LEMBATA, Komsos Larantuka, Hujan deras yang mengguyur wilayah Paroki St. Fransiskus de Sales Pada pada Minggu, 26 April 2026, tidak menyurutkan semangat sembilan ratusan anak dan remaja yang mengikuti Jambore Anak SEKAMI dan Misioner se-Dekenat Lembata. Justru di tengah rintik yang kian membasahi bumi, sukacita dan kebersamaan terpancar semakin nyata dari wajah-wajah polos para peserta. Mengusung tema “Satu dalam Kristus, Bersatu dalam Misi”, kegiatan ini menjadi ruang istimewa bagi anak-anak dari berbagai paroki untuk bertumbuh dalam iman, mempererat persaudaraan, serta menanamkan semangat misioner sejak usia dini.
Puncak seluruh rangkaian jambore dirayakan dalam Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Uskup Mgr. Yohanes Hans Monteiro. Perayaan berlangsung dalam suasana yang begitu mengesankan. Di tengah guyuran hujan yang cukup deras, para peserta tetap bertahan dengan penuh semangat, mengikuti setiap bagian liturgi dengan khidmat dan penghayatan mendalam. Hujan tidak menjadi penghalang, melainkan seperti ikut menyanyikan pujian bagi Sang Pencipta. Nyanyian, doa, dan jawaban liturgi menggema dengan penuh semangat, menciptakan suasana yang mengharukan sekaligus membangkitkan rasa persaudaraan yang kuat. Perayaan Ekaristi sungguh dihayati sebagai puncak kehidupan iman, sumber kekuatan untuk memupuk kasih, dan landasan untuk berjalan bersama dalam satu Kristus serta berjuang dalam satu misi.
Sepanjang kegiatan, anak-anak diajak untuk menyadari jati diri mereka sebagai domba-domba yang berjalan mengikuti Gembala Agung menuju keselamatan. Simbol tongkat gembala dimaknai sebagai tanda tuntunan Tuhan yang senantiasa mengarahkan umat-Nya ke jalan yang benar. Mereka belajar untuk mengenal, mendengar, dan mengikuti suara Sang Gembala dalam kehidupan sehari-hari. Lagu-lagu rohani seperti “Dengarlah Dia Memanggil Namamu” semakin menghidupkan suasana kebersamaan. Anak-anak diajak untuk berani mewartakan kabar sukacita Kristus, menjalin persahabatan lintas paroki, serta membangun relasi yang saling mengenal dan menguatkan, persis seperti domba yang mengenal gembalanya dan gembala yang mengenal domba-dombanya.
Keindahan jambore semakin terasa dalam semangat kebersamaan, ketika anak-anak diajak untuk berjalan bersama dalam iman dan menjadikan Ekaristi sebagai pusat kehidupan. Doa-doa yang dipanjatkan mencerminkan harapan agar setiap anak mampu mendengar panggilan Tuhan dan hidup dalam kasih persaudaraan.
Bupati Kabupaten Lembata Petrus Kanisius Tuaq yang hadir dalam kegiatan ini, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya jambore ini. Ia menegaskan bahwa jambore bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sarana pembinaan iman, karakter, dan persaudaraan. “Anak-anak adalah generasi penerus Gereja, bangsa, dan daerah ini. Kegiatan ini menjadi bekal penting bagi masa depan mereka,” ungkapnya. Ia juga mengajak anak-anak untuk semakin mencintai Tuhan, peduli terhadap sesama, dan berani berbagi kasih.
Sementara itu, Uskup Mgr. Yohanes Hans Monteiro dalam homilinya menekankan pentingnya persatuan dalam Kristus serta kesadaran akan misi perutusan. Ia mengajak anak-anak untuk mengalami sukacita sejati sebagai domba-domba yang diutus oleh Gembala Sejati. “Dalam diri anak-anak tampak keindahan Allah: tulus, sederhana, dan penuh sukacita,” tuturnya. Uskup juga mengingatkan para orang tua untuk senantiasa mendukung pertumbuhan iman anak-anak, bukan menghambat, melainkan membimbing mereka menuju jalan yang benar. Ia menyampaikan terima kasih kepada para imam, biarawan-biarawati, frater, panitia, serta pemerintah daerah yang telah mendukung kegiatan ini. Secara khusus, apresiasi disampaikan kepada panitia di bawah koordinasi RD. Asno Tukan, para pastor paroki, Dewan Pastoral Paroki, serta para pendamping yang telah melayani dengan penuh cinta dan dedikasi.
Pastor Paroki St. Fransiskus de Sales Pada, P. Swarna Anil Kurman, MSFS selaku tuan rumah mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya. “Kami sangat bersyukur dan bahagia dapat menjadi tuan rumah. Semoga pengalaman iman ini menjadi kekuatan bagi anak-anak untuk terus memupuk persaudaraan dalam semangat satu Kristus,” ujarnya. Ia berharap agar api jambore tidak padam, tetapi terus menyala dalam kehidupan sehari-hari di tengah keluarga, Gereja, dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak untuk terus bertumbuh sebagai pribadi yang beriman, menghidupi kasih dalam tindakan nyata, serta membawa sukacita bagi sesama. Dalam semangat 2D2K (Doa, Derma, Kurban, dan Kesaksian) mereka diharapkan menjadi saksi Kristus yang hidup, menghadirkan terang dan harapan bagi dunia. (@Komsos Dekenat Lembata)


