GEREJA STASI SANTO FRANSISKUS ASSISI APELAME: “Berganti Wajah”, Dua Uskup Hadir Mengiringi Perjalanan Iman Umat

Gereja Stasi Santo Fransiskus Assisi Apelame, Paroki Santo Mikael Kalike, tampil dengan wajah baru setelah melalui proses pembangunan selama 18 bulan. Pemberkatan gereja yang berlangsung meriah pada Jumat, 24 Juli 2026, menjadi momen bersejarah bagi umat setempat karena perjalanan pembangunan rumah ibadah ini melibatkan kehadiran dua Uskup Larantuka. Perayaan pemberkatan Gereja Stasi Santo Fransiskus Assisi Apelame dipimpin langsung oleh Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro. Dalam perayaan tersebut hadir tujuh imam konselebran, dua diakon, para suster, frater, Camat Solor Selatan, tokoh umat, serta seluruh umat Paroki Santo Mikael Kalike dan umat dari wilayah Solor.

by Komsos Keuskupan Larantuka

KALIKE, Komsos Larantuka – Gereja Stasi Santo Fransiskus Assisi Apelame, Paroki Santo Mikael Kalike, tampil dengan wajah baru setelah melalui proses pembangunan selama 18 bulan. Pemberkatan gereja yang berlangsung meriah pada Jumat, 24 Juli 2026, menjadi momen bersejarah bagi umat setempat karena perjalanan pembangunan rumah ibadah ini melibatkan kehadiran dua Uskup Larantuka.
Perayaan pemberkatan Gereja Stasi Santo Fransiskus Assisi Apelame dipimpin langsung oleh Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro. Dalam perayaan tersebut hadir tujuh imam konselebran, dua diakon, para suster, frater, Camat Solor Selatan, tokoh umat, serta seluruh umat Paroki Santo Mikael Kalike dan umat dari wilayah Solor.

Pemberkatan Gereja St. Fransiskus Assisi Apelame (24 Juli 2026)

Perayaan Ekaristi semakin semarak dengan pelayanan koor dari mahasiswa Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero, khususnya Program Studi Kewirausahaan dan Pendidikan Guru Agama Katolik.
Stasi Santo Fransiskus Assisi Apelame merupakan komunitas kecil dengan jumlah umat sebanyak 42 kepala keluarga atau 142 jiwa yang terbagi dalam tiga Komunitas Basis Gerejani (KBG). Meskipun memiliki keterbatasan dalam hal finansial dan tenaga, umat Apelame menyimpan kerinduan besar untuk memperbarui rumah ibadah mereka.
Kerinduan tersebut diwujudkan dengan melakukan renovasi dan pembangunan kembali gedung gereja lama yang sudah tidak lagi memadai dari sisi kondisi bangunan maupun daya tampung umat. Dengan dukungan Pastor Paroki Santo Mikael Kalike, RD. Yohanes Berchmans Beda, umat Apelame kemudian menemukan tangan-tangan kasih melalui empat donatur (Bpk. Wendrik Widiarto Koeseta, Ibu Fonny Yauw Koeseta, Mr. Robert Lon Gowdy, Ms. Perizie Azwir) yang membantu proses pembangunan gereja tersebut.
Gereja Stasi Apelame menjadi gereja ketiga yang dibangun dan ditangani oleh RD. Yohanes Berchmans Beda selama masa pelayanannya sebagai Pastor Paroki Santo Mikael Kalike sebelum menjalankan tugas baru di Paroki Bama.
Perjalanan pembangunan gereja ini dimulai pada 18 Desember 2024 melalui peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Yang Mulia Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Uskup Larantuka saat itu. Setelah melewati proses selama kurang lebih 18 bulan, umat Apelame akhirnya kembali menyambut kehadiran Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, untuk memberkati rumah ibadah yang telah mereka perjuangkan bersama.
Hal menarik dari perjalanan pembangunan Gereja Stasi Santo Fransiskus Assisi Apelame adalah semangat persaudaraan lintas iman yang terbangun. Sejak awal pembangunan hingga pemberkatan gereja, umat Katolik Apelame berjalan bersama dengan umat Muslim setempat dalam semangat gotong royong dan persaudaraan.
“Apelame adalah dusun kecil, tetapi merupakan bagian terpenting dalam misi saya karena ini adalah pertama kalinya saya hadir di Pulau Solor,” ungkap Mgr. Yohanes Hans Monteiro dalam sambutannya.
Bapa Uskup juga menegaskan pentingnya persatuan umat dengan mengangkat motto penggembalaannya: “Unum Corpus, Unus Spiritus, Una Spes” – satu tubuh, satu roh, satu pengharapan. Menurutnya, kekuatan Gereja terletak pada kebersamaan dan kesatuan umat dalam menjalankan misi Allah.

Pemberkatan Gereja St. Fransiskus Assisi Apelame (24 Juli 2026)

Sementara itu, salah satu tokoh adat, Muslimin Sangga, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kehadiran Gereja menjadi ruang yang membentuk umat menjadi pribadi yang semakin baik.
“Semoga kamu menjadi manusia Gereja,” pesannya kepada umat Apelame.
Kehangatan persaudaraan juga terlihat dari keterlibatan umat Muslim yang ikut menyambut kedatangan Bapa Uskup dan rombongan imam konselebran. Mulai dari penjemputan di gapura hingga mengiringi perjalanan menuju pintu gerbang gereja, semuanya menjadi tanda nyata bahwa kasih dan persaudaraan dapat tumbuh melampaui batas perbedaan.
Pemberkatan Gereja Stasi Santo Fransiskus Assisi Apelame menjadi bukti bahwa sebuah komunitas kecil dapat menghadirkan karya besar ketika dibangun dalam iman, kerja sama, dan semangat persaudaraan. Gereja baru ini bukan hanya sebuah bangunan fisik, tetapi menjadi simbol hidupnya iman umat dan persatuan masyarakat di wilayah Solor. (Basilius Sogen)

You may also like