RITAWOLO, Komsos Larantuka – Semangat mencintai Kitab Suci terus digelorakan di Stasi Hati Kudus Yesus Ritawolo. Tim Agen Pastoral Stasi bersama para perwakilan Kelompok Basis Gerejani (KBG) menggelar rapat persiapan Lomba Kitab Suci tingkat Stasi, Minggu, 31 Agustus 2026.
Rapat persiapan ini dihadiri perwakilan dari setiap KBG dan turut mendapat dukungan dari Penyuluh Agama Katolik, Patrisisu Poa Pada. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah dan memastikan seluruh umat mengambil bagian dalam kegiatan yang digagas oleh Seksi Kerasulan Kitab Suci (KKS) Stasi Hati Kudus Yesus Ritawolo.
Ketua Dewan Stasi Hati Kudus Yesus Ritawolo, Nikolaus Laga Masan, dalam sambutannya menegaskan bahwa Lomba Kitab Suci tidak boleh hanya menjadi kegiatan yang diikuti oleh segelintir umat.
Menurutnya, kegiatan tersebut harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh umat di setiap KBG.
“Lomba ini melibatkan seluruh umat. Karena itu, setiap KBG diharapkan mengambil bagian dan mempersiapkan peserta dengan sebaik-baiknya,” tegas Nikolaus.
Menariknya, keterlibatan umat dalam lomba tersebut dirancang lintas generasi. Peserta akan dibagi dalam tiga kategori, yakni Sekami/Sekar, Orang Muda Katolik (OMK), dan orang dewasa.
Pembagian ini menunjukkan bahwa kecintaan terhadap Kitab Suci bukan hanya menjadi tanggung jawab kelompok tertentu. Anak-anak, kaum muda, dan orang dewasa memiliki ruang yang sama untuk belajar, mengenal, memahami, dan menghidupi Sabda Allah.
Bagi Stasi Hati Kudus Yesus Ritawolo, lomba bukanlah tujuan akhir. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk membangun kebiasaan umat membaca Kitab Suci dan menjadikannya sebagai sumber kekuatan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Seksi KKS Stasi Hati Kudus Yesus Ritawolo, Maria Ema Bilo, bersama timnya terus mendorong agar program-program KKS dapat dilaksanakan secara nyata dan menyentuh kehidupan umat. Lomba Kitab Suci menjadi salah satu bentuk konkret dari upaya tersebut.
Kegiatan ini sekaligus menjawab program kerja Seksi KKS tingkat Stasi yang menghendaki agar Kitab Suci semakin dekat dengan kehidupan umat. Melalui keterlibatan setiap KBG, Sabda Allah diharapkan tidak hanya dibaca ketika ada kegiatan Gerejani, tetapi menjadi bagian dari kehidupan keluarga dan komunitas.
Kehadiran Penyuluh Agama Katolik, Patrisisu Poa Pada, juga menjadi bagian dari dukungan terhadap gerakan pendalaman Kitab Suci di tengah umat. Pendampingan dan penguatan iman melalui Kitab Suci menjadi penting agar umat tidak hanya mengetahui isi Sabda Tuhan, tetapi mampu menghubungkannya dengan kehidupan nyata.
Rapat persiapan berlangsung dalam suasana kebersamaan dan penuh antusiasme. Perwakilan KBG bersama Agen Pastoral mulai mematangkan berbagai persiapan agar pelaksanaan lomba dapat berjalan dengan baik dan melibatkan sebanyak mungkin umat.
Semangat yang dibangun Stasi Hati Kudus Yesus Ritawolo sederhana namun kuat: Kitab Suci bukan sekadar untuk dilombakan, tetapi untuk dikenal, direnungkan, dan dihidupi.
Dari anak-anak hingga orang dewasa, dari setiap KBG hingga seluruh umat Stasi, semua diajak bergerak bersama menjadikan Sabda Allah sebagai dasar kehidupan iman.
Ritawolo bersiap. Bukan hanya mencari juara, tetapi membangun umat yang semakin akrab dengan Sabda Tuhan. (Patris)