105 Posts
115 Posts
5 Posts

IMAN MERAWAT BUMI: Rumah Dekenat Larantuka Bersiap Gunakan Energi Biogas

Peduli terhadap kelestarian bumi sebagai rumah bersama terus diwujudkan melalui langkah-langkah nyata. Salah satunya melalui rencana pembangunan instalasi biogas di lingkungan Rumah Dekenat Larantuka yang mulai memasuki tahap persiapan.

by Komsos Keuskupan Larantuka

LARANTUKA, Komsos Larantuka – Peduli terhadap kelestarian bumi sebagai rumah bersama terus diwujudkan melalui langkah-langkah nyata. Salah satunya melalui rencana pembangunan instalasi biogas di lingkungan Rumah Dekenat Larantuka yang mulai memasuki tahap persiapan.
Tim Teknis Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur menggelar pertemuan perdana sekaligus peninjauan lokasi rencana pembangunan instalasi biogas di Rumah Dekenat Larantuka, Senin (31/8/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal strategis dalam menghadirkan pemanfaatan energi terbarukan yang ramah lingkungan di wilayah Keuskupan Larantuka.
Pertemuan tersebut dipimpin oleh Ketua Tim Teknis Penyuluh Agama Katolik, Samuel Hurit Hajon, bersama para penyuluh lainnya. Setibanya di lokasi, tim disambut Deken Larantuka, RD. Lukas Laba Erap dan Pastor Paroki Katedral Larantuka, RD. Bernabas Huba Koban. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan dialog konstruktif dengan tujuan menyatukan pemahaman mengenai manfaat serta keberlanjutan program pembangunan instalasi biogas tersebut.
Bagi tim penyuluh dan pihak Dekenat, pembangunan biogas bukan sekadar menghadirkan sumber energi alternatif, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menjaga lingkungan hidup. Energi bersih yang dihasilkan nantinya diharapkan mampu mendukung kebutuhan sehari-hari sekaligus menjadi tanda nyata kepedulian terhadap bumi.

IMAN MERAWAT BUMI: Rumah Dekenat Larantuka Bersiap Gunakan Energi Biogas

Usai pertemuan awal, tim melakukan peninjauan langsung terhadap lokasi yang direncanakan sebagai tempat pembangunan instalasi. Pengamatan lapangan dilakukan untuk memastikan kondisi lingkungan, kelayakan area, serta berbagai kebutuhan teknis yang diperlukan dalam proses pembangunan.
Dalam diskusi lanjutan bersama para pastor, terdapat tiga aspek utama yang menjadi perhatian bersama. Pertama, aspek tempat dan tata letak pembangunan. Tim membahas penentuan lokasi reaktor biogas yang paling ideal, aman, dan mudah dalam pengelolaan agar sistem dapat berjalan efektif dan efisien.
Kedua, aspek kebutuhan material dan perangkat pendukung. Pembahasan mencakup ketersediaan bahan baku, kebutuhan komponen reaktor, serta berbagai perlengkapan teknis yang menunjang keberlangsungan operasional instalasi biogas.
Ketiga, aspek pembiayaan. Tim bersama pihak Dekenat melakukan pemetaan awal mengenai kebutuhan anggaran serta kemungkinan skema pendanaan agar proses pembangunan dapat berlangsung secara terencana hingga tahap pemanfaatan.
Ketiga aspek tersebut menjadi dasar penting agar pembangunan instalasi biogas tidak hanya berjalan secara teknis, tetapi juga memiliki keberlanjutan dalam jangka panjang. Dengan perencanaan yang matang sejak awal, berbagai kemungkinan kendala dapat diminimalisir sehingga program ini dapat mencapai tujuan yang diharapkan.
Pertemuan dan peninjauan perdana tersebut menghasilkan sejumlah kesepahaman bersama antara Tim Teknis Penyuluh Agama Katolik dan pihak Dekenat Larantuka. Hasil pembicaraan ini akan menjadi pijakan untuk melanjutkan tahapan perencanaan berikutnya sebelum memasuki proses pembangunan.
Program energi terbarukan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata Gereja dalam merawat ciptaan. Semangat ini sejalan dengan panggilan umat beriman untuk membangun pertobatan ekologis, yakni kesadaran bahwa menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab iman.
Melalui pembangunan instalasi biogas, Rumah Dekenat Larantuka diharapkan dapat menjadi salah satu contoh pemanfaatan energi bersih yang berkelanjutan. Lebih dari sekadar teknologi, program ini menjadi pesan bahwa iman tidak hanya dirayakan dalam doa, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata menjaga bumi.
Sinergi antara Penyuluh Agama Katolik dan Dekenat Larantuka diharapkan terus berkembang sehingga inisiatif ini dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak dalam mengembangkan gerakan peduli lingkungan di Flores Timur.
Ke depan, Tim Teknis Penyuluh Agama Katolik akan melanjutkan koordinasi bersama pihak Dekenat Larantuka untuk mematangkan persiapan dan menindaklanjuti hasil kesepakatan sebelum memasuki tahap pelaksanaan pembangunan instalasi biogas. (Patris/Komsos Larantuka)

You may also like