DEKEN ADONARA: Pastor Boleh Berpindah Tempat, tetapi Kristus Tetap tinggal Bersama Umat-Nya

Seorang pastor hadir di tengah umat bukan untuk menjadi pusat perhatian, tetapi sebagai pelayan dan gembala yang membantu umat semakin dekat dengan Tuhan. Melalui pelayanan Sabda, perayaan Ekaristi, doa, serta pendampingan pastoral, seorang pastor dipanggil untuk menuntun umat agar semakin mengenal, mencintai, dan mengikuti Kristus.

by Komsos Keuskupan Larantuka

LAMBUNGA, Komsos Larantuka — “Gereja hidup dan berkembang bukan karena seorang pastor, tetapi karena berpusat pada Yesus Kristus. Pastor boleh datang dan pergi, tetapi Kristus tetap tinggal bersama umat-Nya.” Pesan utama ini disampaikan Deken Adonara, RD. Aloysius Dore, dalam homilinya pada Misa Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Pastor Paroki St. Werenfrid Lambunga, Minggu, 2 Agustus 2026.
Perayaan syukur yang berlangsung di Gereja Paroki St. Werenfrid Lambunga tersebut menjadi momentum penting dalam perjalanan pastoral umat. Dalam suasana penuh persaudaraan dan kebersamaan, tanggung jawab pelayanan pastoral diserahterimakan dari pastor paroki lama, RD. Wilhem Atawolo, kepada pastor paroki baru, RD. Gabriel Wolor.

Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Pastor Paroki St. Werenfrid Lambunga, Minggu, 2 Agustus 2026.

Deken Adonara menegaskan bahwa pergantian seorang pastor paroki hendaknya dipahami sebagai bagian dari dinamika pelayanan Gereja. Pusat kehidupan umat bukanlah pribadi seorang imam, melainkan Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja.
“Gereja hidup dan berkembang karena berpusat pada Kristus, bukan pada pastor. Pastor boleh berpindah tempat, tetapi Kristus tetap tinggal bersama umat-Nya,” ungkap Deken.
Menurutnya, seorang pastor hadir di tengah umat bukan untuk menjadi pusat perhatian, tetapi sebagai pelayan dan gembala yang membantu umat semakin dekat dengan Tuhan. Melalui pelayanan Sabda, perayaan Ekaristi, doa, serta pendampingan pastoral, seorang pastor dipanggil untuk menuntun umat agar semakin mengenal, mencintai, dan mengikuti Kristus.
Deken juga mengingatkan bahwa pelayanan Gereja tidak boleh hanya berhenti pada kegiatan liturgis, tetapi harus menyentuh seluruh aspek kehidupan umat. Gereja dipanggil untuk hadir dalam suka dan duka umat, termasuk dalam menghadapi persoalan sosial dan ekonomi.
“Pastor bersama para agen pastoral harus bekerja sama menindaklanjuti ajakan Yesus: ‘Kamu harus memberi mereka makan.’ Ajakan ini menjadi panggilan agar Gereja hadir membantu umat dalam berbagai kebutuhan hidup, termasuk membangun kemandirian ekonomi keluarga,” tegasnya.
Rangkaian pelantikan diawali pada Sabtu, sehari sebelum perayaan Ekaristi, melalui rapat khusus yang dipimpin oleh Deken Adonara bersama pastor paroki lama, pastor paroki baru, Pengurus Dewan Pastoral Paroki (DPP), serta para ketua dewan stasi.
Dalam rapat tersebut, RD. Wilhem Atawolo menyampaikan laporan pertanggungjawaban mengenai reksa pastoral dan pengelolaan harta benda Gereja selama masa pelayanannya di Paroki St. Werenfrid Lambunga. Laporan tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi dan kesinambungan pelayanan pastoral antara kepemimpinan sebelumnya dengan pelayanan yang baru.
Misa pelantikan berlangsung pukul 08.00 WITA dan dihadiri oleh seluruh umat paroki. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Deken Adonara, RD. Aloysius Dore, bersama pastor paroki lama dan pastor paroki baru sebagai tanda kesatuan pelayanan Gereja.
Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pastoral Paroki menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada RD. Wilhem Atawolo atas pengabdian dan pelayanan yang telah diberikan selama memimpin Paroki St. Werenfrid Lambunga. Ia juga menyatakan kesiapan umat dan pengurus dewan paroki untuk mendukung pastor paroki baru dalam melanjutkan karya pastoral.
Sementara itu, pastor paroki lama menyampaikan rasa syukur atas perjalanan pelayanan yang telah dilalui bersama umat.
“Terima kasih atas partisipasi, cinta, perhatian, dan kebersamaan umat dalam mendukung karya pastoral selama saya berada di sini. Dengan pelantikan ini dan penandatanganan berita acara serah terima jabatan, tugas dan tanggung jawab saya secara resmi beralih kepada pastor paroki baru, RD. Gabriel Wolor” ujarnya.

Pastor Paroki Lambunga, RD. Gabriel Wolor

Dalam sambutannya Pastor paroki baru, RD. Gabriel Wolor mengungkapkan bahwa tugas pelayanan yang diterimanya merupakan kepercayaan dari Uskup Larantuka. Ia menyadari bahwa karya pastoral tidak dapat dijalankan seorang diri, melainkan membutuhkan dukungan dan kerja sama seluruh umat.
“Saya menerima tugas dari Bapak Uskup untuk berkarya di sini. Saya bukan orang yang hebat dan pintar. Karena itu saya membutuhkan kalian semua agar kita dapat saling melengkapi dan mendukung dalam karya pastoral ke depan,” katanya.
Pada akhir perayaan, Deken Adonara menyampaikan penghargaan kepada pastor paroki lama atas kesetiaan dan pengabdiannya, sekaligus memberikan ucapan selamat bertugas kepada pastor paroki baru.
Ia mengajak seluruh umat Paroki St. Werenfrid Lambunga menjadikan moto Uskup Larantuka, “Unum Corpus, Unus Spiritus, Una Spes” (Satu Tubuh, Satu Roh, Satu Harapan), sebagai semangat bersama dalam membangun Gereja yang bersatu, mandiri, dan misioner.
Pergantian pastor paroki bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan bagian dari karya Allah yang terus berlangsung dalam Gereja. Dengan berpusat pada Kristus, membangun kebersamaan, dan mengembangkan kemandirian umat, Paroki St. Werenfrid Lambunga dipanggil untuk semakin menjadi komunitas umat Allah yang hidup dan membawa harapan bagi sesama. (Komsos Dekenat Adonara)

You may also like