HINGA, Komsos Larantuka – Api Roh Kudus yang berkobar dalam Pekan Kemping Rohani Orang Muda Katolik (OMK) Se-Dekenat Adonara menjadi tanda pengutusan bagi ratusan generasi muda Gereja. Setelah ditempa melalui doa, pembinaan iman, persaudaraan, refleksi, serta berbagai kegiatan pengembangan diri, sebanyak kurang lebih 445 OMK kembali ke paroki masing-masing dengan membawa semangat baru: menjadi cahaya Kristus yang hadir membawa harapan bagi Gereja dan masyarakat.
Pekan Kemping Rohani OMK Se-Dekenat Adonara Tahun 2026 resmi ditutup melalui Perayaan Ekaristi Kudus di Gereja Paroki St. Martinus Hinga, Minggu (19/7/2026). Perayaan syukur tersebut dipimpin oleh Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, didampingi Deken Adonara, RD. Aloysius Dore bersama para imam dan diakon.

Pekan Kemping Rohani OMK Se-Dekenat Adonara Tahun 2026
Suasana sukacita dan kebersamaan tampak dalam perayaan penutupan ini. Ratusan OMK yang datang dari berbagai paroki di wilayah Dekenat Adonara mengikuti misa bersama umat Paroki St. Martinus Hinga sebagai puncak dari seluruh rangkaian kegiatan yang telah berlangsung selama beberapa hari.
Pekan Kemping Rohani ini tidak hanya menjadi media pertemuan orang muda, tetapi menjadi ruang pembentukan iman dan karakter. Melalui berbagai agenda seperti doa bersama, pendalaman Kitab Suci, pembinaan rohani, penguatan persaudaraan, diskusi, serta kegiatan pemberdayaan, para peserta diajak untuk semakin mengenal diri, memperdalam iman, dan menemukan panggilan mereka sebagai orang muda Katolik.
Dalam homilinya, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, menegaskan bahwa orang muda memiliki peranan yang sangat penting dalam perjalanan kehidupan Gereja. OMK tidak hanya dipandang sebagai generasi penerus, tetapi juga sebagai bagian penting yang mengambil peran dalam menghadirkan wajah Gereja di tengah dunia saat ini.
“Orang muda dipanggil untuk bertumbuh dalam iman, memiliki semangat melayani, dan mengembangkan potensi diri agar menjadi pribadi yang mandiri serta mampu memberi manfaat bagi Gereja dan masyarakat,” pesan Uskup Larantuka.
Menurut Uskup Larantuka, semangat kemilitan orang muda tidak hanya terlihat dari kehadiran mereka dalam berbagai kegiatan Gereja, tetapi terutama melalui kesaksian hidup sehari-hari. Iman yang hidup harus diwujudkan dalam sikap peduli, tanggung jawab, kerja keras, keberanian mengambil bagian, serta kesediaan melayani sesama.
OMK yang militan, lanjut Uskup, bukan hanya pribadi yang aktif secara lahiriah, tetapi pribadi yang memiliki hati yang terbuka terhadap kebutuhan orang lain. Mereka dipanggil untuk menjadi pembawa perubahan positif, menjadi jembatan persatuan, dan menghadirkan kasih Kristus dalam lingkungan keluarga, Gereja, dan masyarakat.
Pesan tersebut sejalan dengan tema Pekan Kemping Rohani OMK Se-Dekenat Adonara Tahun 2026: “Jadilah OMK yang Militan Menjadi Cahaya Bagi Sesama.” Tema ini mengajak orang muda untuk tidak hanya menjadi peserta dalam kehidupan menggereja, tetapi menjadi pelaku utama yang membawa terang, harapan, dan semangat pelayanan.
Pada bagian akhir homilinya, Uskup Larantuka mengajak seluruh OMK Dekenat Adonara untuk terus menjaga persaudaraan, persatuan, dan perdamaian. Di tengah berbagai tantangan zaman, orang muda dipanggil untuk menjadi generasi yang mampu merawat kebersamaan serta menghadirkan nilai-nilai Injil dalam kehidupan bersama.
Makna pengutusan itu semakin kuat melalui simbol Api Roh Kudus dalam malam api unggun pada Sabtu malam (18/7/2026). Api yang menyala menjadi lambang iman yang hidup, semangat persaudaraan, dan daya pelayanan yang dikobarkan Roh Kudus dalam hati setiap peserta.

Pekan Kemping Rohani OMK Se-Dekenat Adonara Tahun 2026
Sebagaimana api mampu menerangi kegelapan, demikian pula setiap Orang Muda Katolik dipanggil untuk membawa terang Kristus melalui sikap hidup yang penuh kasih, kreativitas, pengharapan, dan pengabdian. Api yang telah dinyalakan dalam kegiatan ini diharapkan terus terpelihara ketika para peserta kembali ke tengah komunitas masing-masing.
Dengan berakhirnya Pekan Kemping Rohani ini, para peserta tidak sekadar membawa pengalaman sebuah kegiatan, tetapi membawa misi baru sebagai pribadi yang diteguhkan dalam iman dan diutus menjadi pelita Gereja serta masyarakat.
Mereka diharapkan menjadi OMK yang militan, kreatif, mandiri, dan siap menjadi saksi Kristus di tengah dunia, sejalan dengan semangat Tahun Yubileum Pengharapan. (KOMSOS Dekenat Adonara)
