Saturday, June 13, 2026
Banner

70 TAHUN PAROKI KALIKASA: Ketika Musik Liturgi Menjadi Bahasa Persatuan Umat

by Komsos Keuskupan Larantuka

KALIKASA, Komsos Larantuka – Sukacita perayaan Hari Ulang Tahun ke-70 Paroki Santo Antonius Padua Kalikasa semakin terasa melalui pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejani (PESPARANI) tingkat paroki yang berlangsung meriah pada Jumat, 5 Juni 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian syukur tujuh dekade perjalanan paroki ini tidak hanya menghadirkan kompetisi paduan suara, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang mempererat persaudaraan dan kebersamaan umat dari berbagai stasi.

Pesparani Paroki Kalikasa

Sejak sore hari, umat dari berbagai wilayah paroki mulai memadati lokasi kegiatan. Suasana penuh kegembiraan tampak dalam kebersamaan para peserta yang datang membawa semangat pelayanan melalui musik liturgi. Nyanyian demi nyanyian yang dibawakan para peserta tidak hanya menjadi sajian perlombaan, tetapi juga ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang 70 tahun perjalanan Paroki Santo Antonius Padua Kalikasa.
Sebanyak sembilan stasi mengambil bagian dalam ajang tersebut. Masing-masing stasi mengutus 25 anggota paduan suara dewasa campuran dan seorang dirigen untuk mewakili komunitasnya. Kesembilan stasi peserta adalah Stasi Santo Antonius Padua Kalikasa, Stasi Lewokukung, Stasi Waimuda, Stasi Karangora, Stasi Santo Petrus Kolilerek, Stasi Waipei, Stasi Santo Mikhael Lewaji, Stasi Kristus Raja Bakan, dan Stasi Mudalerek.

Pesparani Paroki Kalikasa

Pelaksanaan PESPARANI dipimpin oleh Pastor Vikaris Kalikasa, RD. Atonius A. Tukan, yang bertindak sebagai ketua pelaksana. Kehadiran para peserta, pendamping, panitia, dan umat dari seluruh stasi menciptakan suasana yang hangat dan penuh semangat. Kebersamaan yang terjalin selama kegiatan menjadi gambaran nyata kehidupan menggereja yang terus tumbuh dan berkembang dalam semangat persaudaraan.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia yang juga Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Kalikasa, Yoakim Make Making menegaskan bahwa kegiatan seperti PESPARANI memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar perlombaan. Menurutnya, musik gerejani merupakan bagian penting dari kehidupan liturgi Gereja yang membantu umat menghayati iman secara lebih mendalam. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mengembangkan bakat dan kemampuan umat dalam pelayanan musik liturgi.
Senada dengan itu, Pastor Paroki Kalikasa, RD. Emanuel Temaluru, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas keterlibatan aktif umat dari seluruh stasi. Ia melihat antusiasme para peserta sebagai tanda bahwa kehidupan iman umat terus bertumbuh dan berkembang.

Pesparani Paroki Kalikasa

“Malam ini kalian menunjukkan bahwa partisipasi dalam musik liturgi betul-betul menjadi wujud perkembangan iman yang luar biasa,” ungkap Pastor Emanuel di hadapan para peserta dan umat yang hadir.
Pembukaan resmi PESPARANI dilakukan oleh Romo Deken Wilayah Lembata, RD. Blasius Masang Kleden. Dalam sambutannya, ia memberikan penghargaan kepada seluruh panitia, peserta, dan umat yang telah bekerja sama menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan PESPARANI merupakan buah dari kerja sama, semangat gotong royong, dan komitmen bersama dalam membangun kehidupan menggereja.
“Suksesnya kegiatan ini menunjukkan betapa kerja sama yang baik selalu membuahkan hasil berlimpah,” tegasnya.
Kompetisi paduan suara ini dinilai oleh tiga juri yang memiliki pengalaman di bidang musik dan paduan suara, yakni Pater Emanuel Wero, SVD, Bernadus Ado Asan, dan Ambrosius Leyn. Setelah melalui proses penilaian yang ketat, objektif, dan profesional, dewan juri akhirnya menetapkan para pemenang.
Stasi Kristus Raja Bakan berhasil meraih Juara I dan tampil sebagai juara umum dalam ajang tersebut. Posisi Juara II diraih oleh Stasi Santo Mikhael Lewaji, sementara Juara III diraih oleh Stasi Santo Petrus Kolilerek. Tuan rumah, Stasi Santo Antonius Padua Kalikasa, menempati posisi Juara IV. Adapun lima stasi lainnya memperoleh penghargaan bersama sebagai Juara V berdasarkan keputusan dan kesepakatan dewan juri bersama panitia.

Ketua Pelaksana, Deken Lembata, Pastor Paroki Kalikasa dan Ketua DPP Kalikasa

Lebih dari sekadar perlombaan, PESPARANI Paroki Santo Antonius Padua Kalikasa menjadi momentum yang memperlihatkan wajah Gereja yang hidup, bersatu, dan penuh sukacita. Melalui musik dan nyanyian liturgi, umat dari berbagai stasi dipersatukan dalam satu semangat pelayanan dan syukur. Dalam perayaan HUT ke-70 paroki ini, PESPARANI menjadi bukti bahwa musik liturgi bukan hanya sarana memuliakan Tuhan, tetapi juga bahasa persatuan yang menguatkan persaudaraan umat dan menumbuhkan harapan akan masa depan Gereja yang semakin hidup dan berakar dalam iman. (RD. Asno Tukan)

You may also like