Paroki Ritawolo Rayakan Komuni Pertama bagi Umat Berkebutuhan Khusus

Kasih tidak mengenal batas dan tidak membiarkan siapa pun berjalan sendirian. Tidak ada yang tertinggal, kasih menjangkau umat hingga ke rumah. Semangat inilah yang diwujudkan Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Ritawolo melalui pelayanan penerimaan Sakramen Ekaristi atau Komuni Pertama bagi umat berkebutuhan khusus yang dilaksanakan langsung di rumah peserta, Selasa, 20 Oktober 2026.

by Komsos Keuskupan Larantuka

RITAWOLO, Komsos Larantuka — Kasih tidak mengenal batas dan tidak membiarkan siapa pun berjalan sendirian. Tidak ada yang tertinggal, kasih menjangkau umat hingga ke rumah. Semangat inilah yang diwujudkan Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Ritawolo melalui pelayanan penerimaan Sakramen Ekaristi atau Komuni Pertama bagi umat berkebutuhan khusus yang dilaksanakan langsung di rumah peserta, Selasa, 20 Oktober 2026.
Pelayanan yang dipimpin Pastor Paroki, RD. Mikhael Samon Beraona, bersama Frater Top. Hendrikus Tibu Witin ini menjadi pengalaman bersejarah bagi paroki. Untuk pertama kalinya, pelayanan Komuni Pertama bagi peserta berkebutuhan khusus dilaksanakan secara langsung di rumah, sebagai wujud nyata Gereja yang hadir, merangkul, dan melayani umat tanpa terkecuali.

Paroki Ritawolo Rayakan Komuni Pertama bagi Umat Berkebutuhan Khusus

Dalam semangat moto Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, “Satu Tubuh, Satu Roh, dan Satu Harapan,” peristiwa ini menegaskan bahwa setiap orang memiliki martabat dan tempat yang sama dalam persekutuan Gereja. Keterbatasan fisik maupun keadaan tertentu tidak mengurangi hakikat seseorang sebagai bagian dari umat Allah yang dipanggil untuk mengalami kasih Kristus.
Dalam kata pembukaannya, RD. Mikhael Samon Beraona menyampaikan rasa syukur karena saudara seiman berkebutuhan khusus dapat menerima kehadiran Tuhan Yesus melalui Sakramen Ekaristi. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada peserta yang telah menerima Yesus dalam hidupnya.
Bagi Gereja, Komuni Pertama bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momen penting dalam perjalanan iman seorang Katolik untuk semakin dekat dengan Kristus. Melalui Sakramen Ekaristi, umat dipersatukan dengan Tuhan dan dipanggil untuk mewujudkan kasih-Nya dalam kehidupan sehari-hari.
Perayaan ini turut dihadiri umat Stasi Hati Kudus Yesus Ritawolo dan keluarga peserta. Kehadiran mereka menghadirkan suasana sukacita, haru, dan persaudaraan, sekaligus menjadi tanda dukungan bagi peserta dalam perjalanan imannya.
Pelayanan langsung di rumah juga membawa pesan mendalam bahwa Gereja tidak hanya menunggu umat datang ke gedung gereja, tetapi berinisiatif menjumpai mereka yang membutuhkan pendampingan khusus. Kehadiran pastor dan frater di tengah keluarga menjadi gambaran nyata seorang gembala yang berjalan bersama umatnya, mendengarkan kebutuhan mereka, dan menghadirkan kasih Tuhan dalam situasi hidup yang konkret.
Peristiwa ini sekaligus mengingatkan bahwa umat berkebutuhan khusus bukanlah kelompok yang berada di pinggiran kehidupan menggereja. Mereka merupakan bagian utuh dari Tubuh Kristus yang harus diterima, dihormati, dan diberi kesempatan untuk bertumbuh dalam iman sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Semangat Satu Tubuh mengajak umat untuk saling menerima dan melengkapi. Satu Roh menggerakkan setiap orang untuk membangun persaudaraan dan melayani dengan tulus. Sementara itu, Satu Harapan meneguhkan keyakinan bahwa setiap orang dipanggil untuk mengalami kasih dan keselamatan Allah.
Melalui pelayanan ini, Paroki Hati Kudus Yesus Ritawolo menegaskan bahwa Gereja sejati bukan hanya tampak dalam kemegahan bangunan atau ramainya perayaan bersama, melainkan terutama dalam kesediaannya menjumpai mereka yang membutuhkan perhatian dan pelayanan.
Komuni Pertama di rumah ini bukan hanya menjadi kenangan bersejarah bagi paroki, tetapi juga sebuah panggilan bagi seluruh umat untuk membangun Gereja yang semakin inklusif, peduli, dan terbuka bagi semua orang.
Sebab, dalam Gereja yang hidup oleh kasih Kristus, tidak seorang pun boleh merasa dilupakan, tidak seorang pun boleh kehilangan tempat, dan tidak seorang pun boleh tertinggal. Kasih Kristus menjangkau semua, bahkan hingga ke rumah.
Patrisius – Kontributor Komsos Keuskupan Larantuka

You may also like