Hari Kedua Jambore Anak-Remaja Misioner Dekenat Larantuka: Menghidupi Sabda Tuhan, Menghargai Sesama, dan Melayani dengan Kasih

Semangat iman, persaudaraan, dan pelayanan mewarnai hari kedua Jambore Anak-Remaja Misioner Dekenat Larantuka di Riangkamie, Sabtu, 10 Oktober 2026. Beragam kegiatan, mulai dari Perayaan Ekaristi, edukasi pemberdayaan perempuan dan anak, bakti sosial, refleksi iman, hingga lomba animasi dan outbound, menjadi sarana pembinaan bagi anak-anak dan remaja untuk semakin mengenal Yesus, menghargai sesama, dan mewujudkan kasih melalui tindakan nyata.

by Komsos Keuskupan Larantuka

RIANGKAMIE, Komsos Larantuka — Semangat iman, persaudaraan, dan pelayanan mewarnai hari kedua Jambore Anak-Remaja Misioner Dekenat Larantuka di Riangkamie, Sabtu, 10 Oktober 2026. Beragam kegiatan, mulai dari Perayaan Ekaristi, edukasi pemberdayaan perempuan dan anak, bakti sosial, refleksi iman, hingga animasi dan outbound, menjadi sarana pembinaan bagi anak-anak dan remaja untuk semakin mengenal Yesus, menghargai sesama, dan mewujudkan kasih melalui tindakan nyata.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin RD. Donatus Pale Gare. Dalam homilinya, ia mengajak para peserta untuk tidak berhenti pada mendengarkan Sabda Tuhan, tetapi juga melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menegaskan bahwa semakin seseorang mengenal dan mengasihi Yesus, semakin besar pula kerinduannya untuk melakukan kehendak Tuhan. Yesus merupakan sumber kehidupan yang menuntun manusia untuk hidup dalam kasih, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap sesama serta seluruh ciptaan.
Karena itu, rasa syukur atas anugerah kehidupan hendaknya tidak hanya diungkapkan melalui doa dan kata-kata, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan konkret. Kepatuhan terhadap Sabda Tuhan, kepedulian kepada mereka yang membutuhkan, dan tanggung jawab menjaga lingkungan merupakan bagian dari panggilan iman setiap anak dan remaja misioner.
Pesan tersebut menjadi landasan bagi para peserta untuk memahami bahwa menjadi anak dan remaja misioner berarti mengenal Yesus, mengasihi-Nya, dan menjadikan Sabda-Nya sebagai pedoman dalam perkataan maupun perbuatan.
Usai Perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan senam pagi bersama, animasi, dan pembagian kelompok. Suasana penuh kegembiraan mewarnai kegiatan tersebut. Selain menjaga kebugaran, aktivitas bersama ini juga mempererat keakraban, melatih kerja sama, dan menumbuhkan semangat persaudaraan di antara peserta dari berbagai komunitas.

Hari Kedua Jambore Anak-Remaja Misioner Dekenat Larantuka

Mengenal Diri, Menghargai Sesama, dan Melayani dengan Kasih
Salah satu agenda penting pada hari kedua ialah edukasi pemberdayaan perempuan dan anak dengan tema “Belajar Mengenal Diri, Menghargai Sesama, Melayani dengan Kasih”. Materi bagi kelompok remaja dibawakan oleh Suster Yasinta Kleden, sedangkan kelompok anak-anak didampingi Katarina Seran Koten.
Melalui kegiatan ini, para peserta diajak mengenali potensi diri, memahami kesetaraan, menghargai perbedaan, serta membangun relasi yang sehat dan penuh kasih. Mereka juga belajar bahwa setiap anak, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki martabat dan hak yang sama untuk berkembang, mengungkapkan perasaan, menjalankan tanggung jawab, serta memperoleh kesempatan yang adil.
Peserta diperkenalkan pada berbagai sikap sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti tidak merendahkan teman, bersedia berbagi tugas, menghormati batas pribadi, mendengarkan orang lain, dan membantu mereka yang membutuhkan.
Edukasi ini menegaskan bahwa penghargaan terhadap sesama harus dimulai dari cara seseorang memandang, berbicara, dan memperlakukan orang lain. Perbedaan bukan alasan untuk menjauh atau merendahkan, melainkan kesempatan untuk belajar menerima dan memperkaya kehidupan bersama.
Pesan tersebut dirangkum dalam semboyan “Anak Misioner: Belajar, Berteman, Melayani”. Semboyan ini mengajak anak-anak dan remaja untuk terus bertumbuh dalam pengetahuan, membangun persahabatan yang sehat, serta menghadirkan kasih Tuhan melalui tindakan nyata.

Hari Kedua Jambore Anak-Remaja Misioner Dekenat Larantuka

Bakti Sosial: Mewartakan Injil melalui Kepedulian
Semangat pelayanan selanjutnya diwujudkan melalui kegiatan Bakti Sosial Remaja. Anak-Remaja Misioner melaksanakan aksi sosial di lingkungan Pasar Oka, sedangkan Anak Misioner melakukan kegiatan serupa di lingkungan gereja.
Melalui kegiatan ini, para peserta belajar bahwa pelayanan tidak selalu harus dilakukan melalui tindakan besar. Kepedulian terhadap kebersihan, kesediaan menjaga lingkungan, dan kemauan bekerja bersama demi kepentingan umum merupakan bentuk pelayanan yang sederhana, tetapi bermakna.
Bakti sosial juga menjadi kesempatan bagi para remaja untuk melatih tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepekaan terhadap kebutuhan lingkungan sekitar. Mereka diajak menyadari bahwa menjadi misioner tidak hanya berarti mewartakan Injil melalui kata-kata, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai Injil melalui tindakan yang membawa manfaat bagi orang lain.
Dengan demikian, pelayanan menjadi bagian nyata dari kehidupan iman, bukan sekadar kegiatan yang dilakukan selama jambore.

Hari Kedua Jambore Anak-Remaja Misioner Dekenat Larantuka

Memperdalam Iman dan Membangun Karakter
Pembinaan rohani dilanjutkan dengan refleksi iman bersama bagi Remaja Misioner. Melalui refleksi iman ini, para Remaja diajak memperdalam pemahaman mengenai panggilan sebagai remaja misioner serta merefleksikan nilai-nilai iman yang perlu dihidupi dalam keseharian.
Refleksi ini menjadi kesempatan bagi para remaja untuk melihat kembali sikap dan perilaku mereka, baik dalam keluarga, sekolah, maupun lingkungan pergaulan. Panggilan misioner menuntut keberanian untuk memilih kebaikan, membangun persahabatan yang tulus, serta menjadi pembawa damai di tengah kehidupan bersama.
Suasana jambore semakin meriah melalui animasi Anak-Remaja Misioner dan berbagai kegiatan outbound. Kegiatan tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan kreativitas, keberanian, kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, dan kerja sama dalam kelompok.
Di balik semangat kegiatan ini, tersimpan nilai pembinaan yang lebih mendalam. Para peserta belajar saling mendukung satu sama lain, menghargai kemampuan setiap anggota, menerima perbedaan, dan menghadapi tantangan secara bersama. Kegiatan ini memungkinkan para peserta dapat berproses dan belajar bersama, memiliki semangat persaudaraan, kebersamaan dan kerja sama.
Melalui permainan, nilai-nilai iman diterjemahkan ke dalam pengalaman konkret. Peserta belajar bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan keterbatasan, sehingga keberhasilan bersama hanya dapat diraih ketika setiap anggota diberi ruang untuk berpartisipasi dan saling menguatkan.

Membawa Pulang Semangat Misioner
Seluruh rangkaian kegiatan hari kedua Jambore Anak-Remaja Misioner Dekenat Larantuka menegaskan bahwa pembinaan iman tidak dapat dipisahkan dari pembentukan karakter dan kepedulian sosial. Mengenal Yesus harus mendorong anak-anak dan remaja untuk semakin mengasihi sesama, menghormati martabat setiap pribadi, serta berani melakukan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui Perayaan Ekaristi, edukasi pemberdayaan perempuan dan anak, bakti sosial, refleksi iman, serta berbagai permainan, para peserta memperoleh pengalaman untuk bertumbuh sebagai pribadi yang beriman, peduli, bertanggung jawab, dan siap melayani.
Pengalaman selama jambore diharapkan tidak berhenti ketika seluruh kegiatan berakhir. Nilai-nilai yang diperoleh hendaknya terus dihidupi ketika para peserta kembali ke keluarga, sekolah, lingkungan, dan Komunitas Basis Gerejawi (KBG) masing-masing.
Pada akhirnya, menjadi anak dan remaja misioner bukan semata-mata menyandang nama atau mengikuti kegiatan gerejawi. Panggilan itu menuntut kesediaan untuk menjadikan Yesus sebagai teladan, menghidupi Sabda-Nya, menghargai setiap pribadi, dan menghadirkan kasih Tuhan melalui tindakan nyata.
Dari Riangkamie, semangat misioner itu diharapkan terus bertumbuh dan menyebar, sehingga setiap anak dan remaja menjadi pembawa sukacita, persaudaraan, dan damai di mana pun mereka berada.
Kontributor: Komsos (Patrisius)

You may also like