaan ditutup dengan acara sayonara sebagai tanda perpisahan yang penuh sukacita sekaligus harapan agar semangat pelayanan Serikat Santa Anna terus bertumbuh dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Perayaan 1 Abad Serikat Santa Anna Dekenat Lembata menjadi bukti bahwa iman yang ditanam oleh Pater Bernardus Bode, SVD sejak satu abad lalu terus bertumbuh dan menghasilkan buah pelayanan. Dari Lamalera, cahaya kasih, doa, dan pengabdian mama-mama Santa Anna terus menerangi perjalanan Gereja dan masyarakat Lembata. (@sly)
