PATER NIKOLAUS STRAWN, SVD: Setia Mengabdikan Hidup bagi Umat Katolik di Lembata

Sebagai seorang imam SVD, Pater Niko menyerahkan seluruh hidupnya untuk karya misi Gereja. Tahun 1964 menjadi awal pengutusannya ke tanah misi Lembata. Di Paroki Lerek, ia melayani umat selama 23 tahun, dari tahun 1964 hingga 1987. Di tempat inilah cintanya kepada umat dan tanah Lembata bertumbuh semakin dalam.

by Komsos Keuskupan Larantuka

LEWOLEBA, Komsos Larantuka — Gereja Katolik di Keuskupan Larantuka kehilangan seorang misionaris yang telah memberikan seluruh hidupnya bagi pelayanan umat. Pater Nikolaus Strawn, SVD, seorang imam misionaris Serikat Sabda Allah (SVD), meninggal dunia di RS Bukit Lewoleba pada Selasa, 4 Agustus 2026. Ia wafat dalam usia 91 tahun setelah menjalani perjalanan panjang sebagai pelayan Sabda dan gembala umat.
Pater Nikolaus Strawn lahir di Oelwein, Iowa, Amerika Serikat, pada 24 September 1934. Ia merupakan anak keempat dari enam bersaudara, putra pasangan Loren David Strawn dan Loretta Mary Bauer. Sejak muda, ia menjawab panggilan Tuhan untuk menjadi imam dan misionaris. Setelah menjalani proses formasi dalam Serikat Sabda Allah, ia ditahbiskan sebagai diakon pada tahun 1961 di Techny, Illinois, Amerika Serikat, dan kemudian menerima tahbisan imam pada 2 Februari 1962.
Sebagai seorang imam SVD, Pater Niko menyerahkan seluruh hidupnya untuk karya misi Gereja. Tahun 1964 menjadi awal pengutusannya ke tanah misi Lembata. Di Paroki Lerek, ia melayani umat selama 23 tahun, dari tahun 1964 hingga 1987. Di tempat inilah cintanya kepada umat dan tanah Lembata bertumbuh semakin dalam.
Pater Niko dikenal sebagai imam yang setia hadir bersama umat. Ia tidak hanya berkarya dari altar dan mimbar, tetapi berjalan bersama umat dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengunjungi stasi-stasi, masuk ke rumah-rumah umat, mendengarkan pergumulan mereka, merayakan Ekaristi, memberikan pelayanan sakramen, serta menguatkan iman umat dalam berbagai situasi kehidupan.
Bagi Pater Niko, menjadi misionaris bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi sebuah panggilan untuk memberikan diri sepenuhnya. Ia menunjukkan bahwa Injil tidak hanya diwartakan melalui kata-kata, tetapi melalui kesetiaan, kesederhanaan, dan kasih kepada umat yang dilayani.
Setelah menyelesaikan pelayanan di Paroki Lerek, Pater Niko melanjutkan karya pastoralnya di Paroki St. Yoseph Boto sejak tahun 1987 hingga 2004. Di tempat ini, semangat pelayanannya tetap sama. Ia terus mendampingi umat, memperhatikan kehidupan iman keluarga, dekat dengan anak-anak, serta mendorong tumbuhnya panggilan hidup bakti.
Kesetiaan Pater Niko terhadap panggilannya terlihat hingga masa lanjut usia. Ketika kesehatannya mulai menurun, ia tetap memilih tinggal di Lembata tepatnya di Kota Lewoleba, di tengah umat yang telah menjadi bagian dari hidupnya. Baginya, Lembata bukan sekadar tempat karya, tetapi rumah yang penuh kenangan, cinta, dan persaudaraan.

Pater Nikolaus Strawn SVD

Pater Eman Embu, SVD, Provinsial SVD Indonesia-Ende, menggambarkan Pater Niko sebagai seorang misionaris yang tidak hanya mewartakan Injil, tetapi seluruh hidupnya telah menjadi kesaksian Injil. Kesetiaan dan ketabahannya dalam menjalani panggilan menjadi tanda nyata bahwa Sabda Allah telah berakar dalam dirinya.
Kecintaan Pater Niko kepada umat Lembata tidak pernah pudar. Ia pernah mengungkapkan kegembiraannya setelah kembali dari Amerika bahwa meskipun ia menikmati waktu bersama keluarganya, ia lebih senang kembali ke Lerek, tempat ia diutus untuk melayani.
Kini, Pater Nikolaus Strawn, SVD telah menyelesaikan perjalanan panggilannya. Ia pergi sebagai seorang misionaris yang setia, seorang imam yang mencintai umatnya, dan seorang pelayan yang menyerahkan hidupnya bagi Tuhan.
Teladan hidupnya akan tetap dikenang oleh umat Dekenat Lembata dan semua orang yang pernah mengalami pelayanan kasihnya.
“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” (2 Timotius 4:7)
Selamat jalan Pater Niko. Terima kasih atas kesetiaanmu dalam panggilan dan pelayanan. Semoga engkau beristirahat dalam damai bersama Tuhan yang telah memanggil dan mengutusmu. (@sly)

You may also like