HARI ANAK NASIONAL: Penyuluh Agama Katolik Flotim Hadirkan Kasih Yesus bagi Anak-Anak Difabel

Peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum penting untuk kembali menegaskan bahwa setiap anak memiliki nilai, martabat, dan hak yang sama untuk dicintai, diperhatikan, serta didampingi. Semangat inilah yang diwujudkan oleh Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur melalui kegiatan pembinaan iman bersama anak-anak dampingan di Panti Difabel PIC Damian, Paroki Weri, Kamis (23/7/2026).

by Komsos Keuskupan Larantuka

WERI, Komsos Larantuka– Peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum penting untuk kembali menegaskan bahwa setiap anak memiliki nilai, martabat, dan hak yang sama untuk dicintai, diperhatikan, serta didampingi. Semangat inilah yang diwujudkan oleh Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur melalui kegiatan pembinaan iman bersama anak-anak dampingan di Panti Difabel PIC Damian, Paroki Weri, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Aku Berharga dan Dikasihi Yesus” ini menjadi bentuk nyata kepedulian Gereja dan para pelayan pastoral dalam menghadirkan kasih Allah bagi anak-anak, khususnya mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Tema tersebut berakar pada sabda Yesus dalam Injil Lukas 18:16, “Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku.” Sabda ini menjadi dasar refleksi bahwa Yesus selalu membuka tangan-Nya bagi setiap anak tanpa melihat keterbatasan fisik maupun kondisi kehidupan mereka.
Dua Penyuluh Agama Katolik, Susan Niren Kelen dan Rosalia Melani, mendampingi seluruh rangkaian kegiatan dengan pendekatan yang kreatif, penuh kegembiraan, dan mudah dipahami oleh anak-anak. Melalui kegiatan ini, para peserta diajak menyadari bahwa mereka bukanlah pribadi yang kurang atau berbeda, tetapi merupakan anak-anak Allah yang berharga dan dikasihi.

Kegiatan pembinaan iman bersama anak-anak dampingan di Panti Difabel PIC Damian, Paroki Weri, Kamis (23/7/2026)

Suasana sukacita mulai terasa sejak awal kegiatan. Rosalia Melani mengawali pertemuan dengan berbagai permainan, animasi, lagu, dan yel-yel yang mengajak anak-anak bernyanyi, bergerak, serta membangun semangat kebersamaan. Pendekatan yang ceria ini membuat anak-anak lebih terbuka, berani mengekspresikan diri, dan semakin antusias mengikuti setiap proses pendampingan.
Setelah doa pembuka, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian kisah Kitab Suci tentang Yesus yang menerima dan memberkati anak-anak. Dalam kisah tersebut, para penyuluh mengajak anak-anak memahami bahwa kasih Yesus tidak pernah membeda-bedakan manusia. Bagi Yesus, setiap anak memiliki tempat istimewa dalam Kerajaan Allah dan dipanggil untuk mengalami kasih serta perhatian yang sama.
Pesan iman yang disampaikan tidak hanya berhenti pada cerita, tetapi diterjemahkan melalui kegiatan kreatif. Anak-anak diajak mewarnai gambar Yesus sebagai bentuk ungkapan iman dan kreativitas. Kegiatan sederhana ini menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan, sekaligus membantu anak-anak mengembangkan kemampuan motorik, imajinasi, dan rasa percaya diri.
Salah satu momen yang menarik dalam kegiatan tersebut adalah sesi “Galeri Kasih”. Pada kesempatan ini, setiap anak diberi ruang untuk memperlihatkan hasil karya mereka di hadapan teman-temannya. Tidak ada karya yang dianggap lebih baik atau lebih rendah, karena setiap hasil merupakan ungkapan pribadi yang patut dihargai. Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar bahwa setiap orang memiliki keunikan dan kemampuan yang perlu disyukuri.
Kegiatan ditutup dengan doa syukur, foto bersama, serta ungkapan sukacita berupa ucapan Selamat Hari Anak Nasional dari anak-anak Panti Difabel PIC Damian, Paroki Weri. Senyum dan kegembiraan yang terpancar menjadi tanda bahwa kehadiran para pendamping telah membawa warna kasih dan harapan bagi mereka.
Melalui kegiatan peringatan Hari Anak Nasional ini, Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan keagamaan yang inklusif, ramah anak, dan menyentuh kehidupan masyarakat. Pendampingan terhadap anak-anak berkebutuhan khusus menjadi bagian dari upaya menghadirkan wajah Allah yang penuh kasih, menghargai martabat manusia, serta menanamkan nilai iman, kepedulian, dan penghargaan terhadap sesama sejak usia dini. (Apol)

You may also like