BANGUN KESADARAN EKOLOGIS ORANG MUDA: Caritas Larantuka Selenggarakan Lokakarya Laudato Si’

by Komsos Keuskupan Larantuka

WAIWADAN, Komsos Larantuka – Krisis lingkungan hidup yang semakin terasa hingga ke tingkat akar rumput mendorong Gereja untuk terus menghadirkan gerakan kesadaran ekologis yang nyata. Melalui semangat Ensiklik Laudato Si’, PSE/Caritas Keuskupan Larantuka bersama Caritas Indonesia (Carina) melalui Program HARVEST 2.0 berupaya membangun Generasi Muda Katolik yang peduli terhadap kelestarian ciptaan dan memiliki tanggung jawab moral menjaga bumi sebagai rumah bersama. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Lokakarya Laudato Si’ untuk pemula yang dilaksanakan pada Jumat, 29 Mei 2026 di BLK Sariati Waiwadan, Kompleks Gereja Sta. Maria Goretti Waiwadan. Kegiatan ini menjadi langkah lanjutan Gereja dalam memperkenalkan sekaligus menghidupi pesan ekologis Paus Fransiskus di tengah kehidupan kaum muda.

Lokakarya Laudato Si Kapada Orang Muda Katolik Paroki Waiwadan (29/05/2026)

Ensiklik Laudato Si’ yang diterbitkan Paus Fransiskus pada tahun 2015 dipandang sebagai salah satu dokumen Gereja Katolik paling penting di era modern. Dokumen ini tidak hanya berbicara tentang lingkungan hidup, tetapi juga menegaskan bahwa kerusakan bumi berkaitan erat dengan persoalan moral, spiritual, sosial, dan kemanusiaan. Melalui ensiklik tersebut, Paus Fransiskus mengingatkan bahwa bumi adalah rumah bersama yang harus dirawat dengan penuh kasih dan tanggung jawab. Seruan ini menjadi panggilan iman yang mendesak, terutama di tengah meningkatnya pencemaran lingkungan, perubahan iklim, kerusakan hutan, serta gaya hidup konsumtif yang semakin mengancam keberlangsungan hidup manusia.
PSE/Caritas Keuskupan Larantuka memandang Orang Muda Katolik (OMK) sebagai generasi strategis yang akan mewarisi bumi di masa depan. Karena itu, kaum muda perlu dibekali dengan pemahaman yang utuh mengenai spiritualitas ekologis agar mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Kegiatan lokakarya ini merupakan lanjutan dari seri sebelumnya yang telah dilaksanakan pada 15 Mei 2026. Kegiatan seri sebelumnya menjadi tahap awal membangun kesadaran ekologis umat, sementara kegiatan seri kedua ini diarahkan untuk membawa peserta melangkah lebih jauh: dari kesadaran menuju pertobatan ekologis, dari refleksi menuju gaya hidup integral, serta dari niat baik menuju aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari.


Lokakarya kali ini secara khusus menyasar Orang Muda Katolik se-Paroki Sta. Maria Goretti Waiwadan. Sekitar 50 peserta terlibat dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari unsur PSE Caritas Keuskupan Larantuka, Komsos Keuskupan Larantuka, Pastor Paroki Waiwadan, pengurus OMK paroki, serta perwakilan OMK dari berbagai stasi di wilayah paroki.
Beberapa stasi yang akan mengutus peserta antara lain Stasi St. Antonius Padua Tanah Merah, San Dominggo Wureh, Santo Yakobus Rasul Bugalima, St. Stefanus Kimakamak, Santo Yoseph Kenariblolong, St. Darius Hamba Allah Hurung, Santo Hendrikus Homa, St. Vinsensius A Paulo Waitenepang, St. Andreas Koliwotan, St. Gabriel Mudatonu, St. Yohanes Pembaptis Woloklibang, St. Aloysius Gonzaga Riangduli, hingga St. Gregorius Agung Riangpadu.
Secara umum, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman kaum muda mengenai isi, semangat, dan relevansi Laudato Si’ dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, peserta diharapkan mampu memahami latar belakang lahirnya ensiklik, menyadari hubungan erat antara iman Katolik dan tanggung jawab ekologis, serta terdorong untuk menyusun aksi nyata menjaga lingkungan hidup.
Lokakarya berlangsung sehari penuh mulai pukul 08.00 hingga 16.30 WITA dengan berbagai sesi pembelajaran, refleksi, dan diskusi bersama. Salah satu sesi utama adalah materi tentang latar belakang dan konteks Laudato Si’ yang akan dibawakan oleh RD. Rosarius Yansen Raring. Dalam sesi ini, peserta diajak melihat secara kritis situasi kerusakan lingkungan yang sedang terjadi sekaligus menemukan langkah-langkah konkret yang dapat diterapkan dalam kehidupan harian. Tidak hanya berhenti pada pemaparan materi, kegiatan ini juga memberi ruang bagi peserta untuk berdialog, berbagi pengalaman, dan merefleksikan praktik hidup ramah lingkungan di komunitas masing-masing.
Pada sesi berikutnya, setiap kelompok OMK diminta menyusun rencana aksi nyata yang dapat dijalankan di lingkungan stasi maupun paroki. Rencana tersebut kemudian dipresentasikan di akhir kegiatan sebagai bentuk komitmen bersama membangun gerakan ekologis di tingkat akar rumput.

Lokakarya Laudato SI Kapada Orang Muda Katolik Paroki Waiwadan (29/05/2026)

PSE/Caritas Keuskupan Larantuka berharap kegiatan ini tidak sekadar menambah pengetahuan peserta tentang Laudato Si’, tetapi sungguh melahirkan kesadaran ekologis yang berakar pada spiritualitas Kristiani. Gereja ingin menghadirkan kaum muda yang tidak hanya mampu berbicara tentang lingkungan hidup, tetapi juga berani memulai perubahan melalui tindakan sederhana dan konsisten.
Semangat ekologis juga tampak dalam tata pelaksanaan kegiatan. Panitia secara khusus mengimbau seluruh peserta untuk tidak menggunakan botol plastik sekali pakai dan meminimalisir penggunaan sampah kertas maupun plastik selama kegiatan berlangsung. Peserta dianjurkan membawa tumbler pribadi sebagai bagian dari praktik sederhana merawat lingkungan hidup.
Melalui lokakarya ini, Gereja lokal Keuskupan Larantuka kembali menegaskan bahwa menjaga bumi bukan sekadar agenda sosial atau gerakan lingkungan semata, melainkan bagian integral dari iman dan spiritualitas Kristiani. Kaum muda dipanggil menjadi pelopor perubahan dengan menghadirkan gaya hidup yang sederhana, bertanggung jawab, serta peduli terhadap rumah bersama demi masa depan bumi dan generasi mendatang. (@sly)

You may also like