MAUMERE, Komsos Larantuka – Nusra Youth Day (NYD) III Regio Nusra-Bali memang telah berakhir, tetapi semangat yang lahir dari perjumpaan ribuan Orang Muda Katolik (OMK) di Nian Tanah Sikka tidak ikut padam. Sebaliknya, semangat itu dibawa pulang dalam sebuah “Surat Cinta OMK Regio Nusra: Nyala Api dari Maumere”, sebuah pesan bersama yang menjadi kompas bagi perjalanan kaum muda Katolik setelah kembali ke keuskupan masing-masing.
Surat yang dibacakan pada penutupan NYD III, Sabtu (5/7/2026), menjadi buah refleksi atas perjalanan iman yang mempertemukan 837 peserta dari sembilan keuskupan di Regio Nusra-Bali. Selama beberapa hari, para peserta tidak hanya mengalami sukacita persaudaraan, tetapi juga diajak menemukan Kristus dalam sesama dan diutus untuk menghadirkan kasih-Nya bagi masyarakat serta menjaga keutuhan alam ciptaan.

Nara Sumber Nusra Youth Day (NYD) III Regio Nusra-Bali 2026
Melalui surat tersebut, OMK Regio Nusra-Bali merumuskan tiga semangat utama yang diharapkan terus hidup dalam dinamika kaum muda setelah perhelatan NYD berakhir.
Semangat pertama adalah mengakar dalam persaudaraan dan keterlibatan aktif. Kaum muda diingatkan bahwa Gereja membutuhkan mereka bukan sekadar sebagai generasi penerus, melainkan sebagai wajah Gereja masa kini yang hadir dan berkarya di tengah kehidupan.
OMK diajak menjadi pribadi yang berani turun ke tengah masyarakat sebagai pelayan, penggerak persaudaraan, serta pembawa sukacita. Mereka juga didorong membangun jejaring dengan seluruh unsur Gereja dan masyarakat, memperjuangkan solidaritas bagi mereka yang tersisih, menjaga keutuhan ciptaan, serta menjadi saksi iman, harapan, dan kasih.
Dalam surat tersebut ditegaskan bahwa kekuatan budaya Nusra yang sarat nilai kekeluargaan menjadi modal penting untuk membangun Gereja sebagai rumah bersama. Dari akar budaya yang diperkaya oleh kasih Kristus, kaum muda diharapkan menjadi pembawa harapan yang setia dalam proses dan teguh dalam komitmen.
Semangat kedua menyoroti tantangan dunia digital. OMK diajak menjadi generasi yang bijaksana, kritis, dan bermakna di era digital.
Di tengah derasnya arus informasi dan budaya media sosial, kaum muda diingatkan agar mampu memadukan iman dengan akal budi. Ruang digital harus menjadi tempat yang menghadirkan dialog yang terbuka, jujur, rendah hati, dan saling menghormati.
Surat tersebut juga mengajak kaum muda menghidupi prinsip “posting yang penting, bukan yang penting posting.” Dengan demikian, media sosial tidak hanya menjadi ruang mencari popularitas, tetapi juga sarana pewartaan yang menghadirkan pesan-pesan yang menyembuhkan, membangun persaudaraan, dan membawa kebenaran secara bermartabat.
Sementara itu, semangat ketiga mengajak kaum muda untuk waspada dan menjaga martabat diri di tengah berbagai ancaman yang muncul di dunia digital.
Surat itu mengingatkan bahwa perkembangan teknologi telah menghadirkan berbagai bentuk baru manipulasi dan perdagangan orang melalui media sosial, percakapan daring, love bombing, permainan digital, maupun tawaran pekerjaan yang menyesatkan. Karena itu, OMK diajak memiliki keberanian untuk bersikap kritis, bertanya, dan menolak segala bentuk eksploitasi yang merendahkan martabat manusia.
Selain itu, kaum muda juga diajak menjaga martabat tubuh dan seksualitas sebagai bait Roh Kudus. Seksualitas dipahami sebagai anugerah Allah yang harus dihayati dalam terang kasih, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap martabat manusia, bukan sebagai komoditas yang dieksploitasi dalam budaya digital.
Menutup surat tersebut, OMK Regio Nusra-Bali menegaskan bahwa persaudaraan yang dipintal di Maumere harus terus bertumbuh dalam kehidupan sehari-hari. Setiap orang muda diutus menjadi “surat cinta Allah” bagi Gereja dan dunia melalui semangat berjalan bersama, bertumbuh bersama, berkarya bersama, menemukan Kristus dalam diri sesama, serta membagikan kasih-Nya kepada semakin banyak orang dan alam ciptaan.

Nusra Youth Day (NYD) III Regio Nusra-Bali 2026
Pada kesempatan yang sama, diumumkan pula bahwa Keuskupan Labuan Bajo dipercaya menjadi tuan rumah Nusra Youth Day IV pada tahun 2030. Pengumuman tersebut disambut sukacita seluruh peserta dan menjadi tanda berlanjutnya estafet persaudaraan Orang Muda Katolik Regio Nusra-Bali untuk terus menyalakan api iman, harapan, dan kasih di seluruh wilayah Nusa Tenggara dan Bali. (Monik-OMK Larantuka)
