LEBAO TENGAH, Komsos Larantuka – Perayaan Hari Komunikasi Sosial (KOMSOS) Sedunia ke-60 tingkat Keuskupan Larantuka berlangsung meriah di Paroki San Juan Lebao Tengah, tepatnya di Kapela Mgr. Gabriel Manek, SVD, Minggu, 17 Mei 2026. Perayaan ini menjadi momentum penting bagi Gereja lokal Keuskupan Larantuka untuk merefleksikan peran komunikasi sosial di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.

Pelantikan Tim Kerja KOMSOS KL – Perayaan Hari Komsos ke-60 di Keuskupan Larantuka
Perayaan Ekaristi dipimpin langsung oleh Uskup Larantuka Mgr. Yohanes Hans Monteiro didampingi Ketua KOMSOS Keuskupan Larantuka RD. Anselmus Liwun, Sekretaris KOMSOS RD. Inosensius Soni Koten, serta Pastor Rekan Paroki Lebao, RD. Boni Hurint. Dalam perayaan tersebut, Uskup Larantuka juga melantik Tim Kerja Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Larantuka yang akan menjalankan pelayanan komunikasi sosial Gereja di tingkat keuskupan periode 2026-2028.
Dalam homilinya, Uskup Larantuka menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital harus tetap menempatkan manusia sebagai pusat perhatian. Mengacu pada pesan Paus Leo XIV dalam Hari KOMSOS Sedunia tahun ini, Bapa Uskup mengingatkan bahwa teknologi tidak boleh menggantikan suara dan wajah manusia yang autentik.
“Teknologi tidak boleh menggantikan suara dan wajah manusia yang asli, dan jangan menggunakan teknologi untuk merendahkan martabat manusia, tetapi gunakanlah dengan hati,” tegas Uskup.
Menurutnya, media sosial dan teknologi digital seharusnya menjadi sarana untuk membangun kehidupan bersama, memperkuat relasi antarmanusia, dan menghadirkan nilai-nilai kasih serta penghormatan terhadap martabat manusia.

Tim Kerja Komsos Keuskupan Larantuka Perode 2026-2028
Ketua KOMSOS Keuskupan Larantuka RD. Anselmus Liwun, dalam sambutannya menegaskan bahwa Hari KOMSOS bukan hanya perayaan bagi para pegiat media Gereja, melainkan perayaan seluruh umat Allah. Komunikasi, katanya, merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia, termasuk dalam kehidupan Gereja.
Ia mengajak umat untuk menggunakan teknologi secara bijaksana demi menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Manusia, menurutnya, adalah citra Allah yang memiliki martabat luhur, jauh melampaui segala bentuk teknologi yang diciptakan manusia sendiri.
RD. Anselmus juga menyampaikan apresiasi kepada Pastor Paroki San Juan Lebao Tengah, para Suster PRR, umat, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya perayaan Hari KOMSOS Sedunia ke-60 tingkat Keuskupan Larantuka.
Setelah perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan acara ‘tatap muka’ untuk mendengar arahan Uskup Larantuka bagi anggota Tim Kerja KOMSOS yang baru dikukuhkan di Ruang Audio Visual Susteran Putri Reinha Rosari. Dalam arahannya, Uskup menekankan bahwa KOMSOS merupakan ruang pendalaman dan pewartaan iman di tengah dunia digital.
Ia mengungkapkan bahwa iman adalah proses mengenal dan berjumpa dengan Yesus Kristus. Karena itu, media sosial hendaknya dipakai sebagai sarana pewartaan yang membantu umat semakin dekat dengan Kristus. Gereja, katanya, dipanggil untuk menghadirkan suara yang membawa kebenaran dan harapan di tengah derasnya arus informasi digital.

Anggota Tim Kerja KOMSOS KL – Perayaan Hari Komsos ke-60 di Keuskupan Larantuka
Uskup juga menekankan pentingnya verifikasi dalam kerja jurnalistik KOMSOS. Menurutnya, budaya digital yang serba cepat sering kali membuat orang tergoda mengejar viralitas tanpa mempertimbangkan kebenaran informasi yang disampaikan.
“KOMSOS harus menghadirkan informasi yang benar, bijaksana, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Selain itu, Uskup mengajak Tim KOMSOS untuk terus terbuka terhadap perkembangan teknologi dan meningkatkan kualitas pelayanan media digital Gereja, termasuk pelayanan live streaming dan pengelolaan media sosial keuskupan. Ia berharap tenaga-tenaga muda yang memiliki kemampuan di bidang komunikasi dapat terus diberi kesempatan belajar dan mengembangkan keterampilan mereka.
Dalam arahannya, Uskup juga menegaskan pentingnya membangun identitas khas KOMSOS Keuskupan Larantuka agar memiliki karakter pewartaan yang mudah dikenali masyarakat melalui berbagai konten digital yang diproduksi.
Sebagai penutup, Uskup mengingatkan berbagai tantangan dunia digital, termasuk maraknya judi online, pinjaman online, dan penipuan digital yang kini semakin memengaruhi banyak orang, termasuk kalangan rohaniwan. Karena itu, KOMSOS diharapkan tidak hanya menjadi sarana pewartaan iman, tetapi juga media edukasi bagi umat agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab.

Anggota Tim Kerja KOMSOS KL – Perayaan Hari Komsos ke-60 di Keuskupan Larantuka
Adapun susunan Tim Kerja Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Larantuka yang dilantik yakni: Ketua KOMSOS RD. Anselmus Liwun, Sekretaris RD. Inosensius Soni Koten, dan Bendahara Maria Yosefina Belang.
Pada Divisi Pendidikan dan Pelatihan, koordinator dijabat RD. Inosensius Soni Koten dengan anggota RD. Arnoldus Sofiano Boli Erap, RD. Moses Watan Boro, dan RD. Thobias Tube Kerans.
Divisi Publikasi Media Cetak dan Online dikoordinatori oleh Aurelius Agustinus M.W. Eliando dengan anggota Antonius Lamabelawa.
Divisi Pewartaan dan Penyiaran dipimpin Maria Yosefina Belang dengan anggota Monika Bataona, Nadia Syahrani Putri Algadri, Stepania Anna Maria A. Kleden, Martha Helena Dai Samon, Bernadete Yolinda Bataona, dan Elisabeth Febrianti Kolin.
Pada Divisi Dokumentasi dan Peralatan, koordinator dijabat Paulus Doni Goran dengan anggota Fransiskus Xaverius Diaz, Saverius Piku, dan Viktor Wilfrid Diaz.
Sementara itu, Divisi Media Sosial dikoordinatori Hiasintus Alvianus N. Wake (mengelolah YouTube), dengan anggota Gregorius T. Werang dan Antonius Maskin Riberu (mengelolah Facebook), Desiderius N. Setiawan (mengelolah TikTok), serta Agustinus Payong Langoday (mengelolah Instagram).

Mgr. Yohanes Hans Monteiro bersama RD. Anselmus Liwun (Ketua KOMSOS KL) – Perayaan Hari Komsos ke-60 di Keuskupan Larantuka
Perayaan Hari KOMSOS Sedunia ke-60 ini menjadi penegasan bahwa Gereja Keuskupan Larantuka terus berkomitmen menghadirkan pelayanan komunikasi sosial yang humanis, membangun, dan berakar pada nilai-nilai Injil. Di tengah perkembangan teknologi yang terus berubah, Gereja dipanggil untuk tetap menjaga suara dan wajah manusia sebagai pusat pewartaan, sehingga media digital sungguh menjadi sarana yang menghadirkan harapan, kebenaran, dan kasih bagi sesama. (Tim Komsos KL)


