KOLI SAGU, Komsos Larantuka – Hari kedua pelaksanaan SVD Youth Day V Distrik Larantuka-Lembata (26/06/2026) di Paroki Santo Petrus Koli Sagu diisi dengan seminar sehari bertema “Diinspirasi Sabda Menjadi OMK Militan.” Kegiatan ini menjadi ruang pembinaan iman sekaligus refleksi kritis bagi ratusan Orang Muda Katolik (OMK) untuk menemukan kembali jati diri mereka sebagai murid Kristus yang tangguh di tengah tantangan zaman.
Seminar menghadirkan dua narasumber yang membahas tema dari perspektif biblis dan pastoral. Keduanya mengajak kaum muda untuk membangun kehidupan yang berakar pada Sabda Allah sekaligus berani menjadi saksi Kristus dalam realitas sosial yang semakin kompleks.

Seminar SVD Youth Day, Koli Sagu (26/06/2026)
Narasumber pertama, P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD, Wakil Ketua Lembaga Biblika Indonesia (LBI) sekaligus dosen Kitab Suci di IFTK Ledalero, mengajak peserta melihat kehidupan kaum muda melalui terang Kitab Suci. Menurutnya, Sabda Allah bukan sekadar bahan renungan, tetapi harus menjadi dasar dalam setiap keputusan dan arah hidup Orang Muda Katolik.
Ia menegaskan bahwa generasi muda dipanggil menjadi pribadi yang mencintai Sabda, berakar pada Sabda, dan menjadikan Sabda sebagai inspirasi dalam membangun karakter, mengambil keputusan, serta menjalankan misi di tengah masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan komitmen Provinsi SVD Ende yang menempatkan kaum muda sebagai mitra strategis dalam karya misi Serikat Sabda Allah.
“Orang muda tidak cukup hanya mengenal Sabda, tetapi dipanggil untuk menghidupi dan mewartakannya melalui cara hidup yang benar, bijaksana, dan penuh kasih,” menjadi pesan yang terus ditekankan sepanjang sesi pertama seminar.
Pada sesi berikutnya, RD. Bernardus Belawa Wara, Ketua Sekretariat Pastoral Keuskupan Larantuka, mengangkat tema dari sudut pandang pastoral kaum muda. Ia mengajak peserta untuk melihat secara jujur realitas kehidupan Orang Muda Katolik dewasa ini yang menghadapi berbagai tantangan sosial, budaya, dan perkembangan teknologi.
Menurut Romo Bernardus, menjadi Orang Muda Katolik yang militan bukan berarti bersikap keras atau eksklusif, melainkan memiliki komitmen yang kokoh terhadap iman, berani memberi kesaksian hidup, serta tetap setia kepada Gereja di tengah berbagai godaan zaman.
Ia menegaskan bahwa militansi lahir dari proses pembinaan yang berkelanjutan. Karena itu, momentum SVD Youth Day harus dimaknai sebagai ruang pembentukan diri, bukan sekadar ajang pertemuan kaum muda. Melalui kegiatan seperti ini, peserta diajak semakin mengenal panggilan hidupnya, membangun solidaritas, dan mempersiapkan diri menjadi pelayan Gereja dan masyarakat.
Seminar juga menyoroti berbagai persoalan yang kini mengancam kehidupan generasi muda. Pergaulan bebas, penyalahgunaan narkotika, konsumsi minuman keras, perjudian daring, tawuran, hingga krisis identitas iman menjadi tantangan nyata yang dihadapi banyak Orang Muda Katolik. Tidak sedikit pula kaum muda yang perlahan menjauh dari kehidupan menggereja karena kurangnya pendampingan dan lemahnya fondasi iman.
Meski demikian, suasana seminar berlangsung hidup dan penuh antusiasme. Dalam sesi dialog, para peserta tidak hanya mengajukan berbagai pertanyaan kepada narasumber, tetapi juga menyampaikan harapan agar Gereja terus hadir mendampingi mereka. Mereka menginginkan ruang-ruang pembinaan yang lebih kreatif, dialogis, dan relevan dengan dinamika kehidupan orang muda masa kini.
Seminar “Diinspirasi Sabda Menjadi OMK Militan” menjadi salah satu puncak pembinaan dalam rangkaian SVD Youth Day V Distrik Larantuka-Lembata. Melalui pendalaman Kitab Suci, refleksi pastoral, dan dialog yang terbuka, para peserta diharapkan pulang bukan hanya membawa pengalaman kebersamaan, tetapi juga semangat baru untuk menjadi Orang Muda Katolik yang berakar pada Sabda Allah, teguh dalam iman, dan siap menjadi pelaku misi di tengah Gereja dan dunia. (RP. Hendra, SVD)
