LEWOKLUOK-BAMA, Komsos Larantuka — Dalam upaya meningkatkan pemahaman dan kualitas pelayanan liturgi umat, Paroki St. Maria Diangkat ke Surga Lewokluok-Bama menggelar kegiatan sosialisasi Tata Perayaan Ekaristi (TPE) terbaru serta pembekalan Perayaan Sabda Hari Minggu Tanpa Imam, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di wilayah Paroki St. Maria Diangkat ke Surga Lewokluok-Bama ini diikuti oleh para utusan Dewan Pastoral Stasi (DPS), Seksi Liturgi Stasi, serta Seksi Musik Liturgi Stasi dari seluruh wilayah pelayanan paroki. Para peserta dibekali pemahaman mengenai perubahan dan penyesuaian dalam Tata Perayaan Ekaristi terbaru, sekaligus pendalaman mengenai peran umat dalam mempersiapkan Perayaan Sabda Hari Minggu Tanpa Imam.
Pastor Rekan Paroki St. Maria Diangkat ke Surga Lewokluok-Bama, RD Paskal Hokeng, bersama tim pemateri yang terdiri dari Frater Yunus, Linda Moron, dan Apol S., Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, memberikan pembekalan kepada para peserta.
Dalam arahannya pada pembukaan kegiatan, RD Paskal Hokeng menegaskan bahwa liturgi harus dipahami secara benar sebagai sebuah perayaan iman yang menghadirkan karya keselamatan Allah bagi umat manusia.
“Liturgi adalah perayaan keselamatan,” tegas RD Paskal.
Menurutnya, liturgi tidak boleh dipahami hanya sebagai rutinitas atau sekadar mengikuti tata aturan perayaan. Lebih dari itu, liturgi merupakan perjumpaan umat beriman dengan Allah yang menguatkan kehidupan iman dan mendorong umat untuk semakin terlibat dalam karya pelayanan Gereja.
Materi mengenai Tata Perayaan Ekaristi terbaru disampaikan langsung oleh RD Paskal Hokeng. Ia menjelaskan berbagai hal penting terkait tata perayaan, pemahaman makna setiap bagian liturgi, serta pentingnya kesatuan pemahaman para pelayan liturgi agar perayaan iman umat dapat berlangsung dengan baik dan penuh penghayatan.
Sementara itu, materi tentang Perayaan Sabda Hari Minggu Tanpa Imam dibawakan oleh Linda Moron dan Apol S. Para peserta diajak memahami bahwa ketika umat tidak dapat merayakan Ekaristi karena keterbatasan kehadiran imam, Perayaan Sabda menjadi salah satu bentuk penghayatan iman umat yang tetap berpusat pada Sabda Allah.
Kegiatan ini tidak hanya diisi dengan penyampaian materi, tetapi juga dilengkapi dengan dialog dan sharing pengalaman pelayanan liturgi di stasi masing-masing. Para peserta diberi kesempatan untuk menyampaikan berbagai pengalaman, tantangan, serta persoalan yang mereka hadapi dalam menjalankan tugas pelayanan.
Diskusi berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh semangat. Melalui proses sharing tersebut, para pelayan liturgi semakin diperkaya dan menemukan berbagai cara untuk meningkatkan kualitas pelayanan di tengah umat.
Peran Seksi Musik Liturgi Stasi juga mendapat perhatian dalam kegiatan ini. Musik liturgi ditegaskan bukan hanya sebagai unsur pelengkap dalam perayaan, melainkan bagian integral dari keterlibatan umat dalam mengungkapkan iman melalui nyanyian dan pujian kepada Allah.
RD Paskal Hokeng berharap, seluruh peserta dapat membawa pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dalam kegiatan ini untuk diterapkan di stasi masing-masing. Para pelayan liturgi diharapkan mampu menjadi penggerak yang membantu umat semakin mencintai liturgi dan menghayati perayaan iman dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Paroki St. Maria Diangkat ke Surga Lewokluok-Bama terus berupaya memperkuat pelayanan pastoral, khususnya dalam bidang liturgi. Para pelayan umat diharapkan semakin siap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, semangat pelayanan, dan kesadaran bahwa liturgi merupakan sumber kekuatan iman bagi seluruh umat. (Apol S.)
65
