LARANTUKA, Komsos Larantuka – Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur terus memperkuat kualitas pelayanan Penyuluh Agama Katolik melalui Sosialisasi Liturgi dan Tata Perayaan Ekaristi (TPE) 2020. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Senin (20/7/2026), menjadi ruang pembinaan untuk menyatukan pemahaman para penyuluh dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Katolik mengenai tata liturgi Gereja.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Katolik ini diikuti oleh Penyuluh Agama Katolik serta ASN Katolik di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur.

Sosialisasi Liturgi dan Tata Perayaan Ekaristi (TPE) 2020 bagi Para Penyuluh Agama Katolik Kabupaten Flores Timur
Membuka kegiatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Yosef Aloysius Babaputra, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi penyuluh merupakan bagian penting dalam menghadirkan pelayanan pastoral yang berkualitas di tengah umat.
Menurut Yosef, penyuluh agama tidak hanya bertugas menyampaikan informasi keagamaan, tetapi juga menjadi pendamping iman yang membantu umat memahami dan menghayati liturgi secara benar.
“Saya berharap para penyuluh dan ASN sungguh memahami liturgi dengan benar dan tepat sehingga mampu mempengaruhi dan menggarami umat dalam setiap perayaan liturgis. Jadilah pembawa kabar gembira tentang liturgi dan Tata Perayaan Ekaristi,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa masih ditemukan sejumlah praktik liturgi yang perlu disesuaikan dengan ketentuan Gereja. Mengutip ajaran Paus Fransiskus, Yosef menegaskan bahwa Kristus harus menjadi pusat dalam setiap perayaan liturgi, keheningan menjadi bagian penting dalam perjumpaan dengan Allah, dan imam menjalankan tugas sebagai pemimpin liturgi, bukan sekadar pembawa acara.
Karena itu, ia berharap para penyuluh dapat menjadi agen pembaruan liturgi di wilayah pelayanan masing-masing.
Sosialisasi ini menghadirkan Komisi Liturgi Keuskupan Larantuka, RD. Paulus Yohanes Gelang Lewoema, sebagai narasumber. Materi utama yang diberikan berkaitan dengan pemahaman Pedoman Umum Misale Romawi (PUMR) serta Tata Perayaan Ekaristi (TPE) Tahun 2020 sebagai pedoman resmi dalam pelaksanaan liturgi Gereja Katolik.
Kepala Seksi Urusan Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Paulus Pedro, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama untuk meningkatkan kapasitas penyuluh agama agar memiliki pemahaman yang utuh tentang ajaran dan norma liturgi Gereja.
“Melalui sosialisasi ini kami ingin memperkuat kompetensi penyuluh agar memiliki persepsi yang sama dalam mendampingi umat. Penyuluh agama harus menjadi garda terdepan dalam menghadirkan pelayanan yang sesuai dengan Pedoman Umum Misale Romawi dan Tata Perayaan Ekaristi, sehingga pembinaan umat berlangsung secara benar, tertib, dan membangun kesatuan Gereja,” jelas Paulus.
Ia menambahkan, hasil pembinaan ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi diwujudkan dalam pelayanan nyata di paroki-paroki. Para penyuluh diharapkan mampu membantu umat memahami liturgi sekaligus meluruskan berbagai praktik yang belum sesuai melalui pendekatan edukatif dan pastoral.

Sosialisasi Liturgi dan Tata Perayaan Ekaristi (TPE) 2020 bagi Para Penyuluh Agama Katolik Kabupaten Flores Timur
Dalam pemaparannya, RD. Paulus Yohanes Gelang Lewoema menegaskan bahwa PUMR dan TPE 2020 merupakan dasar resmi bagi penyelenggaraan Perayaan Ekaristi. Penyuluh agama, menurutnya, memiliki peran strategis sebagai pendidik iman dan penggerak kesatuan praktik liturgi umat.
Selain menjelaskan makna setiap bagian dalam Perayaan Ekaristi, narasumber juga membahas pemilihan lagu liturgi yang sesuai dengan teks Gereja, pentingnya partisipasi aktif umat, serta pemahaman yang benar terhadap berbagai unsur dalam perayaan liturgis.
Diskusi berlangsung secara interaktif dengan mengangkat sejumlah persoalan pastoral yang sering ditemukan di lapangan, seperti penggunaan lagu Kudus, Bait Pengantar Injil, Misa Tematik, hingga penggunaan musik dalam Perayaan Kamis Putih. Seluruh pembahasan diarahkan pada pemahaman yang berpedoman pada PUMR dan TPE 2020.
Melalui kegiatan ini, para penyuluh agama Katolik diharapkan semakin mampu menjadi penggerak liturgi yang benar, membangun kesatuan umat, serta menghadirkan perayaan iman yang semakin khidmat, aktif, dan berpusat pada Kristus. (Apol)
